LAPORAN OBSERVASI
PENGARUH SANITASI BURUK TERHADAP
PENYAKIT DIARE

Penyusun
:
Nama : Istiqomah Azzahroh
NIM :
14.15.4086
Kelas
: D/KM/II
KONSENTRASI MANAJEMEN RUMAH SAKIT
PROGAM STUDI
KESEHATAN MASYARAKAT
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN SURYA GLOBAL
YOGYAKARTA
2016
|
Puji
syukur kami ucapkan kepada Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat serta
hidayahNya, penulis dapat menyelesaikan penulisan makalah hasil observasi di
desa Papahan Karanganyar dengan tema “Pengaruh Sanitasi Buruk Terhadap Penyakit
Diare”.
Selama
peroses penulisan makalah hasil observasi ini, penulis mengalami banyak hal
terutama kekurangfokusan proses pembuatan makalah dikarenakan bertepatan dengan
liburan serta kelengkapan isi maupun sumber dari makalah ini. Dan terima kasih
kepada warga penduduk desa Papahan Karanganyar yang telah bersedia memberikan
penjelasan dan keterangan sebagai pelengkap isi observasi yang penulis lakukan.
Akhiranya penulis menyadari bahwa
dalam penyusunan laporan observasi masih banyak kekurangan. Karena keterbatasan
kemampuan dan pengetahuan, untuk itu kritik dan saran yang membangun dari
pembaca sangat diharapkan demi kesempurnaan laporan ini. Demikian kata
pengantar ini penulis buat, semoga dapat bermanfaat, khsusnya bagi penulis dan
pembaca pada umumnya.
Semoga
karya kecil ini dapat memberikan kontribusi secara bermakna dalam pengenalan
lebih mendalam tentang pentingnya kesehatan dengan lebih memperhatikan sanitasi
lingkungan sesuai poin-poin yang telah dijelaskan.
Yogyakarta,
6 Februari 2016
|
KATA
PENGANTAR............................................................................ i
DAFTAR
ISI.......................................................................................... ii
BAB
I. PENDAHULUAN.................................................................... 1
A. Profil Desa ................................................................................... 1
B. Latar Belakang............................................................................. 5
BAB
II. TINJAUAN PUSTAKA.......................................................... 7
A. Teori Ilmu Kesehatan Masyarakat ............................................... 7
B. Penyakit yang Ditemukan ........................................................... 8
C. Penyebab Masalah........................................................................ 12
BAB
III. HASIL DAN PEMBAHASAN ............................................ 21
A. Hasil Observasi............................................................................. 21
B. Pembahasan.................................................................................. 23
BAB
VI. PENUTUP.............................................................................. 26
A. Kesimpulan................................................................................... 26
B. Saran............................................................................................. 26
DAFTAR
PUSTAKA............................................................................. 27
LAMPIRAN........................................................................................... 28
BAB I
PENDAHULUAN
A. Profil Desa
1.
Demografi
Desa Papahan Karanganyar
Dalam pelaksanaan pembangunan jumlah penduduk dapat
sebagai penentu arah kebijakan kegiatan desa, mengingat bahwa aset desa ini
memiliki peran ganda sebagai subyek
maupun obyek kegiatan. Struktur Penduduk berdasarkan Kelompok
Umur, Jenis Kelamin dan Penyebaran pada Wilayah sebagai berikut :
UMUR :
NO
|
KELOMPOK UMUR
|
Laki
– Laki
|
Perempuan
|
1
|
2
|
3
|
4
|
1.
|
0
– 5 tahun
|
285
|
287
|
2.
|
6 – 12 tahun
|
273
|
274
|
3.
|
13
– 18 tahun
|
285
|
285
|
4.
|
19
– 25 tahun
|
284
|
285
|
5.
|
26
– 40 tahun
|
811
|
875
|
6.
|
41
– 60 tahun
|
1.000
|
999
|
7.
|
60
tahun – ke atas
|
370
|
240
|
JUMLAH :
Jumlah Jiwa : 7.101 orang.
Jumlah Laki-laki : 3.584 orang.
Jumlah Perempuan : 3.517 orang.
Jumlah Kepala Keluarga : 1.977 orang.
Jumlah Jiwa : 7.101 orang.
Jumlah Laki-laki : 3.584 orang.
Jumlah Perempuan : 3.517 orang.
Jumlah Kepala Keluarga : 1.977 orang.
MUTASI PENDUDUK :
Datang : 91 orang.
Pindah : 138 orang.
Lahir : 101 orang.
Meninggal : 41 orang.
Datang : 91 orang.
Pindah : 138 orang.
Lahir : 101 orang.
Meninggal : 41 orang.
PENDIDIKAN
Tingkat pendidikan masyarakat dari tahun ke tahun terus
berkembang kejenjang lebih tinggi, dengan hasil Capaian dalam tahun 2012, yang lulus
dari jenjang tingkatan pendidikan sebagai berikut:
Pendidikan
Terakhir
SD/MIsederajat = 2.043 orang.
SLTP/MTS/Sedarajat = 2.254 orang.
SLTA/SMK/MA/Sedarajat = 1.469 orang.
D I – D III = 225 orang
S I / D IV = 108 orang
S II – S III =23 orang
SD/MIsederajat = 2.043 orang.
SLTP/MTS/Sedarajat = 2.254 orang.
SLTA/SMK/MA/Sedarajat = 1.469 orang.
D I – D III = 225 orang
S I / D IV = 108 orang
S II – S III =23 orang
AGAMA
NO
|
KELOMPOK AGAMA
|
Laki
– Laki
|
Perempuan
|
1
|
2
|
3
|
4
|
1.
|
ISLAM
|
3.383
|
3.303
|
2.
|
KRISTEN
|
72
|
89
|
3.
|
KATHOLIK
|
119
|
127
|
4.
|
HINDU
|
3
|
5
|
5.
|
BUDHA
|
0
|
0
|
PENYEBARAN PENDUDUK
Penyebaran penduduk desa Papahan tersebar
pada wilayah masing-masing dusun sebagaimana tersebut pada tabel:
DUSUN
|
JUMLAH PENDUDUK
|
JUMLAH KK
|
|
LAKI-LAKI
|
PEREMPUAN
|
||
1
|
2
|
3
|
4
|
Kodokan
|
472
|
443
|
265
|
Papahan
|
560
|
557
|
305
|
Ngablak
|
756
|
777
|
424
|
Pandes
|
438
|
471
|
270
|
Kalongan
Kulon
|
572
|
534
|
307
|
Kalongan
Wetan
|
370
|
381
|
208
|
Perum
GPI
|
416
|
354
|
198
|
Jumlah
|
3.584
|
3.517
|
1.977
|
Jenis Pekerjaan
PNS : 477
TNI/POLRI : 32
Karyawan Swasta : 789
Wiraswasta/Pedagang : 134
Tani : 185
Buruh Tani : 189
Pertukangan : 274
Angkutan : -
Jasa : 31
Pensiunan : 154
Lainnya : -
Jumlah :2.265
2.
Geografi
Desa Papahan Karanganyar
Desa
Papahan Kecamatan Tasikmadu Kabupaten Karanganyar secara geografis terletak di
110º 48΄ 55,12″ BT dan terletak di 7º 02΄ 27,52″ LS. Secara topografi Desa
Papahan termasuk dalam kategori Daerah dataran rendah dengan ketinggian ±50
meter dari permukaan laut (mdpl).
Adapun batas-batas wilayah Desa
Papahan Kecamatan Tasikmadu Kabupaten Karanganyar adalah sebagai berikut,
sebagaimana disajikan pada Gambar 2.1 berikut ini :
a) Sebelah Utara : Desa Ngijo, Kec. Tasikmadu
b) Sebelah Timur : Kelurahan Cangakan, Kec. Karanganyar
c) Sebelah Selatan : Kelurahan Cangakan, Kec.
Karanganyar dan Desa Jati, Kec. Jaten
d) Sebelah Barat : Desa Jaten, Kec. Jaten dan Desa Buran Kec.
Tasikmadu
Luas Wilayah
Adapun luas wilayah Desa Papahan adalah 339,905 Ha yang
terdiri dari :
a)
Tanah
sawah : 238,182 Ha
b)
Tanah
bukan sawah : 101,723 Ha
c)
Tanah
sawah seluas 238,182 Ha terdiri dari :
ü Irigasi Teknis : 58,879 Ha
ü Irigasi setengah Teknis : 78,303 Ha
ü Tadah Hujan :101,000 Ha
d) Tanah
bukan sawah seluas 101,723 Ha terdiri dari :
ü Pekarangan/bangunan : 63,490 Ha
ü Tegalan : 35,000 Ha
ü Lain-lain (sungai,jalan,makam,dll) :
3,233 Ha
Terkait
dengan administrasi pemerintahan, wilayah Desa Jatilor terbagi ke dalam wilayah
Dusun, RW dan RT. Adapun jumlah Dusun, RW dan RT sebagaimana tercantum dalam
Tabel 2.1 berikut ini :
No
|
Wilayah
Dusun
|
Jumlah
RT
|
Jumlah
RW
|
|
1
|
Kodokan
|
7
|
2
|
|
2
|
Papahan
|
11
|
3
|
|
3
|
Ngablak
|
10
|
4
|
|
4
|
Pandes
|
7
|
2
|
|
5
|
Kalongan
Kulon
|
9
|
3
|
|
6
|
Kalongan
Wetan
|
7
|
2
|
|
7
|
Perum
GPI
|
7
|
2
|
|
Jumlah
|
57
|
18
|
Tabel
2.1
B. Latar Belakang
Diare adalah suatu penyakit dengan
tanda-tanda adanya perubahan bentuk dan konsistensi dari tinja, yang melembek
sampai mencair dan bertambahnya frekwensi berak lebih dari biasanya. (3 kali
atau lebih dalam 1 hari). Penyakit diare sampai kini masih menjadi masalah
kesehatan masyarakat, walaupun secara umum angka kesakitan masih berfluktuasi,
dan kematian diare yang dilaporkan oleh sarana pelayanan dan kader kesehatan
mengalami penurunan namun penyakit diare ini masih sering menimbulkan KLB yang
cukup banyak bahkan menimbulkan kematian.
Diare merupakan salah satu masalah
kesehatan terbesar di dalam masyarakat Indonesia. Pada tahun 2003, diare akibat
kontaminasi bakteri merenggut sekitar 100.000 nyawa dan menjadi salah satu
alasan utama perawatan inap di rumah sakit Indonesia. Di Indonesia, hasil
survei yang dilakukan oleh program, diperoleh angka kesakitan Diare untuk tahun
2000 sebesar 301 per 1.000 penduduk, angka ini meningkat bila dibandingkan
dengan hasil survei yang sama pada tahun 1996 sebesar 280 per 1.000 penduduk.
Sedangkan berdasarkan laporan kabupaten/ kota pada tahun 2008 diperoleh angka
kesakitan diare sebesar 27,97 per 1000 penduduk. Sedangkan angka kesakitan
diare pada tahun 2009 sebesar 27,25%. Jauh menurun jika dibandingkan 12 tahun
sebelumnya.
Proporsi kematian akibat diare di
Indonesia adalah sekitar 3,5%. Ini membuat diare menduduki peringkat ke 13
dalam penyebab kematian semua umur. Tetapi untuk bayi berumur antara 29 hari
hingga 11 bulan, diare merupakan penyebab kematian pertama dengan persentase
sebesar 31,4%. Sedangkan untuk balita berumur 1-4 tahun, 25% meninggal akibat
diare yang berujung kepada dehidrasi. Berdasarkan hasil observasi di desa Papahan Kec.
Karanganyar penyakit yang sedang mewabah di desa tersebut adalah diare, yang
menurut penulis salah satu factor penyebabnya dikarenakan sanitasi yang buruk
dikarenakan alasan tersebut, mendorong penulis untuk melakukan study observasi
di desa Papahan Kec. Karanganyar.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
- TEORI ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
Definisi ilmu kesehatan masyarakat (bahasa Inggris: public health) menurut
profesor Winslow dari Universitas Yale (Leavel and Clark, 1958)
dari adalah ilmu dan seni mencegah penyakit, memperpanjang hidup, meningkatkan kesehatan fisik dan
mental, dan efisiensi melalui usaha masyarakat yang terorganisir untuk
meningkatkan sanitasi lingkungan, kontrol infeksi di masyarakat, pendidikan individu tentang kebersihan
perorangan, pengorganisasian pelayanan medis dan perawatan, untuk diagnosa dini, pencegahan penyakit dan pengembangan aspek sosial,
yang akan mendukung agar setiap orang di masyarakat mempunyai standar kehidupan
yang kuat untuk menjaga kesehatannya.
Ikatan Dokter Amerika, AMA, (1948) mendefinisikan Kesehatan
Masyarakat adalah ilmu dan seni memelihara, melindungi dan meningkatkan
kesehatan masyarakat melalui usaha-usaha pengorganisasian masyarakat.
Ruang Lingkup Kesehatan Masyarakat
1.
Epidemiologi
2.
Kesehatan
Lingkungan
3.
Pendidikan
Kesehatan dan Perilaku
4.
Administrasi
Kesehatan Masyarakat
5.
Gizi
Masyarakat
6.
Kesehatan
dan Keselamatan Kerja
7.
Kesehatan
Reproduksi masyarakat
8.
Sistem
Informasi Kesehatan
9.
surveilans
penyakit menular dan tidak menular
Menurut
Winslow (1920) bahwa Kesehatan Masyarakat (Public Health) adalah Ilmu dan Seni
: mencegah penyakit, memperpanjang hidup, dan meningkatkan kesehatan, melalui
“Usaha-usaha Pengorganisasi-an masyarakat “ untuk :
2) Pemberantasan penyakit-penyakit
menular
3) Pendidikan untuk kebersihan
perorangan.
4) Pengorganisasian pelayanan-pelayanan
medis dan perawatan untuk diagnosis dini dan pengobatan.
Pengembangan
rekayasa sosial untuk menjamin setiap orang terpenuhi kebutuhan hidup yang
layak dalam memelihara kesehatannya. (Notoatmodjo, 2003)
Menurut
Ikatan Dokter Amerika (1948) Kesehatan Masyarakat adalah ilmu dan seni
memelihara, melindungi dan meningkatkan kesehatan masyarakat melalui
usaha-usaha pengorganisasian masyarakat. Dari batasan ini dapat disimpulkan
bahwa kesehatan masyarakat itu meluas dari hanya berurusan sanitasi, teknik
sanitasi, ilmu kedokteran kuratif , ilmu
kedokteran pencegahan sampai dengan ilmu sosial, dan itulah cakupan ilmu
kesehatan masyarakat.
- PENYAKIT YANG DI TEMUKAN DI DESA PAPAHAN
1)
Definisi
Diare
Diare adalah Buang Air Besar
(defekasi) dengan tinja berbentuk cair atau setengah cair (setengah padat),
kandungan air tinja lebih banyak dari biasanya lebih dari 200 gram atau
200ml/24jam. Definisi lain memakai criteria frekuensi, yaitu buang air besar
encer lebih dari 3 kali/hari. Buang air besar encer tersebut dapat disertai
lender dan darah.
Menurut WHO (1990) diare adalah
buang air besar encer atau cair lebih darui tiga kali sehari. Diare akut adalah
diare yang yang awalnya mendadak dan berlangsung singkat, dalam beberapa jam
atau hari.
2)
Etiologi
diare
2.1. infeksi bakteri
Beberapa jenis bakteri dapat
termakan melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi dan menyebabkan diare
seperti campylobacter, salmonella shigella dan Escherichia coli.
2.2. Infeksi Virus
Virus yang menyebabkan diare yaitu
rota virus, Norwalk, cytomegalovirus, virus herpes simplex dan virus hepatitis.
2.3. Intoleransi Makanan
Factor makanan misalnya makanan
basi, beracun,atau alergi terhadap makanan.penularan melalui kontak dengan
tinja yang terinfeksi secara langsung,seperti:
·
makanan
dan minuman yang sudah terkontaminasi,baik yang sudah dicemari oleh serangga
atau terkontaminasi oleh tangan yang kotor.
·
Penggunaan
sumber air yang sudah tercemar dan tidak memasak air dengan benar.
·
Tidak
mencuci tangan dengan bersih setelah buang air besar.
2.4. Parasit
Masuk dalam tubuh melalui makanan
minuman yang kotor dan menetap dalam system pencernaan seperti giardia lamblia,
entamoeba histolytica dan cryptosporidium.
2.5. Reaksi Obat
Seperti antibiotic, obat-obatan,
tekanan darah dan antasida mengandung magnesium.
2.6. Penyakit
Inflamasi
Penyakit inflamasi usus atau
penyakit abdominalis gangguan fungsi usus seperti sindroma iritasi usus
dimana usus tidak dapat bekerja secara normal.
3)
Patofisiologi
Diare
Mekanisme dasar yang menyebabkan timbulnya diare adalah:`
3.1. Gangguan Osmotic
Akibat
terdapatnya makanan atau zat yang tidak dapat diserap akan menyebabkan tekanan
osmotic meninggi, sehingga terjadi pergeseran air dan elektrolit kedalam rongga
usus yang berlebihan ini akan merangsang usus untuk mengeluarkannya sehingga
timbul diare.
3.2. Gangguan Sekresi
Akibat
rangsangan tertentu (misalnya toksin) pada dinnding usus akan terjadi
peningkatan sekresi air dan elektrolit kedalam rongga usus dan
selanjutnya diare timbul karena terdapat peningkatan isi rongga usus
3.3. Gangguan Motalitas Usus
hiperperistaltik akan mengakibatkan
berkurang nya kesempatan usus untuk menyerap makanan \,sehingga timbul
diare,sebaliknya jika peristaltik menurun akan mengakibatkan bakteri tumbuh
berlebihan yang selanjutnya akan menimbulkan diare.
4)
Faktor
Terjadinya Diare
Setelah melakukan observasi di desa
Papahan Kec. Karanganyar adapun factor-faktor yang mempengaruhi penyakit diare
antara lain:
a. kebiasaan prilaku
b. sanitasi lingkungan
c. status social ekonomi
d. status gizi
5)
Penularan
·
Kontak
langsung dengan penderita
·
Makanan
yang tercemar
·
Air
minum yang tercemar
6)
Pencegahan
Diare
·
Mencuci
tangan pakai sabun dengan benar pada lima waktu penting :1)sebelum makan,
2)setelah buang air besar, 3)sebelum memegang makanan, 4)setelah menceboki anak
dan 5)sebelum menyiapkan makanan.
·
Meminum
air minum sehat,atau air yang telah diolah, antara lain dengan cara merebus,
pemanasan dengan sinar matahari atau proses klorinasi.
·
Pengolahan
sampah yang baik supaya makanan tidak tercemar serangga (lalat, kecoa, kutu,
lipas dan lain-lain)
·
Membuang
air besar dan air kecil pada tempat nya, sebaik nya menggunakan jamban dengan
tangki septic.
·
Bayi
yang minum susu botol lebih mudah diserang diare dari pada bayi yang disusui
ibunya, tetaplah anak disusui walaupun anak menderita diare.
·
Perhatikan
kebersihan dan gizi yang seimbang.
·
Imunisasi
campak.
- PENYEBAB MASALAH
Epidemiologi sebagai suatu ilmu berkembang dari waktu
kewaktu. Perkembangan itu dilatar belakangi oleh beberapa hal, sebagai berikut:
a.
Tantangan
zaman dimana terjadi perubahan masalah dan perubahan pola penyakit. Sewaktu
jaman John Snow epidemiologi mengarahkan dirinya untuk masalah infeksi dan
wabah. Dewasa ini telah terjadi perubahan pola penyakit kearah penyakit tidak
menular. Dan epidemiologi tidak hanya diperhadapkan dengan masalah penyakit
semata, tetapi juga hal-hal lain baik yang berkaitan langsung ataupun tidak
langsung dengan penyakit/kesehatan, serta masalah non kesehatan.
b.
Perkembangan
ilmu pengetahuan lainnya. Pengetahuan klinik kedokteran berkembang begitu pesat
disamping perkembangan ilmu-ilmu lainnya seperti biostatistik, administrasi,
dan ilmu perilaku (behavior science). Perkembangan ilmu ini juga
merupakan angin segar untuk perkembangan epidemiologi.
Dengan demikian terjadilah perubahan dan perkembangan pola
pikir para ahli kesehatan masyarakat dari masa kemasa. Sesuai dengan kondisi
zaman dimana mereka berada.
v Teory Terjadinya Penyakit
1)
Epidemiologi Triangle
Menurut John Gordon dan La Richt
(1950), model ini menggambarkan interaksi tiga komponen penyebab penyakit,
yaitu manusia (Host), penyebab (Agent), dan lingkungan (Environment).
Gordon berpendapat bahwa :
a) Penyakit timbul
karena
ketidakseimbangan antara agent (penyebab) dan manusia (host)
b) Keadaan
keseimbangan bergantung pada sifat alami dan karakteristik agent dan host (baik
individu/kelompok)
c) Karakteristik
agent dan host akan mengadakan interaksi, dalam interaksi tersebut akan
berhubungan langsung pada keadaan alami dari lingkungan (lingkungan fisik,
sosial, ekonomi, dan biologis)
Untuk memprediksi pola penyakit, model
ini menekankan perlunya analisis dan pemahaman masing-masing komponen. Penyakit
dapat terjadi karena adanya ketidakseimbangan antara ketiga komponen tersebut.
Model ini lebih di kenal dengan model triangle epidemiologi atau triad
epidemologi, dan cocok unutk menerangka penyebab penyakit infeksi.
Sebab peran Agent (mikroba) mudah diisolasi dengan jelas dari
lingkungannya.
Menurut model ini perubahan salah satu
komponen akan mengubah keseimbangan interaksi ketiga komponen yang akhirnya
berakibat bertambah atau berkurangnya penyakit. Hubungan antara ketiga komponen
terseut digambarkan seperti tuas pada timbangan. Host dan Agent berada di ujung
masing-masing tuas, sedangkan environment sebagai penumpunya.
Faktor penyebab penyakit ada 3 antara lain:
1. Agen Penyakit
Agen penyakit dapat berupa benda hidup atau mati dan faktor
mekanis, namun kadang-kadang untuk penyakit tertentu, penyebabnya tidak
diketahui seperti pada penyakit ulkus peptikum, penyakit jantung koroner dan
lain-lain.
Agen penyakit dapat
diklasifikasikan menjadi lima kelompok yaitu:
v Agen Biologis
Virus, bakteri, fungi, riketsia,
protozoa dan metazoa.
v Agen Nutrisi
Protein, lemak, karbohidrat, vitamin, mineral dan lainnya.
v Agen Fisik
Panas,
radiasi, dingin, kelembaban, tekanan, cahaya dan kebisingan.
v Agen Kimiawi
Dapat
bersifat endogen seperti asidosis, diabetes (hiperglikemia), uremia dan
bersifat eksogen seperti zat kimia, alergen, gas, debu dan lainnya.
v Agen Mekanis
Gesekan,
benturan, pukulan yang dapat menimbulkan kerusakan jaringan pada tubuh host
(pejamu).
2.
Manusia/Pejamu
Faktor manusia sangat kompleks dalam proses terjadinya
penyakit dan tergantung pada karakteristik yang dimiliki oleh masing-masing
individu.
Karakteristik tersebut antara lain:
(a) Umur
Menyebabkan adanya perbedaan penyakit yang diderita seperti
penyakit campak pada anak-anak, penyakit kanker pada usia pertengahan dan
penyakit aterosklerosis pada usia lanjut.
(b) Jenis Kelamin
Frekuensi penyakit pada laki-laki lebih tinggi dibandingkan
pada wanita dan penyakit tertentu seperti penyakit pada kehamilan serta
persalinan hanya terjadi pada wanita sebagaimana halnya penyakit hipertrofi
prostat hanya dijumpai pada laki-laki.
(c) Ras
Hubungan antara ras dan penyakit tergantung pada tradisi,
adat istiadat dan perkembangan kebudayaan. Terdapat penyakit tertentu yang
hanya dijumpai pada ras tertentu seperti fickle cell anemia pada ras Negro.
(d) Genetik
Ada penyakit tertentu yang diturunkan secara herediter
seperti mongolisme, fenilketonuria, buta warna, hemofilia dan lain-lain.
(e) Pekerjaan
Status pekerjaan mempunyai hubungan erat dengan penyakit
akibat pekerjaan seperti keracunan, kecelakaan kerja, silikosis, asbestosis dan
lainnya.
(f) Status Nutrisi
Gizi yang buruk mempermudah sesorang menderita penyakit
infeksi seperti TBC dan kelainan gizi seperti obesitas, kolesterol tinggi dan
lainnya.
(g) Status Kekebalan
Reaksi tubuh terhadap penyakit tergantung pada status
kekebalan yang dimiliki sebelumnya seperti kekebalan terhadap penyakit virus
yang tahan lama dan seumur hidup. contoh : campak
(h) Adat-Istiadat
Ada beberapa adat-istiadat yang dapat menimbulkan penyakit
seperti kebiasaan makan ikan mentah dapat menyebabkan penyakit cacing hati.
(i) Gaya hidup
Kebiasaan minum alkohol, narkoba dan merokok dapat
menimbulkan gangguan pada kesehatan.
(j) Psikis
Faktor kejiwaan seperti emosional, stres dapat menyebabkan
terjadinya penyakit hipertensi, ulkus peptikum, depresi, insomnia dan lainnya.
3. Lingkungan
Lingkungan hidup manusia pada dasarnya terdiri dari dua
bagian, yaitu lingkungan hidup internal berupa keadaan yang dinamis dan
seimbang yang disebut hemostasis, dan lingkungan hidup eksternal di luar tubuh
manusia.
Lingkungan hidup eksternal ini terdiri dan tiga komponen
yaitu:
1. Lingkungan Fisik
Bersifat abiotik atau benda mati seperti air, udara, tanah,
cuaca, makanan, rumah, panas, sinar, radiasi dan lain-lain. Lingkungan fisik
ini berinteraksi secara konstan dengan manusia sepanjang waktu dan masa, serta
memegang peran penting dalam proses terjadinya penyakit pada masyarakat,
seperti kekurangan persediaan air bersih terutama pada musim kemarau dapat
menimbulkan penyakit diare.
2. Lingkungan biologis
Bersifat biotik atau benda hidup seperti tumbuh-tumbuhan,
hewan, virus, bakteri, jamur, parasit, serangga dan lain-lain yang dapat
berfungsi sebagai agen penyakit, reservoar infeksi, vektor penyakit atau pejamu
(host) intermediate. Hubungan manusia dengan lingkungan biologisnya bersifat
dinamis dan bila terjadi ketidakseimbangan antara hubungan manusia dengan
lingkungan biologis maka manusia akan menjadi sakit.
3. Lingkungan sosial
Berupa kultur, adat istiadat, kebiasaan, kepercayaan, agama,
sikap, standar dan gaya hidup, pekerjaan, kehidupan kemasyarakatan, organisasi
sosial dan politik. Manusia dipengaruhi oleh lingkungan sosial melalui berbagai
media seperti radio, TV, pers, seni, literatur, cerita, lagu dan sebagainya.
Bila manusia tidak dapat menyesuaikan dirinya dengan lingkungan sosial, maka
akan terjadi konflik kejiwaan dan menimbulkan gejala psikosomatik seperti
stres, insomnia, depresi dan lainnya.
2)
The
Web Of Causation (Jaring-Jaring Sebab Akibat)
Teori jaring-jaring sebab akibat ini
ditemukan oleh Mac Mohan dan Pugh (1970). Teori ini sering disebut
juga sebagai konsep multi factorial. Dimana teori ini menekankan bahwa suatu
penyakit terjadi dari hasil interaksi berbagai faktor. Misalnya faktor interaksi
lingkungan yang berupa faktor biologis, kimiawi dan sosial memegang peranan
penting dalam terjadinya penyakit.
Menurut model ini perubahan dari
salah satu faktor akan mengubah keseimbangan antara mereka, yang berakibat
bertambah atau berkurangnya penyakit yang bersangkutan. Menurut model ini,
suatu penyakit tidak bergantung pada satu sebab yang berdiri sendiri melainkan
sebagai akibat dari serangkaian proses sebab dan akibat. Dengan demikian maka
timbulnya penyakit dapat dicegah atau dihentikan dengan memotong mata rantai
pada berbagai titik. Model ini cocok untuk mencari penyakit yang disebabkan
oleh perilaku dan gaya hidup individu. (azwar, 1998)
Contoh: Jaringan sebab akibat yang
mendasari penyakit jantung koroner (PJK) dimana banyak faktor yang merupakan
menghambat atau meningkatkan perkembangan penyakit.
Beberapa dari faktor ini instrinsik
pada pejamu dan tetap (umpama LDL genotip), yang lain seperti komponen makanan,
perokok, inaktifasi fisik, gaya hidup dapat dimanipulasi.
Kerangka konseptual
3)
Teori
Roda (The Well Of Causation)
Seperti halnya dengan model jaring-jaring sebab akibat,
model roda memerlukan identifikasi dari berbagai faktor yang berperan dalam
timbulnya penyakit dengan tidak begitu menekankan pentingnya agen. Disini
dipentingkan hubungan antara manusia dengan lingkungan hidupnya. Besarnya
peranan dari masing-masing lingkungan bergantung pada penyakit yang
bersangkutan. (Notoatmodjo, 2003)
Sebagai contoh peranan lingkungan sosial lebih besar dari
yang lainnya pada stress mental, peranan lingkungan fisik lebih besar dari
lainnya pada sunburn, peranan lingkungan biologis lebih besar dari lainnya pada
penyakit yang penularannya melalui vektor (vektor borne disease) dan
peranan inti genetik lebih besar dari lainnya pada penyakit keturunan.
(Notoatmodjo, 2003)
Dengan model-model tersebut diatas hendaknya ditunjukkan
bahwa pengetahuan yang lengkap mengenai mekanisme-mekanisme terjadinya penyakit
tidaklah diperuntukkan bagi usaha-usaha pemberantasan yang efektif.
(Notoatmodjo, 2003)
Oleh karena banyaknya interaksi-interaksi ekologis maka
seringkali kita dapat mengubah penyebaran penyakit dengan mengubah aspek-aspek
tertentu dari interaksi manusia dengan lingkungan hidupnya tanpa intervensi
langsung pada penyebab penyakit. (Notoatmodjo, 2003)
Model ini menggambarkan hubungan manusia dengan
lingkungannya sebagai roda. Roda tersebut terdiri atas manusia dengan substansi
genetik pada bagian intinya, dan komponen lingkungan biologi, social, fisik
mengelilingi penjamu. Ukuran komponen roda bersifat relative, tergantung
problem spesifik penyakit yang bersangkutan. Contoh pada penyakit herediter
tentunya proporsi inti genetik relative besar, sedang pada penyakit campak
status imunitas penjamu dan lingkungan biologik lebih penting daripada faktor
genetik.
Peranan lingkungan sosial lebih besar dari yang lainnya
dalam hal strees mental, sebaliknya pada penyakit malaria peran lingkungan
biologis lebih besar.
BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Observasi
Menurut hasil observasi penulis
terhadap masyarakat desa Papahan Karanganyar factor yang mempengaruhi penyakit
diare antara lain kebiasaan prilaku , sanitasi lingkungan, status social
ekonomi dan status gizi.
Dari hasil observasi diperoleh
hubungan antara factor kebiasaan prilaku, sanitasi lingkungan, status social
ekonomi, dan status gizi terhadap penyakit diare pada masyarakat desa Papahan
Karanganyar.
3.1 Hubungan antara factor kebiasaan
prilaku dengan penyakit diare
Dari hasil observasi pada masyarakat
desa Papahan Karanganyar dapat diketahui bahwa adanya hubungan antara factor
kebiasaan prilaku dengan penyakit diare.
Hal ini dapat kita lihat dari
sebagian besar masyarakat desa Papahan Karanganyar, Kebiasaan prilaku yang
tidak baik dipengaruhi oleh pengetahuan mereka yang masih kurang tentang
kesehatan,seperti contoh lain nya mencuci tangan dalam lima waktu penting yaitu
1)sebelum makan, 2)setelah BAB, 3)sebelum memegang bayi, 4)setelah menceboki
anak, 5)sebelum menyiapkan makanan.
3.2 Hubungan antara faktor sanitasi
linkungan dengan penyakit diare
Dari hasil observasi pada masyarakat
desa Papahan Karanganyar dapat diketahui bahwa adanya hubungan antara sanitasi
lingkungan dengan penyakit diare.
Di daerah yang kumuh yang padat
penduduk, sanitasi yang jelek penyakit mudah menular,di desa Papahan ini masih banyak
sampah-sampah yang terletak dibelakang rumah.
3.3 Hubungan antara factor status
social ekonomi dengan penyakit diare.
Dari hasil observasi pada masyarakat
desa Papahan Karanganyar dapat diketahui bahwa adanya hubungan antara status
social ekonomi dengan penyakit diare.
Status social ekonomi yang rendah
akan mempengaruhi status gizi anggota keluarga. Hal ini nampak dari
ketidakmampuan ekonomi sebagian keluarga masyarakat desa Papahan untuk memenuhi
kebutuhan gizi keluarga khusus nya pada anak balita sehingga mereka cenderung
memiliki status gizi kurang bahkan status gizi buruk yang memudahkan balita
terkena diare.
3.4 Hubungan Antara Factor Status
Gizi Dengan Penyakit Diare
Dari hasil observasi pada masyarakat
desa Papahan Karanganyar dapat diketahui bahwa adanya hubungan antara status
gizi dengan penyakit diare.
Status gizi mempengaruhi sekali pada
penyakit diare, di desa Papahan ini banyak anak yang kurang gizi, karena
pemberian makanan yang kurang episode diare akut lebih berat, barakhir lebih lama
dan lebih sering. Kemungkinan terjadi nya diare persisten juga lebih sering dan
disentry lebih berat, resiko meninggal akibat diare persisten / disentry sangat
meningkat bila anak sudah kurang gizi.
B. Pembahasan
Untuk menyelesaikan masalah
kesehatan di desa Papahan Karanganyar penulis menggunaka teori segitiga
epidimiologi.
Menurut John Gordon dan La Richt
(1950), model ini menggambarkan interaksi tiga komponen penyebab penyakit,
yaitu manusia (Host), penyebab (Agent), dan lingkungan (Environment).
1.
Agen
Penyakit
Agen penyakit dapat berupa benda hidup atau mati dan faktor
mekanis, namun kadang-kadang untuk penyakit tertentu, penyebabnya tidak
diketahui seperti pada penyakit ulkus peptikum, penyakit jantung koroner dan
lain-lain. Agen penyakit di desa Papahan Karanganyar antara lain :
v Agen Biologis
Virus, bakteri, fungi, riketsia, protozoa dan metazoa.
v Agen Nutrisi
Protein, lemak, karbohidrat, vitamin, mineral dan lainnya.
v Agen Fisik
Panas,
radiasi, dingin, kelembaban, tekanan, cahaya dan kebisingan.
v Agen Kimiawi
Endogen
seperti asidosis, diabetes (hiperglikemia), uremia dan bersifat eksogen seperti
zat kimia, alergen, gas, debu dan lainnya.
v Agen Mekanis
Gesekan,
benturan, pukulan yang dapat menimbulkan kerusakan jaringan pada tubuh host
(pejamu).
2. Manusia/Pejamu
Faktor manusia sangat kompleks dalam proses terjadinya
penyakit dan tergantung pada karakteristik yang dimiliki oleh masing-masing
individu. Karakteristik tersebut antara lain: Umur, jenis kelamin, ras,
genetic, pekerjaan, status gizi, status kekebalan, adat istiadat, gaya hidup,
psikis. Adapun faktor penyebab masalah kesehatan yakni diare yang sedang
mewabah di desa Papahan Karanganyar dikarenakan :
¨
Gaya
Hidup
Kebiasaan
prilaku yang tidak baik dipengaruhi oleh pengetahuan mereka yang masih kurang
tentang kesehatan,seperti contoh lain nya mencuci tangan dalam lima waktu
penting yaitu
Ø sebelum makan,
Ø setelah BAB,
Ø sebelum memegang bayi,
Ø setelah menceboki anak,
Ø sebelum menyiapkan makanan.
¨
Pekerjaan
Mayoritas penduduk desa Paspahan
bekerja sebagai pegawai pabrik, kemungkinan besar kurang memperhatikan masalah
kebersihan tangan sebelum makan di jam istirahat sehingga menyebabkan
kuman-kuman yang masih bermukim di tangan, akhirnya dapat menimbulkan penyakit
diare.
3. Lingkungan
Lingkungan dengan sanitasi yang
buruk akan beresiko tinggi penyebab terjadinya masalah kesehatan masyarakat
yang salah satunya diare. Berdasarkan pengamatan penulis, di daerah yang kumuh
yang padat penduduk, sanitasi yang jelek penyakit mudah menular, di desa
Papahan ini masih banyak sampah-sampah yang berserakan di belakang rumah.
Semakin banyaknya penduduk maka akan semakin banyak sampah yang dihasilkan,
sehingga semakin tidak terkontrol pengolahan sampah di desa tersebut.
BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
- Menurut data Badan kesehatan Dunia (WHO) diare adalah buang air besar encer atau cair lebih dari tiga kali sehari dan diare adalah penyebab nomor satu kematian diseluruh dunia.sementara UNICEF (Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk urusan anak )memperkirakan bahwa, setiap 30 detik ada satu anak yang meninggal dunia karena diare.
- Menurut observasi yang telah di lakukan penyakit yang sedang mewabah di desa Papahan Karanganyar adalah diare
- Hasil observasi pada masyarakat di desa Papahan Karanganyar menunjukkan bahwa adanya hubungan antara kebiasaan prilaku, sanitasi lingkungan, status social ekonomi, status gizi dengan penyakit diare.
B. Saran
- Untuk menanggulangi penyakit diare terhadap masyarakat desa Papahan dan seluruh masyarakat desa di wilayah Karanganyar kepada kepala desa diharapkan dapat membina dan mempererat kerja sama dengan dinas kesehatan setempat dan masyarakat desa Papahan khususnya serta seluruh masyarakat di wilayah Karanganyar.
- Diharapkan kepada seluruh masyarakat desa Papahan agar lebih memperhatikan kesehatannya serta didukung oleh pelayanan dan penyuluhan kesehatan oleh tenaga kesehatan di Karanganyar sehingga mampu merubah kebiasaan prilaku yang tidak baik, dan lebih memperhatikan sanitasi lingkungan mereka.
- Biasakanlah untuk selalu hidup sehat agar kita tidak terkena diare.
- Tingkatkan kesehatan baik individu maupun lingkungan, agar tidak terserang penyakit.
- Cucilah tangan sebelum dan sesudah makan.
DAFTAR PUSTAKA
Aprilia. 2014. https://apriliasakari.blogspot.co.id/2014/01/jaring-jaring-penyebab.html
Widjaja. 2007. Penyakit Tropis,
Epidemiologi, Penularan, Pencegahan Dan Pemberantasannya. Jakarta:
Erlangga.
LAMPIRAN









Tidak ada komentar:
Posting Komentar