Jumat, 04 Desember 2015

Love You



Wahai engkau, wanita yang menjaga nafasku selama 19 tahun, rasanya kecupan manis dan ucapan terima kasih seribu kali pun tak akan pernah bisa membayarlunas budimu selama ini..kasih sayangmu seperti air hujan yang seakan tak pernah habis memberi kesegaran bagi bumi, menetes dan selalu mengalir dalam setiap langkah hidupku,,tanpa belai kasih sayangmu aku adalah pohon gersang yang daunnya berguguran.
bagiku engkau lebih dari pelangi yang melukiskan indah. Kau warnai hidupku yang keabu-abuan menjadi hijau kuning dan merah.
wahai engkau wanita yang tak pernah bosan dan lelah menyingsingkan lengan demi  memasakkan makanan kesukaanku,,mungkin aku adalah fans pertama yang mengagumi kesabaranmu. Kesabaranmu yang tak terbatas untuk menghadapi anak yang selalu menggoreskan luka di hatimu hingga membuat pipimu basah, dan naik darah.Tapi anehnya engkau tak marahiku,. .. terkadang aku bertanya-tanya dalam hati; terbuat dari apakah hatimu? Mengapa engkau begitu ringan untuk memaafkan?.Karena sikapmu yang mudah memaafkan dan mudah melupakan kesalahan, dari situlah aku belajar untuk tidak menjadi orang pendendam.
wahai engkau wanita yang tak pernah mengeluh untuk memasang badan paling depan ketika aku sakit, sampai kapan pun didikan dan nasihatmu akan selalu tertancap dalam dasar hatiku. tanpa didikanmu, mungkin aku akan terusberjalan di atas rel kebodohan, tanpa petuah dan nasihatmu , mungkin aku tak selantang ini melangkahkan kaki melewati kerikil-kerikil kehidupan yang tajam
wahai engkau madrasah pertama dalam hidupku, terima kasih atas didikanmu yang sempurna, kau ajarkan aku tentang ketauhid’an, hingga aku mengenal Allah. kau ajarkan aku tentang akhlak hingga membuka mataku bahwa akhlak itu seperti cermin. Sehingga perlakuan orang terhadap terhadapku sebanding lurus dengan perlakuanku terhadap orang lain.dari situlah bu, aku belajar untuk selalu berusaha merendahkan sayap terhadap sesama. ibu dulu hatiku sering protes karena kehendakmu tidak sesuai dengan apa yang aku mau. sekarangaku tau alasan kenapa engkau didikaku dengan tidak kenyamanan, jawabannya pasti karena engkau sayang padaku kan bu? Ya! agar aku tidak menjadi pribadi yang cengeng, agar aku tidak menjadi manja karena selalu dinina bobokan oleh kenyamanan. Karena aku tahu dunia ini penuh dengan badai kehidupan,jika aku tak setegar karang, aku akan mudah terombang ambing dalam gelombang kehidupan
wahai engkau wanita yang tak pernah absenku sebut dalamdoa-doa panjangku.. kebaikanmu laksana jantung yang tak pernah pamrih untuk berdenyut. .nasihatmu adalah tulang sendi yang mampu membuatku berdiri setegap ini. Ibu ,Dalam tiap fase hidupku, ada kasih sayangmu. dalam darahku, mengalir darahmu.
Ibu..ku ucapkan terima kasih yang tak terhingga karena telah sabar merawat, mendidik, membesarkan, dan membersamaiku dalam naik turunnya kehidupan. Terim kasih sudah menjadi selimut ternyaman bagiku. maafkan anakmu ini belum bisa membalas kebaikanmu. Maafkan anakmu ini yang belum bisa bermetamorfosis menjadi seperti apa yang engkau pinta.
by : DM

Kamis, 03 Desember 2015

Seberkas Cahaya

Nikmat memang membuat kita merasa jumawa.
 Pesonanya yg menggiurkan mampu menggelincirkan jiwa pada ketidakberdayaan.
 Terombang-ambing dalam pusaran zaman,tenggelam dalam lautan yang memabukkan. Menghabiskan waktu pada perburuan tidak jelas yang selalu gagal menjawab kata tanya, sebab ia hanyalah jebakan fatamorgana belaka!
Lalu.. sampai kapan kita paham nikmat hidup bukanlah sekedar makan enak, tempat tinggal megah, kendaraan mewah, dan segala macam atribut dunia?
 Sampai kapan kita menyadari bahwa nikmat-nikmat tersebut bukan berarti tanpa konsekuensi? Sedang argo umur kian bertambah seiring berjalnnya waktu.
 Lantas apakah kita rela tergilas oleh waktu secara sia-sia?
Seperti kata pepatah....
 apa yg kita tanam berbanding lurus dgn apa yg kita tuai.
 Durian tak akan tumbuh dr benih bayam.. rizky berlimpah tk akan jatuh ke pangkuan org yg malas-malasan- atas kehendakNya. .
 setiap detail kehidupan adalah benang merah, tersorot jelas oleh Sang Maha Teliti di atas langit sana..
Sebab kita tahu hidup hakikatnya adalah sebuah kompetisi, bersaing demi mengharap ridho Illahi, yang kalah akan binasa dilemparkan ke dalam sebuah ruang hampa dengan intensitas derita nya tanpa jeda dan tanpa koma, sedangkan sang juara yg memeluk tiket akan mendapat tepukan tangan dan akan diantarkan dalam alam damai nan permai yang tak bisa diterjemahkan kenikmatannya. Sedangkan tiket untuk memasuki Jannah-Nya tersebut bukanlah sembarang tiket.
dibutuhkan seni untuk meraihnya sebab air putih yg keruh tak akan menjadi putih lg dgn sendiriya. Karenanya ..sisa bercak hitam dari masa lalu harus segera kita putihkan ulang, sebelum lonceng kematian itu bersuara.
melakukan hal terpuji dan mulai menebar benih kebaikan, senada dengan jalan terhormat yang seharusnya kita tempuh dari dahulu!
Terus berjalan lurus ke depan untuk mendekati Sang Rahman.
 Pintu Rahmat itu akan terbuka dengan sendirinya bersamaan dgn seberkas cahaya
by : DM

muhasabah diri

Kasih sayang Allah itu unlimted. .percayakan? Allah selalu memberi apa-apa yang kita butuhkan, apa yang kita inginkan, termasu kapa-apa yang belum kita inginkan. Pernah nggak menghitung jumlah nikmat Allah itu berapa? Jika kita akan menghitung semua nikmat Allah itu tentu mustahil. Banyaknya seluruh partikel di udara ini tak sebanding dngn jumlah nikmat-Nya, kalkulator secanggih apapun tak akan pernah mampumenghitung semua nikma-tNya.. Dari kita bangun tidur, sampai kita bangun tidur lagi, jejak-jejak kenikmatan masih selalu mengiringi kehidupan kita Jadi, sudahkah kita bersyukur hari ini? Tapi bagaimana kita mampu mensyukuri kehidupan jika kita masih suka mendongak ke atas dan hoby ngebanding-bandingin kehidupan orang lain dengan kehidupan sendiri? Lihat temen smartphonenya bagus envy, liat temen punya ini itu, envy dikit dikit envy. Yap begitulah..kita terlalu sibuk menghitung-hitung apa yang belum kita miliki. Padahal cara instan bahagia adalah dengan bersyukur. Lantas sudahkah kita bijak dalam mengelola nikmat2 Allah? nikmat berupa waktu, fasilitas hidup, oksigen, dan berbagai nikamat kasatmata maupun tak kasatmata lainnya.. tanpa sadar terkadang kita masih sering meremehkan nikmat-nikmat Nya. Contoh sederhananyaaa.. kita sering memanfaatkan waktu luang yang sebnernya bisa kita manfaatkan untuk merajutamal kebaikan, malah hanya kita gunakan untuk sekedar berselancar di dunia maya. Numpang ngeksis di fesbuk, stalking twitter yang isinya gk berbobot, Hanya akan menghambat prokdutifitas gays. Sebagai manusia cerdas seharusnya kita ingin terlihat awesome di mata Allah bukan awesome di depan mnusia/public. upload foto-foto kece biar nambah fans, masang dpunyu biar d bilang cantik, bikin kicauan kerend twiit biar followersnya banyak. Tapi kalo ini yang kita inginkan sih its oke, lantas untuk apa? Dunia nggak perlu tahu bahwa kamu cantik, kamu ganteng, kamu unyu #duaaar ketika ponsel berdering krena ada bbm masuk, notification fesbuk, atau pun sms dari sang gebetan saja, spontanitas membuat kita cepet-cepet untuk meraih ponsel. Tapi kenapa ketika mendengar panggilan Allah kita pura-pura tuli dan sengaja mengabaikannya? Kita terlalu asik mengurusi ponsel yang posesif, hingga menomorduakan prioritas. Allah mengajarkan kita untuk berdoa, berharap hanya kepada-Nya,, bukan berkeluh kesah di pm, curhat di twitter, apalagi menulis harapan di dinding fesbuk demi meraihi pkcumlaud saja kita berani berkomitmen untuk study hard tiap hari, ngerjain tugas sebelum deadline, ataupun memburu perhatian dosen biar memperoleh nilaiA.. kenapa hal serupa tidak kita terapkan dalam mencari ridho-Nya? Bersungguh-sungguh bersaing dalam beramal? Kita tahu nih hidup tak sesederhana melunaskan mimpi-mimpi duniawi saja, terlalu dangkal jika tujuan kita hanyalah meraih kesuksesan duniawi.. sebab dunia ini hanyalah perjalan singkat menuju alam akhirat yang kekal... jadi libatkanlah Allah dalam setiap urusankita, jangan jantung kita yang berdetak berlalu tanpa makna. Jadikan Malaikat sebelah kanan kita sibuk mencatat amal kebaikan kita, agar kelak,, kita brekam perjalanan hidup kita di berikan dengan tangan kanan, bukan dengan tangan kiri terlebih dari belakang. selagi nafas masih berhembus, sirkulasi darah masih mengalir selama itu pula kita masih mempunyai kesempatan untuk merevisi hidup

by : DM

Senin, 16 November 2015

Kesultanan Siak Sri Inderapura

Kesultanan Siak Sri Inderapura adalah sebuah Kerajaan Melayu Islam yang pernah berdiri di Kabupaten Siak, Provinsi Riau, Indonesia. Kerajaan ini didirikan di Buantan oleh Raja Kecil dari Pagaruyung Dalam perkembangannya, Kesultanan Siak muncul sebagai sebuah kerajaan bahari yang kuat dan menjadi kekuatan yang diperhitungkan di pesisir timur Sumatera dan Semenanjung Malaya di tengah tekanan imperialisme Eropa. Jangkauan terjauh pengaruh kerajaan ini sampai ke Sambas di Kalimantan Barat, sekaligus mengendalikan jalur pelayaran antara Sumatera dan Kalimantan. Pasang surut kerajaan ini tidak lepas dari persaingan dalam memperebutkan penguasaan jalur perdagangan di Selat Malaka. Setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, Sultan Siak terakhir, Sultan Syarif Kasim II menyatakan kerajaannya bergabung dengan Republik Indonesia.

Jumat, 13 November 2015

MAWAR PUTIH



MAWAR PUTIH


Maha Karya Allah SWT yang sempurna keindahannya,
menyimpan pesona yang tak pernah pudar,
meski jutaan mata telah memandangnya
ia lebih dari indah,
melukiskan paras di pelupuk mata,
mawar putih.....
bunga istimewa yang tak tertandingi kecantikannya,
 ia semakin sempurna,
keindahannya dengan balutan aksesoris daun,tangkai & duri
sewarna dengan bunga ini,
wahai muslimah,,,
jadilah engkau seperti mawar putih berduri,
yang selalu memancarkan energi positif & menebarkan benih-benih kebaikan,
tidak mudah dipetik & bernilai jual tinggi,
hiasi dirimu dengan akhlak mulia & santun, 
karena tanpa akhlak mulia & santun,
 ibarat mawar putih tanpa tangkai dan tak beraroma,
wahai muslimah,,,,
tetap jadilah engkau mawar putih yang berduri anggun di lingkunan manapun yang slalu menginspirasi banyak orang
by : DM


Rabu, 11 November 2015

semangat!!!!!

SAUDARAKU,
Kita diciptakan oleh Allah SWT untuk beribadah kepada-Nya. Ibadah dapat berupa shalat, mengaji, membantu orang lain yang sedang kesusahan, zakat, shadaqah, dan lain-lain. Tapi kadang iman kita naik kadang juga turun. Baik itu terjadi karena kita malas atau ada gangguan lainnya. Padahal jika kita ingat mati, pasti iman kita akan selalu naik.
Setiap nafas kita adalah selangkah menuju kematian, dan kematian kita membayangi kita lebih dekat dari bayangan kita sendiri, dan akan datang Sang Pemisah ruh dengan jasad, ia adalah tamu kita yang terakhir dalam hidup ini, Malaikat Izrail as.
Ingatlah ketika tangan-tangan para kekasih mengusung kita dan menurunkan tubuh kita ke dalam lubang kubur dengan air mata kesedihan.
Saudaraku,
Tahukah keadaan kita?
seluruh tali pengikat kafan dibuka, lalu kafan yang menutup wajah dibuka, lalu tubuh ditaruh dalam posisi miring menghadap ke kanan yaitu kiblat, lalu punggung kita diganjal batu bata agar tubuh tidak terlentang lagi, yaitu tetap miring menghadap kiblat, dan wajah kita yang sudah disingkap kafannya diciumkan ke dinding kubur, agar terus wajah kita mencium tanah dinding kubur yang lembab itu.

fighting

  • *lkhlaskan niat dan bersabar
  • * Jangan lupa baca basmillah dulu
  • * Berdoa kepada Allah swt
  • * Bersih dari hadas kecil dan besar
  • * Sebaiknya menghadap kiblat
  • * Memakai pakaian putih yang bersih dan menutup aurat
  • * Jangan banyak berkata dan ketawa ketika membaca dan menghafal
  • * Memberikan perhatian sepenuhnya
  • * Jangan membaca ketika mengantuk atau menguap
  • * Berhenti membaca ketika ingin buang angin
  • * Salat dua rakaat sebelum memulai

SEBELUM MENGHAFAL
1. Mempunyai azam dan minat untuk menghafal
2. Memilih waktu yang sesuai untuk menghafal
3. Memilih tempat yang sesuai untuk menghafal
4. Berada dalam keadaan tenang
5. Tenangkan pikiran sebelum menghafal
6. Pilih sebuah jenis mushaf dan jangan ubah dengan jenis mushaf lain
7. Beristighfar, membaca selawat dan doa sebelum mulai menghafal


good luck


Minggu, 22 Februari 2015