Sabtu, 14 Mei 2016

makalah ilmu kesehatan masyarakat



ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
“PERMASALAHAN KESEHATAN DI NEGARA MESIR”
(MERS)

Disusun oleh
MABRUROH (14.15.3962)
DIAN RETNO W (14.15.3983)
APRILIA PINGKI S (14.15.4087)
NOVI TRI UTAMI (14.15.4089)
ISTIQOMAH AZZAHROH (14.15.4086)
Kelas :  D/KM/I

KONSENTRASI MANAJEMEN RUMAH SAKIT
PROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKAT
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
SURYA GLOBAL YOGYAKARTA
2015



KATA PENGANTAR


Puji syukur atas kehadirat Allah SWT karena atas segala rahmat dan karunia-Nya, kami dapat menyelesaikan penulisan makalah yang berjudul  “PERMASALAHAN  KESEHATAN DI NEGARA MESIR (MERS)”.
Kami  menyadari penulisan makalah ini mungkin jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun guna perbaikan dimasa mendatang.
Selama proses penulisan makalah ini, kami mengalami banyak hal terutama kekurangsiapan dalam proses pembuatan serta kelengkapan isi maupun sumber dari makalah ini.Dan terima kasih kepada dosen kami bu Nora yang telah memberikan waktu yang lumayan panjang untuk dapat menyelesaikan makalah ini, Semoga Allah SWT memberikan balasan pahala untuknya.
Dengan selesainya penulisan makalah ini, kami berharap kepada pembaca atau khalayak umum agar mengetahui bahaya MERS, gejala dan penyebarannya. Sehingga diharapkan agar wabah MERS yang menyebar di MESIR.
            Semoga karya kecil ini dapat memberikan kontribusi secara bermakna dalam pengenalan permasalahan kesehatan khususnya di negara MESIR, guna menghindari wabah besar yang terjadi di MESIR.

Yogyakarta, 14 November 2015

 

DAFTAR ISI









BAB I

PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG

 Virus MERS atau Middle East Respiratory Syndrome atau juga dikenal sebagai virus korona, saat ini sedang marak di bahas sebab telah menimbulkan cukup banyak korban jiwa di Arab Saudi. Bahkan diduga, beberapa korban yang merupakan jamaah umroh asal Indonesia pun telah mengidap penyakit yang itu. Namun dengan mengenali gejala dan cara pncegahan penyakit yang disebabkan oleh virus korona tersebut, para jamaah yang hendak beribadah umroh sejatinya tak perlu khawatir. Pihak medis yang terkait telah melansir berbagai informasi mengenai gejala serta cara pencegahan agar virus itu tidak menular.
Apakah MERS itu?
Virus Mers-CoV
Virus Mers-CoV
MERS adalah singkatan dariMiddle East Respiratory Syndrome (MERS), yang merupakan penyakit berupa sekumpulan gejala gangguan pernafasan akibat infeksi virus. Adanya penyakit ini pertama kali dilaporkan di Arab Saudi pada tahun 2012. Penyakit ini disebabkan oleh sejenis virus korona yang dinamakan MERS-CoV. Pasien yang mengalami infeksi virus ini mengalami gangguan pernafasan yang berat/parah. Gejalanya adalahdemam tinggi, batuk-batuk, dan sesak nafas. Lebih dari 30% pasien yang dipastikan terinfeksi virus ini dilaporkan meninggal karenanya. Sampai saat ini, semua kasus MERS yang dilaporkan terjadi pada 7 negara yang berada di semenanjung Arab, yakni Saudi Arabia, United Arab Emirates (UAE), Qatar, Oman, Jordan, Kuwait dan Yemen. Virus ini menyebar dari pasien yang terinfeksi pada orang lain melalui kontak yang dekat, terutama melalui cairan saluran nafas. Kasus pertama di Amerika dijumpai pada tanggal 2 Mei 2014, pada seorang pelancong yang berasal dari Arab Saudi. Hal ini menimbulkan kekuatiran bahwa penyakit ini telah menyebar ke berbagai negara lainnya, termasuk Indonesia. Negara kita memiliki kekuatiran tersendiri karena mempunyai jumlah jamaah umroh dan haji  terbanyak setiap tahunnya. Untuk kegiatan umroh sendiri, hampir setiap hari ada jamaah yang berasal dari Indonesia dalam jumlah cukup besar. Negara-negara lain yang telah menemui kasus MERS akibat perjalanan dari Arab Saudi antara lain adalah : Inggris, Perancis, Tunisia, Italia, Malaysia dan Amerika.
RUMUSAN MASALAH
1.      Apa itu virus mers?
2.      Apa saja penyebab virus mers?
3.      Bagaimana gejala-gejala virus mers?
4.      Bagaimana cara penularan virus mers?
5.      Bagaimana cara pencegahan dan pengobatan virus mers?
TUJUAN
1.      Menjelaskan apa itu virus mers
2.      Menjelaskan penyebab virus mers
3.      Mengetahui gejala-gejala virus mers
4.      Mengetahui cara penularan virus mers
5.      Mengetahui cara pencegahan dan penularan virus mers




BAB II

PEMBAHASAN

BAHAYA PENYAKIT MERS

Penyakit Mers (Middle Eastern Respiratory Syndrome Corona Virus) adalah penyakit saluran pernafasan yang sangat berbahaya dan dapat menyebabkan kematian, tingkat mortalitasnya mencapai 30-50 %. Penyakit Mers disebabkan oleh Virus darigolonganCoronavirus, ciri virus ini pada permukaan tubuhnya diselimuti miripmahkota. Virus sangat dekat jenisnya dengan virus SARS (Severe Acute RespiratorySyndrome) yang pernah mewabah dari Hongkong dan daratan China.
Virus Mers dari golongan Coronavirus
Penyakit Mers merupakan penyakit pernafasan dengan penularan yang cepat, dengan kontak langsung maupun tidak langsung, Penularan dapat melalui udara yang tercemar virus mers, maupun kontak langsung seperti terkena cairan dari hidung atau mulut penderita Mers. Dalam banyak kasus, penderita MERS mengalami komplikasi serius
 Acute Respiratory Distress Syndrome
(ARDS) yang menyebabkan kegagalan multiorgan, gagal ginjal, koagulopati konsumtif, dan perikarditis serta pneumonia berat yang berjung pada kematian. Hingga tanggal 3 Mei ini WHO telah mengumumkan melalui situs resminya bahwa telah ada 401 orang dari 12 negara di seluruh dunia yang telah didiagnosis menderita penyakit ini. Seluruh kasus tersebut diperkirakan berasal dari 6 negara yang terletak di 3 Semenanjung Arab. Angka kematian penyakit ini saat ini mencapai 50%. Manifestasi infeksi virus ini cukup lebar, mulai dari tidak bergejala hingga memilikikeluhan gangguan pernapasan yang cukup berat seperti demam tinggi, batuk dan sesaknafas. Sembilan puluh tiga orang telah dilaporkan meninggal. Hingga saat ini belumditemukan suatu vaksin untuk pencegahan penyakit ini maupun terapi yang spesifikuntuk mengobatinya.





CIRI-CIRI DAN CARA PENYEBARAN VIRUS MERS

 Ciri-ciriVirus mematikan 
 Middle East Respiratory Sindrome Coronavirus
(MERS-CoV) tengah menjadi bahasan dunia. Penting sekali untuk mengetahui bagaimana ciri-ciri atau gejala virus MERS agar dapat mengambil tindakan yang tepat dan cepat untuk menghindari kesalahan fatal. Pada umumnya,gejala dari infeksi MERS mirip dengan influenza, sehingga diistilahkan "flu like syndrome". Karenanya sangat susah untuk dibedakan, tanpa adanya pemeriksaan medis di rumah sakit. Ciri-ciri dari MERS adalah memiliki kemiripan dengan sindrom pernapasanakut berat (SARS). Keduanya sama-sama pneumonia yang disebabkan oleh virus. Meskipun gejala pneumonia yang disebabkan oleh bakteri dan virus sama, namun virus lebih berbahaya daripada bakteri. Ini karena virus penyebab pneumonia tinggi sekali virulensinya. Virulensi merupakan kemampuan virus menyebabkan penyakit. Pada pneumonia yang disebabkan virus, perkembangan penyakit bisa hanya dalam hitungan jam, bukan hari lagi. Sehingga sekali gejala muncul, pasien perlu segera memeriksakan diri untuk mencegah perkembangan penyakit semakin luas. Masa inkubasi dari virus hingga menyebabkan penyakit adalah dua hingga 14 hari. Sehingga mungkin saja seseorang terinfeksi virus corona MERS di Timur Tengah dan kemudian gejala baru timbul begitu sudah kembali ke negara asal. Ada beberapa hal yang bisa kita ketahui dalam rangka mengenali apa saja yang menjadi tanda-tanda orang terkena virus yang satu ini. Karena menyerang saluran pernafasan maka berikut tanda-tanda penyakit MERS antara lain adalah sebagai berikut :
1.      Gangguan pernapasan (napas pendek dan susah bernapas).
2.      Demam tinggi di atas 38 derajat celcius, bukan panas dalam yang biasa.
3.      Batuk-batuk dan bersin-bersin berkelanjutan.
4.      Keluar mucus (lendir) yang berlebihan dari hidungnya.
5.      Sakit dada dan sering terasa nyeri.
6.      Mengalami pneumonia.
7.      Mengalami diare.
8.      Gagal ginja.
Namun, tidak semua gejala tersebut akan terjadi pada setiap orang. Seperti diaredan gagal ginjal, hanya beberapa orang saja yang mengalaminya.Virus ini akan menyerang penderita yang miliki kekebalan tubuh rendah. Mereka seperti lansia, orang yang mudah lelah, anak kecil, serta mereka yang sedang dalam perjalanan. Sampai saat ini, masih terus dilakukan investigasi mengenai pola penularan MERS-Cov. Virus ini dapat menular antar manusia secara terbatas, dan tidak terdapat transmisi penularan antar manusia yang berkelanjutan. Kemungkinan penularannya dapat melalui media sebagai berikut yaitu :
1.      Langsung melalui percikan dahak (droplet) pada saat pasien batu atau bersin.
2.      Kontak langsung dengan penderita.
3.      Tidak Langsung melalui kontak dengan benda yang terkontaminasi virus.
Sebagian orang yang terinfeksi MERS-CoV mengalami gejala-gejala gangguan pernafasan berat, dengan demam tinggi, batuk-batuk, dan sesak nafas. Sebagian lain mungkin mengalami gejala yang ringan saja. Gejala-gejala ini mirip dengan gejala infeksi pernafasan lainnya akibat bakteri atau virus lain, sehingga untuk memastikan apakah ini MERS atau bukan, perlu dilakukan pemeriksaan terhadap spesimen atau cairan tubuh penderita apakah benar-benar mengandung virus MERS-CoV. Beberapa kasus dugan MERS di Indonesia hingga saat ini masih terbukti negatif terhadap virus MERS-CoV. Namun demikian, perlu kewaspadaan terutama pada orang-orang yang baru pulang dari Arab Saudi. Jika dalam 14 hari kepulangan mengalami gejala seperti di atas, sebaiknya segera dibawa ke RS dan diperiksakan dengan seksama.
Middle East Respiratory Syndrome atau disingkat MERS adalah penyakit virus pada pernapasan yang disebabkan oleh corona virus yang disebut MERS-Cov. Virus ini pertama kali dilaporkan mewabah di Arab Saudi pada tahun 2012.Corona virus adalah keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit pada manusiadan hewan. Pada orang, corona virus dapat menyebabkan penyakit mulai dalam tingkatkeparahan seperti flu biasa hingga Sindroma Pernapasan Akut atau SARS (Severe AcuteRespiratory Syndrome).MERS Coronaviruses pertama kali terdeteksi pada bulan April 2012, ini merupakanvirus baru (novel coronaviruses) yang belum pernah terlihat pada manusia sebelumnya.Pada kebanyakan kasus,virus ini telah menyebabkan penyakit yang parah, bahkansetengah dari kasus yang tercatat mengalami kematian.Hingga kemudian, corona virus ini dikenal sebagai Middle East RespiratorySyndrome Coronaviruses (MERS-Cov). Nama itu diberikan Coronavirus Study Group ofthe International Committee di Taxonomy of Viruses pada May 2013.Karena penyebarannya yang semakin meluas sejak April 2012 hingga awal tahun2013, Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah mengeluarkan peringatan sejak Mei laluuntuk mewaspadai ancaman penyebarannya.Arab Saudi adalah sumber penularan pertama, dengan jumlah kasus mencapai 378dan 107 kematian. Tetapi sedikitnya ada 14 negara yang juga melaporkan kasus penyakitini, antara lain Mesir, Jordania, Kuwait, Qatar, Uni Emirat Arab, Tunisia, Malaysia,Oman, Perancis, Yunani, Italia, Inggris, Filipina, dan kini Amerika Serikat.Sampai saat ini, masih terus dilakukan investigasi mengenai pola penularan MERS-Cov, karena telah ditemukan adanya penularan dari manusia ke manusia yang salingkontak dekat dengan penderita. Penularan dari pasien yang terinfeksi kepada petugaskesehatan yang merawat juga diamati. Selain itu, cluster dari kasus infeksi MERS-Covdi Arab Saudi, Jordania, the United Kingdom, Prancis, Tunisia, dan Italia jugadiinvestigasi.Data terbaru dari CDC menunjukkan bahwa MERS terbukti bisa ditularkan antarmanusia. Meski begitu, tampaknya penyakit ini tak bisa menyebar sangat cepat sepertiSARS pada tahun 2003. Virus MERS terus mendapatkan pengawasan ketat dari para ahliuntuk berjaga-jaga jika virus ini berkembang menjadi ancaman yang semakin berbahaya.Peneliti belum mengetahui secara pasti cara virus MERS ditularkan ke manusia,namun virus ini sudah ditemukan pada kelelawar dan unta. Para pakar mengatakan unta kemungkinan besar menjadi binatang pembawa, yang kemudian menularkannya padamanusia.Belum diketahui dengan jelas asal mula virus ini menyebar, namun, beberapa peneliti menduga bahwa penyebaran virus berasal dari salah satu jenis Kelelawar yang banyakditemukan di kawasan Timur Tengah. Unta hampir dipastikan menjadi sumber virus korona  MERS di Timur Tengah.
Hasil penelitian di negara tersebut menunjukkan kebanyakan unta, meski tidak semua,terinfeksi jenis virus yang secara genetik hampir identik dengan virus yang menginfeksimanusia. Penelitian ini dilakukan oleh tim dari Universitas Columbia, Universitas KingSaud, dan EcoHealth Alliance.Penyakit itu awalnya diyakini telah berpindah dari unta ke manusia, pertama kalitampaknya menular lewat kontak yang dekat dengan hewan-hewan itu. Akan tetapiakhir-akhir ini, para petugas kesehatan yang merawat penderita MERS juga jatuh sakitakibat virus itu.
Kesimpulan dicapai setelah para peneliti menemukan adanya kecocokan genetik 100 persen pada virus yang menginfeksi kelelawar jenis tersebut dengan manusia pertamayang terinfeksi.
Spekulasi lain yang terdapat di kalangan para peneliti menyebutkan bahwa selainKelelawar, Unta juga diduga kuat berkaitan dengan asal mula dan penyebaran virusCorona, dimana ditemukan antibodi terhadap virus ini dalam tubuh hewan khas TimurTengah itu.Mekanisme penyebaran virus Corona dari hewan ke manusia masih diteliti sampaisaat ini, meskipun ada dugaan bahwa manusia pertama yang terinfeksi mungkin pernahsecara tidak sengaja menghirup debu kotoran kering Kelelawar yang terinfeksi.Saat ini, para peneliti masih menyelidiki kemungkinan hewan lain yang menjadimediator penularan virus Corona guna menangani meluasnya penyebaran penyakit ini,mengingat bahwa jenis virus ini dikatakan lebih mudah menular antar-manusia dengandampak yang lebih mematikan dibandingkan SARS.Untuk itu juga para pejabat di badan kesehatan dunia (WHO) seperti informasi yangdilansir dari www.voaindonesia.com juga menyatakan serta prihatin prihatin bahwavirus MERS mungkin akan menular ke para peziarah kaum muslimin yang diperkirakanakan mengunjungi tempat-tempat suci di Arab Saudi bulan depan dalam bulan Ramadan,atau jutaan lagi diperkirakan akan datang bulan Oktober untuk menunaikan ibadah Hajidi Mekah.
Untuk itulah para jamaah haji Indonesia serta juga para tenaga kesehatan yang ikutserta dalam sebuah blog ini untuk selalu menjaga kesehatan dan melakukan tindakan pencegahan akan penularan penyakit yang disebabkan oleh karena corona virus yangdisebut Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus (MERS-Cov) ini.
















PENYEBAB VIRUS MERS

Onta, sang tertuduh sementara sebagai penyebar virus MERS-CoV
Onta, sang tertuduh sementara sebagai penyebar virus MERS-CoV
Virus ini dapat menyebar dari satu orang ke orang yang lain melalui kontak fisik yang dekat. Apalagi jika terkena percikan ingus atau ludah dari penderita MERS. Belum diketahui dengan pasti dari mana virus ini berasal, tetapi dugaan terkuat adalah berasal dari binatang. Selain pada manusia, ternyata virus MERS-CoV dijumpai juga pada onta-onta di Qatar, Mesir dan Saudi Arabia. Mereka terbukti positif memiliki antibodi terhadap virus MERS-CoV, yang mengindikasikan bahwa onta-onta ini pernah terinfeksi virus MERS-CoV. Baru-baru ini, ahli virologi bernama Norbert Nowotny dan Jolanta Kolodziejek dari Institute of Virology menemukan bahwa virus yang menginfeksi pasien MERS dan virus pada onta yang berasal dari daerah yang sama dengan pasien memiliki rangkaian RNA yang hampir identik. Hal ini menunjukkan bahwa virus yang sama bisa menginfeksi onta maupun manusia. Namun menarik juga penemuan bahwa RNA virus korona dari daerah yang berbeda ternyata berbeda. Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada strain coronavirus MERS yang spesifik pada onta. Tapi yang jelas, jenis virus korona  tersebut dapat menginfeksi baik onta maupun manusia, dan diduga bisa menyebar dari onta ke manusia.



CARA MENGOBATI MERS


Belum ada obat khusus untuk penyakit MERS. Namun dapat diberikan terapi pendukung/suportif dan terapi untuk mengurangi gejalanya. Misalnya demamnya diberi obat turun panas, jika sesak diberi obat pelega nafas, oksigen,  dll, disesuikan dengan kondisi pasien. Tentu saja perlu untuk memperkuat daya tahan tubuh sehingga dapat turut melawan dan mematikan virus yang menginfeksi.
Penderita Mers
https://html1-f.scribdassets.com/1rhu0md9mo405fpe/images/12-6ea752b9d0.jpg
Penyakit ini dapat dicegah dengan selalu menjalankan pola hidup yang bersih dansehat, diantaranya yaitu mengkonsumsi makanan yang bergizi dan higienis, beristirahat yangcukup, rajin berolahraga, selalu mencuci tangan dengan sabun menggunakan air mengalir,memakai masker atau menutup mulut dan hidung saat mengalami flu dan usahakan untuktidak berada di luar rumah untuk sementara untuk mencegah penularan terhadap orang lain.
            Selain itu sering-seringlah berkunjung ke dokter untuk melakukan cek kesehatan terutama jika mengalami gejala penyakit seperti batuk, demam, dan kesulitan bernapas dalam jangka waktu empat belas hari khususnya jika dalam waktu dekat akan berkunjung ke tempat wabahMERS berada periksalah ke dokter setiap 6 minggu sekali dan melakukan vaksinasimeningitis terlebih dahulu. 
Namun sampai saat ini belum ada vaksin atau obat yang dapat menyembuhkan penyakit ini, yang ada hanyalah obat untuk meringankan gejala atau akibat yang ditimbulkandari penyakit MERS. Salah satu cara mengobati MERS adalah dengan pemberian obat vaksinuntuk pengobatan hepatitis C yang secara klinis telah teruji mampu mengurangi frekuensi pertambahan replica virus MERS di dalam tubuh yang diujikan terhadap 6 kera yang telahterinfeksi penyakit MERS.Vaksin untuk hepatitis C ini merupakan perpaduan antara obat interferon-alpha 2bdan ribavirin yang hanya digunakan sebagai tahapan awal pengobatan pada infeksi MERS.
Vaksin Vit C
Pada dasarnya penyakit MERS ini dapat sembuh dengan sendirinya bila dilakukan perawatan yang mendukung terhadap kondisi pasien yang dikarenakan adanya batasan virusMERS. Jika kondisi pasien mendukung untuk penyembuhan sampai saat batas virus ini tibamaka penyakit ini dapat sembuh, namun kenyataannya banyak pasien yang tidak tertolongkarena tidak kuatnya kondisi tubuh untuk mencapai masa batas virus yang dikarenakan virusini menyerang system kekebalan tubuh sehingga banyak yang mengalami komplikasi penyakit lainnya seperti pneumonia dan bronkhitis yang mempercepat pengrusakan imuntubuh sampai tidak kuat lagi menahan hingga akhirnya meninggal dunia.Virus ini tidak mudah menular jika hanya bersimpangan. Mers-Cov berpeluang besarmenular pada kontak yang intens, seperti keluarga dari pengidap yang tinggal serumah, atautenaga medis yang merawat pengidap.























BAB V

PENUTUP

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil pencarian sumber informasi dari beberapa artikel, berikut adalah beberapa poin yang dapat disimpulkan. Penyakit Mers (Middle Eastern Respiratory Syndrome Corona Virus) adalah penyakit saluran pernafasan yang sangat berbahaya dan dapat menyebabkan kematian, Corona virus adalah keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit pada manusiadan hewan. Pada orang, corona virus dapat menyebabkan penyakit mulai dalam tingkat keparahan seperti flu biasa hingga Sindroma Pernapasan Akut atau SARS. Sampai saat ini, masih terus dilakukan investigasi mengenai pola penularan MERS-Cov, karena telah ditemukan adanya penularan dari manusia ke manusia yang saling kontak dekat dengan penderita. Belum diketahui dengan jelas asal mula virus ini menyebar, namun, beberapa penelitimenduga bahwa penyebaran virus berasal dari salah satu jenis Kelelawar yang banyak ditemukan di kawasan Timur Tengah.
Penyakit ini dapat dicegah dengan selalu menjalankan pola hidup yang bersih dansehat, diantaranya yaitu mengkonsumsi makanan yang bergizi dan higienis, beristirahat yang cukup, rajin berolahraga, selalu mencuci tangan dengan sabun menggunakan air mengalir, memakai masker atau menutup mulut dan hidung saat mengalami flu dan usahakan untuk tidak berada di luar rumah untuk sementara untuk mencegah penularan terhadap orang lain. Jika dalam waktu dekat akan berkunjung ke tempat wabah MERS berada periksalah ke dokter setiap 6 minggu sekali dan melakukan vaksinasi meningitis terlebih dahulu. 
Namun sampai saat ini belum ada vaksin atau obat yang dapat menyembuhkan penyakit ini, yang ada hanyalah obat untuk meringankan gejala atau akibat yangditimbulkan dari penyakit MERS. Salah satu cara mengobati MERS adalah dengan pemberian obat vaksin untuk pengobatan hepatitis C yang secara klinis telah teruji mampu mengurangi frekuensi pertambahan replica virus MERS di dalam tubuh

DAFTAR PUSTAKA


http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/14/05/13/n5im4i-penanganan-merscov- jangan-resahkan-masyarakat.
http://askep-net.blogspot.com/2014/05/penyebab-tanda-gejala-virus-mers-cov.html#sthash.KB6DFnpO.dpuf 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar