ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
“PERMASALAHAN KESEHATAN DI NEGARA MESIR”
(MERS)

Disusun
oleh
MABRUROH (14.15.3962)
DIAN RETNO W (14.15.3983)
APRILIA PINGKI S (14.15.4087)
NOVI TRI UTAMI (14.15.4089)
ISTIQOMAH AZZAHROH (14.15.4086)
Kelas :
D/KM/I
KONSENTRASI MANAJEMEN RUMAH SAKIT
PROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKAT
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
SURYA GLOBAL YOGYAKARTA
2015
KATA PENGANTAR
Puji syukur atas kehadirat Allah SWT karena
atas segala rahmat dan karunia-Nya, kami dapat menyelesaikan penulisan makalah
yang berjudul “PERMASALAHAN KESEHATAN DI NEGARA MESIR (MERS)”.
Kami menyadari penulisan makalah ini
mungkin jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik dan
saran yang bersifat membangun guna perbaikan dimasa mendatang.
Selama proses penulisan makalah ini, kami
mengalami banyak hal terutama kekurangsiapan dalam proses pembuatan serta
kelengkapan isi maupun sumber dari makalah ini.Dan terima kasih kepada dosen
kami bu Nora yang telah memberikan waktu yang lumayan panjang untuk dapat
menyelesaikan makalah ini, Semoga Allah SWT memberikan balasan pahala untuknya.
Dengan selesainya penulisan makalah ini, kami
berharap kepada pembaca atau khalayak umum agar mengetahui bahaya MERS, gejala
dan penyebarannya. Sehingga diharapkan agar wabah MERS yang menyebar di MESIR.
Semoga
karya kecil ini dapat memberikan kontribusi secara bermakna dalam pengenalan
permasalahan kesehatan khususnya di negara MESIR, guna menghindari wabah besar
yang terjadi di MESIR.
Yogyakarta, 14 November 2015
DAFTAR ISI
BAB I
PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
Virus MERS atau Middle East Respiratory Syndrome
atau juga dikenal sebagai virus korona, saat ini sedang marak di bahas sebab
telah menimbulkan cukup banyak korban jiwa di Arab Saudi. Bahkan diduga,
beberapa korban yang merupakan jamaah umroh asal Indonesia pun telah mengidap
penyakit yang itu. Namun dengan mengenali gejala dan cara pncegahan penyakit
yang disebabkan oleh virus korona tersebut, para jamaah yang hendak beribadah
umroh sejatinya tak perlu khawatir. Pihak medis yang terkait telah melansir berbagai
informasi mengenai gejala serta cara pencegahan agar virus itu tidak menular.
Apakah MERS itu?
Virus Mers-CoV
MERS adalah singkatan dariMiddle East
Respiratory Syndrome (MERS), yang merupakan penyakit berupa sekumpulan
gejala gangguan pernafasan akibat infeksi virus. Adanya penyakit ini pertama
kali dilaporkan di Arab Saudi pada tahun 2012. Penyakit ini disebabkan oleh
sejenis virus korona yang dinamakan MERS-CoV. Pasien yang mengalami
infeksi virus ini mengalami gangguan pernafasan yang berat/parah. Gejalanya
adalahdemam tinggi, batuk-batuk, dan sesak nafas. Lebih dari 30% pasien yang
dipastikan terinfeksi virus ini dilaporkan meninggal karenanya. Sampai saat
ini, semua kasus MERS yang dilaporkan terjadi pada 7 negara yang berada di
semenanjung Arab, yakni Saudi Arabia, United Arab Emirates (UAE), Qatar,
Oman, Jordan, Kuwait dan Yemen. Virus ini menyebar dari pasien yang terinfeksi
pada orang lain melalui kontak yang dekat, terutama melalui cairan saluran
nafas. Kasus pertama di Amerika dijumpai pada tanggal 2 Mei 2014, pada seorang
pelancong yang berasal dari Arab Saudi. Hal ini menimbulkan kekuatiran bahwa
penyakit ini telah menyebar ke berbagai negara lainnya, termasuk Indonesia.
Negara kita memiliki kekuatiran tersendiri karena mempunyai jumlah jamaah
umroh dan haji terbanyak setiap tahunnya. Untuk kegiatan umroh sendiri,
hampir setiap hari ada jamaah yang berasal dari Indonesia dalam jumlah cukup
besar. Negara-negara lain yang telah menemui kasus MERS akibat perjalanan
dari Arab Saudi antara lain adalah : Inggris, Perancis, Tunisia, Italia,
Malaysia dan Amerika.
RUMUSAN MASALAH
1. Apa itu virus mers?
2.
Apa saja penyebab virus mers?
3.
Bagaimana gejala-gejala virus mers?
4.
Bagaimana cara penularan virus mers?
5. Bagaimana cara pencegahan dan pengobatan
virus mers?
TUJUAN
1. Menjelaskan apa itu virus mers
2.
Menjelaskan penyebab virus mers
3.
Mengetahui gejala-gejala virus mers
4.
Mengetahui cara penularan virus mers
5. Mengetahui cara pencegahan dan penularan
virus mers
BAB II
PEMBAHASAN
BAHAYA PENYAKIT MERS
Penyakit Mers (Middle Eastern Respiratory Syndrome Corona Virus)
adalah penyakit saluran pernafasan yang
sangat berbahaya dan dapat menyebabkan kematian, tingkat
mortalitasnya mencapai 30-50 %. Penyakit Mers disebabkan oleh Virus
darigolonganCoronavirus, ciri virus ini pada permukaan tubuhnya diselimuti
miripmahkota. Virus sangat dekat jenisnya dengan virus SARS (Severe Acute
RespiratorySyndrome) yang pernah mewabah dari Hongkong dan daratan China.
Virus
Mers dari golongan Coronavirus
Penyakit Mers merupakan penyakit pernafasan dengan
penularan yang cepat, dengan kontak langsung maupun tidak langsung, Penularan
dapat melalui udara yang tercemar virus mers, maupun kontak langsung seperti
terkena cairan dari hidung atau mulut penderita Mers. Dalam banyak kasus, penderita
MERS mengalami komplikasi serius
Acute
Respiratory Distress Syndrome
(ARDS) yang menyebabkan kegagalan multiorgan, gagal
ginjal, koagulopati konsumtif, dan perikarditis serta pneumonia berat
yang berjung pada kematian. Hingga tanggal 3 Mei ini WHO telah mengumumkan
melalui situs resminya bahwa telah ada 401 orang dari 12 negara di seluruh
dunia yang telah didiagnosis menderita penyakit ini. Seluruh
kasus tersebut diperkirakan
berasal dari 6 negara yang terletak di 3 Semenanjung
Arab. Angka kematian penyakit ini saat ini mencapai 50%. Manifestasi infeksi
virus ini cukup lebar, mulai dari tidak bergejala hingga memilikikeluhan
gangguan pernapasan yang cukup berat seperti demam tinggi, batuk dan
sesaknafas. Sembilan puluh tiga orang telah dilaporkan meninggal. Hingga saat
ini belumditemukan suatu vaksin untuk pencegahan penyakit ini maupun terapi
yang spesifikuntuk mengobatinya.
CIRI-CIRI DAN CARA PENYEBARAN VIRUS MERS
Ciri-ciriVirus mematikan
Middle East Respiratory Sindrome
Coronavirus
(MERS-CoV) tengah menjadi bahasan dunia.
Penting sekali untuk mengetahui bagaimana ciri-ciri atau gejala virus MERS agar
dapat mengambil tindakan yang tepat dan cepat untuk menghindari kesalahan
fatal. Pada umumnya,gejala dari infeksi MERS mirip dengan influenza, sehingga
diistilahkan "flu like syndrome". Karenanya sangat susah untuk
dibedakan, tanpa adanya pemeriksaan medis di rumah sakit. Ciri-ciri dari MERS
adalah memiliki kemiripan dengan sindrom pernapasanakut berat (SARS). Keduanya sama-sama pneumonia yang disebabkan oleh virus.
Meskipun gejala pneumonia yang disebabkan oleh bakteri dan virus sama, namun
virus lebih berbahaya daripada bakteri. Ini karena virus penyebab pneumonia
tinggi sekali virulensinya. Virulensi merupakan kemampuan virus menyebabkan
penyakit. Pada pneumonia yang disebabkan virus, perkembangan penyakit bisa
hanya dalam hitungan jam, bukan hari lagi. Sehingga sekali gejala muncul,
pasien perlu segera memeriksakan diri untuk mencegah perkembangan penyakit
semakin luas. Masa inkubasi dari virus hingga menyebabkan penyakit adalah dua
hingga 14 hari. Sehingga mungkin saja seseorang terinfeksi virus corona MERS di
Timur Tengah dan kemudian gejala baru timbul begitu sudah kembali ke negara
asal. Ada beberapa hal yang bisa kita ketahui dalam rangka mengenali apa saja
yang menjadi tanda-tanda orang terkena virus yang satu ini. Karena menyerang
saluran pernafasan maka berikut tanda-tanda penyakit MERS antara lain adalah sebagai berikut
:
1. Gangguan pernapasan (napas pendek dan susah
bernapas).
2.
Demam tinggi di atas 38 derajat celcius, bukan panas dalam yang biasa.
3.
Batuk-batuk dan bersin-bersin berkelanjutan.
4.
Keluar mucus (lendir) yang berlebihan dari hidungnya.
5.
Sakit dada dan sering terasa nyeri.
6.
Mengalami pneumonia.
7.
Mengalami diare.
8. Gagal ginja.
Namun, tidak semua gejala tersebut akan terjadi pada setiap orang. Seperti diaredan
gagal ginjal, hanya beberapa orang saja yang mengalaminya.Virus ini akan
menyerang penderita yang miliki kekebalan tubuh rendah. Mereka seperti lansia,
orang yang mudah lelah, anak kecil, serta mereka yang sedang
dalam perjalanan. Sampai saat ini, masih terus dilakukan investigasi
mengenai pola penularan MERS-Cov. Virus ini dapat menular antar manusia secara
terbatas, dan tidak terdapat transmisi penularan antar manusia yang berkelanjutan. Kemungkinan penularannya dapat
melalui media sebagai berikut yaitu :
1. Langsung melalui percikan dahak (droplet)
pada saat pasien batu atau bersin.
2.
Kontak langsung dengan penderita.
3. Tidak Langsung melalui kontak dengan benda
yang terkontaminasi virus.
Sebagian orang yang terinfeksi MERS-CoV
mengalami gejala-gejala gangguan pernafasan berat, dengan demam tinggi,
batuk-batuk, dan sesak nafas. Sebagian lain mungkin mengalami gejala yang
ringan saja. Gejala-gejala ini mirip dengan gejala infeksi pernafasan lainnya
akibat bakteri atau virus lain, sehingga untuk memastikan apakah ini MERS atau
bukan, perlu dilakukan pemeriksaan terhadap spesimen atau cairan tubuh
penderita apakah benar-benar mengandung virus MERS-CoV. Beberapa kasus dugan
MERS di Indonesia hingga saat ini masih terbukti negatif terhadap virus
MERS-CoV. Namun demikian, perlu kewaspadaan terutama pada orang-orang yang baru
pulang dari Arab Saudi. Jika dalam 14 hari kepulangan mengalami gejala seperti
di atas, sebaiknya segera dibawa ke RS dan diperiksakan dengan seksama.
Middle East Respiratory Syndrome atau
disingkat MERS adalah penyakit virus
pada pernapasan yang disebabkan oleh corona virus yang disebut MERS-Cov. Virus ini pertama
kali dilaporkan mewabah di Arab Saudi pada tahun 2012.Corona virus adalah
keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit pada manusiadan hewan. Pada
orang, corona virus dapat menyebabkan penyakit mulai dalam tingkatkeparahan
seperti flu biasa hingga Sindroma Pernapasan Akut atau SARS (Severe AcuteRespiratory
Syndrome).MERS Coronaviruses pertama kali terdeteksi pada bulan April 2012, ini
merupakanvirus baru (novel coronaviruses) yang belum pernah terlihat pada
manusia sebelumnya.Pada kebanyakan kasus,virus ini telah menyebabkan penyakit
yang parah, bahkansetengah dari kasus yang tercatat mengalami kematian.Hingga
kemudian, corona virus ini dikenal sebagai Middle East RespiratorySyndrome
Coronaviruses (MERS-Cov). Nama itu diberikan Coronavirus Study Group ofthe
International Committee di Taxonomy of Viruses pada May 2013.Karena
penyebarannya yang semakin meluas sejak April 2012 hingga awal tahun2013, Badan
Kesehatan Dunia (WHO) telah mengeluarkan peringatan sejak Mei laluuntuk
mewaspadai ancaman penyebarannya.Arab Saudi adalah sumber penularan pertama,
dengan jumlah kasus mencapai 378dan 107 kematian. Tetapi sedikitnya ada 14
negara yang juga melaporkan kasus penyakitini, antara lain Mesir, Jordania,
Kuwait, Qatar, Uni Emirat Arab, Tunisia, Malaysia,Oman, Perancis, Yunani,
Italia, Inggris, Filipina, dan kini Amerika Serikat.Sampai saat ini, masih
terus dilakukan investigasi mengenai pola penularan MERS-Cov, karena telah
ditemukan adanya penularan dari manusia ke manusia yang salingkontak dekat
dengan penderita. Penularan dari pasien yang terinfeksi kepada petugaskesehatan
yang merawat juga diamati. Selain itu, cluster dari kasus infeksi MERS-Covdi
Arab Saudi, Jordania, the United Kingdom, Prancis, Tunisia, dan Italia
jugadiinvestigasi.Data terbaru dari CDC menunjukkan bahwa MERS terbukti bisa
ditularkan antarmanusia. Meski begitu, tampaknya penyakit ini tak bisa menyebar
sangat cepat sepertiSARS pada tahun 2003. Virus MERS terus mendapatkan
pengawasan ketat dari para ahliuntuk berjaga-jaga jika virus ini berkembang
menjadi ancaman yang semakin berbahaya.Peneliti belum mengetahui secara pasti
cara virus MERS ditularkan ke manusia,namun virus ini sudah ditemukan pada
kelelawar dan unta. Para pakar mengatakan unta kemungkinan besar menjadi
binatang pembawa, yang kemudian menularkannya padamanusia.Belum diketahui
dengan jelas asal mula virus ini menyebar, namun, beberapa peneliti menduga
bahwa penyebaran virus berasal dari salah satu jenis Kelelawar yang
banyakditemukan di kawasan Timur Tengah. Unta hampir dipastikan menjadi sumber
virus korona MERS di Timur Tengah.
Hasil penelitian di negara tersebut menunjukkan kebanyakan unta, meski tidak semua,terinfeksi
jenis virus yang secara genetik hampir identik dengan virus yang
menginfeksimanusia. Penelitian ini dilakukan oleh tim dari Universitas
Columbia, Universitas KingSaud, dan EcoHealth Alliance.Penyakit itu awalnya
diyakini telah berpindah dari unta ke manusia, pertama kalitampaknya menular
lewat kontak yang dekat dengan hewan-hewan itu. Akan tetapiakhir-akhir ini,
para petugas kesehatan yang merawat penderita MERS juga jatuh sakitakibat virus
itu.
Kesimpulan dicapai setelah para peneliti menemukan
adanya kecocokan genetik 100 persen pada virus yang menginfeksi kelelawar jenis tersebut dengan manusia pertamayang
terinfeksi.
Spekulasi lain yang terdapat di kalangan para
peneliti menyebutkan bahwa selainKelelawar, Unta juga diduga kuat berkaitan
dengan asal mula dan penyebaran virusCorona, dimana ditemukan antibodi terhadap
virus ini dalam tubuh hewan khas TimurTengah itu.Mekanisme penyebaran virus
Corona dari hewan ke manusia masih diteliti sampaisaat ini, meskipun ada dugaan
bahwa manusia pertama yang terinfeksi mungkin pernahsecara tidak sengaja
menghirup debu kotoran kering Kelelawar yang terinfeksi.Saat ini, para peneliti
masih menyelidiki kemungkinan hewan lain yang menjadimediator penularan virus
Corona guna menangani meluasnya penyebaran penyakit ini,mengingat bahwa jenis
virus ini dikatakan lebih mudah menular antar-manusia dengandampak yang lebih
mematikan dibandingkan SARS.Untuk itu juga para pejabat di badan kesehatan
dunia (WHO) seperti informasi yangdilansir dari www.voaindonesia.com juga
menyatakan serta prihatin prihatin bahwavirus MERS mungkin akan menular ke para
peziarah kaum muslimin yang diperkirakanakan mengunjungi tempat-tempat suci di
Arab Saudi bulan depan dalam bulan Ramadan,atau jutaan lagi diperkirakan
akan datang bulan Oktober untuk menunaikan ibadah Hajidi Mekah.
Untuk itulah para jamaah haji Indonesia serta
juga para tenaga kesehatan yang ikutserta dalam sebuah blog ini untuk selalu
menjaga kesehatan dan melakukan
tindakan pencegahan akan penularan penyakit yang disebabkan oleh karena corona virus yangdisebut
Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus (MERS-Cov) ini.
PENYEBAB VIRUS MERS
Onta, sang tertuduh sementara sebagai penyebar virus
MERS-CoV
Virus ini dapat menyebar dari satu orang ke
orang yang lain melalui kontak fisik yang dekat. Apalagi jika terkena percikan
ingus atau ludah dari penderita MERS. Belum diketahui dengan pasti dari mana
virus ini berasal, tetapi dugaan terkuat adalah berasal dari binatang. Selain
pada manusia, ternyata virus MERS-CoV dijumpai juga pada onta-onta di Qatar,
Mesir dan Saudi Arabia. Mereka terbukti positif memiliki antibodi terhadap
virus MERS-CoV, yang mengindikasikan bahwa onta-onta ini pernah terinfeksi
virus MERS-CoV. Baru-baru ini, ahli virologi bernama Norbert
Nowotny dan Jolanta Kolodziejek dari Institute of
Virology menemukan bahwa virus yang menginfeksi pasien MERS dan virus pada
onta yang berasal dari daerah yang sama dengan pasien memiliki rangkaian RNA
yang hampir identik. Hal ini menunjukkan bahwa virus yang sama bisa menginfeksi
onta maupun manusia. Namun menarik juga penemuan bahwa RNA virus korona dari
daerah yang berbeda ternyata berbeda. Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada
strain coronavirus MERS yang spesifik pada onta. Tapi yang jelas, jenis
virus korona tersebut dapat menginfeksi baik onta maupun manusia, dan
diduga bisa menyebar dari onta ke manusia.
CARA MENGOBATI MERS

Belum ada obat khusus untuk penyakit MERS.
Namun dapat diberikan terapi pendukung/suportif dan terapi untuk mengurangi
gejalanya. Misalnya demamnya diberi obat turun panas, jika sesak diberi obat
pelega nafas, oksigen, dll, disesuikan dengan kondisi pasien. Tentu
saja perlu untuk memperkuat daya tahan tubuh sehingga dapat turut melawan dan
mematikan virus yang menginfeksi.
Penderita Mers

Penyakit ini dapat dicegah dengan selalu
menjalankan pola hidup yang bersih dansehat, diantaranya yaitu mengkonsumsi
makanan yang bergizi dan higienis, beristirahat yangcukup, rajin berolahraga,
selalu mencuci tangan dengan sabun menggunakan air mengalir,memakai masker atau
menutup mulut dan hidung saat mengalami flu dan usahakan untuktidak berada di
luar rumah untuk sementara untuk mencegah penularan terhadap orang lain.
Selain
itu sering-seringlah berkunjung ke dokter untuk melakukan cek kesehatan
terutama jika mengalami gejala penyakit seperti batuk, demam, dan kesulitan bernapas dalam jangka
waktu empat belas hari khususnya jika dalam waktu dekat akan berkunjung ke
tempat wabahMERS berada periksalah ke dokter setiap 6 minggu sekali dan
melakukan vaksinasimeningitis terlebih dahulu.
Namun sampai saat ini belum ada vaksin atau obat yang dapat menyembuhkan penyakit
ini, yang ada hanyalah obat untuk meringankan gejala atau
akibat yang ditimbulkandari penyakit MERS. Salah satu cara mengobati MERS
adalah dengan pemberian obat vaksinuntuk pengobatan hepatitis C yang secara
klinis telah teruji mampu mengurangi frekuensi pertambahan replica virus MERS di dalam tubuh yang diujikan terhadap 6 kera yang telahterinfeksi
penyakit MERS.Vaksin untuk hepatitis C ini merupakan perpaduan antara obat
interferon-alpha 2bdan ribavirin yang hanya digunakan sebagai tahapan
awal pengobatan pada infeksi MERS.
Vaksin Vit C
Pada dasarnya penyakit MERS ini dapat sembuh
dengan sendirinya bila dilakukan perawatan yang mendukung terhadap
kondisi pasien yang dikarenakan adanya batasan virusMERS. Jika
kondisi pasien mendukung untuk penyembuhan sampai saat batas virus ini tibamaka
penyakit ini dapat sembuh, namun kenyataannya banyak pasien yang tidak
tertolongkarena tidak kuatnya kondisi tubuh untuk mencapai masa batas virus
yang dikarenakan virusini menyerang system kekebalan tubuh sehingga banyak yang
mengalami komplikasi penyakit lainnya seperti pneumonia dan bronkhitis yang mempercepat pengrusakan imuntubuh
sampai tidak kuat lagi menahan hingga akhirnya meninggal dunia.Virus ini tidak
mudah menular jika hanya bersimpangan. Mers-Cov berpeluang besarmenular pada
kontak yang intens, seperti keluarga dari pengidap yang tinggal serumah,
atautenaga medis yang merawat pengidap.
BAB V
PENUTUP
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil pencarian sumber informasi
dari beberapa artikel, berikut adalah beberapa poin yang dapat
disimpulkan. Penyakit Mers (Middle Eastern Respiratory Syndrome Corona Virus)
adalah penyakit saluran pernafasan yang sangat berbahaya dan dapat menyebabkan
kematian, Corona virus adalah keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit
pada manusiadan hewan. Pada orang, corona virus dapat menyebabkan penyakit
mulai dalam tingkat keparahan seperti flu biasa hingga Sindroma Pernapasan Akut
atau SARS. Sampai saat ini, masih terus dilakukan investigasi mengenai pola
penularan MERS-Cov, karena telah ditemukan adanya penularan dari manusia ke
manusia yang saling kontak dekat dengan penderita. Belum diketahui dengan jelas
asal mula virus ini menyebar, namun, beberapa penelitimenduga bahwa penyebaran
virus berasal dari salah satu jenis Kelelawar yang banyak ditemukan di kawasan
Timur Tengah.
Penyakit ini dapat dicegah dengan selalu
menjalankan pola hidup yang bersih dansehat, diantaranya yaitu mengkonsumsi
makanan yang bergizi dan
higienis, beristirahat yang cukup, rajin berolahraga, selalu mencuci tangan dengan sabun
menggunakan air mengalir, memakai masker atau menutup mulut dan hidung saat
mengalami flu dan usahakan untuk tidak berada di luar rumah untuk sementara
untuk mencegah penularan terhadap orang lain. Jika dalam waktu dekat akan
berkunjung ke tempat wabah MERS berada periksalah ke dokter setiap 6 minggu
sekali dan melakukan vaksinasi meningitis terlebih dahulu.
Namun sampai saat ini belum ada vaksin atau obat yang dapat menyembuhkan penyakit ini, yang ada hanyalah obat untuk meringankan gejala atau akibat yangditimbulkan
dari penyakit MERS. Salah satu cara mengobati MERS adalah
dengan pemberian obat vaksin untuk pengobatan hepatitis C yang secara klinis telah teruji
mampu mengurangi frekuensi pertambahan replica virus MERS di dalam tubuh
DAFTAR PUSTAKA
http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/14/05/13/n5im4i-penanganan-merscov- jangan-resahkan-masyarakat.
http://askep-net.blogspot.com/2014/05/penyebab-tanda-gejala-virus-mers-cov.html#sthash.KB6DFnpO.dpuf


Tidak ada komentar:
Posting Komentar