Wahai engkau, wanita yang menjaga nafasku selama 19 tahun,
rasanya kecupan manis dan ucapan terima kasih seribu kali pun tak akan pernah bisa membayarlunas budimu selama ini..kasih sayangmu seperti air
hujan yang seakan tak pernah habis memberi kesegaran bagi bumi, menetes dan selalu mengalir dalam setiap langkah hidupku,,tanpa belai kasih sayangmu aku adalah pohon gersang
yang daunnya berguguran.
bagiku engkau lebih dari pelangi yang melukiskan indah. Kau warnai hidupku
yang keabu-abuan menjadi hijau kuning dan merah.
wahai engkau wanita yang tak pernah bosan dan lelah menyingsingkan lengan
demi memasakkan makanan kesukaanku,,mungkin aku adalah
fans pertama yang mengagumi kesabaranmu. Kesabaranmu yang
tak terbatas untuk menghadapi anak yang selalu menggoreskan luka di hatimu hingga membuat pipimu basah,
dan naik darah.Tapi anehnya engkau tak marahiku,. ..
terkadang aku bertanya-tanya dalam hati; terbuat dari apakah hatimu?
Mengapa engkau begitu ringan untuk memaafkan?.Karena sikapmu yang
mudah memaafkan dan mudah melupakan kesalahan,
dari situlah aku belajar untuk tidak menjadi orang pendendam.
wahai engkau wanita yang tak pernah mengeluh untuk memasang badan
paling depan ketika aku sakit, sampai kapan pun didikan dan nasihatmu akan selalu tertancap dalam dasar hatiku.
tanpa didikanmu, mungkin aku akan terusberjalan di atas rel kebodohan,
tanpa petuah dan nasihatmu , mungkin aku tak selantang ini melangkahkan kaki melewati kerikil-kerikil kehidupan
yang tajam
wahai engkau madrasah pertama dalam hidupku,
terima kasih atas didikanmu yang sempurna, kau ajarkan aku tentang ketauhid’an,
hingga aku mengenal Allah. kau ajarkan aku tentang akhlak hingga membuka mataku bahwa akhlak itu seperti cermin.
Sehingga perlakuan orang terhadap terhadapku sebanding lurus dengan perlakuanku terhadap
orang lain.dari situlah bu, aku belajar untuk selalu berusaha merendahkan sayap terhadap sesama.
ibu dulu hatiku sering protes karena kehendakmu tidak sesuai dengan apa yang aku mau. sekarangaku
tau alasan kenapa engkau didikaku dengan tidak kenyamanan, jawabannya pasti karena engkau sayang padaku kan bu?
Ya! agar aku tidak menjadi pribadi yang cengeng, agar
aku tidak menjadi manja karena selalu dinina bobokan oleh kenyamanan. Karena aku tahu dunia ini penuh dengan badai kehidupan,jika aku tak setegar karang,
aku akan mudah terombang ambing dalam gelombang kehidupan
wahai engkau wanita yang
tak pernah absenku sebut dalamdoa-doa panjangku.. kebaikanmu laksana jantung yang
tak pernah pamrih untuk berdenyut. .nasihatmu adalah tulang sendi yang
mampu membuatku berdiri setegap ini. Ibu ,Dalam tiap fase hidupku, ada kasih sayangmu. dalam darahku,
mengalir darahmu.
Ibu..ku ucapkan terima kasih yang tak terhingga karena telah sabar merawat,
mendidik, membesarkan, dan membersamaiku dalam naik turunnya kehidupan. Terim kasih sudah menjadi selimut ternyaman bagiku.
maafkan anakmu ini belum bisa membalas kebaikanmu. Maafkan anakmu ini yang belum bisa bermetamorfosis menjadi seperti apa yang engkau pinta.
by : DM










