MAKALAH BIOKIMIA
“HEPATITIS”
Instruktur : Sudirin, Amd

Disusun Oleh :
Nama : ISTIQOMAH
AZZAHROH
NIM
: 14.15.4086
Kelas : D/KM/II
KONSENTRASI MANAJEMEN RUMAH SAKIT
PROGAM STUDI KESEHATAN MASYARAKAT
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
SURYA GLOBAL
YOGYAKARTA
2016
KATA PENGANTAR
Alhamdulilahirabbilalamin,
puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT berkat rahmat dan karunia-Nya,
saya dapat menyelesaikan tugas penyusunan makalah Mikrobiologi yang berjudul “HEPATITIS”.
Sesuai dengan
judul yang telah disebutkan di atas, dalam makalah ini saya memaparkan mengenai pengertian
hepatitis, macam/jenis hepatitis, cara penularan penyakit hepatitis, tanda dan
gejala dari penyakit hepatitis, cara pencegahan penyakit hepatitis itu?, serta materi-materi lain yang berkaitan dengan topik tersebut.
Tujuan dari
penyusunan makalah ini, selain untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Biokimia,
juga saya susun sebagai bahan pembelajaran diskusi saya.
Namun di samping itu, kami menyadari betul bahwa dalam makalah ini masih
terdapat banyak kekurangan. Dan untuk itu saya
mengharapkan kritik dan saran yang sekiranya membangun dari para
pembaca sekalian agar kekurangan dalam makalah ini dapat diperbaiki dan
menjadi lebih sempurna untuk proses penambahan wawasan kita semua.
Yogyakarta, 14
Mei 2016
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR............................................................................ 1
DAFTAR
ISI.......................................................................................... 2
BAB
I. PENDAHULUAN.................................................................... 4
A. Latar Belakang ............................................................................ 4
B. Rumusan Masalah......................................................................... 6
C. Tujuan........................................................................................... 6
D. Kasus............................................................................................ 7
BAB
II. TINJAUAN PUSTAKA.......................................................... 8
A.
Kesehatan Secara Umum.............................................................. 8
B. Konsep Sehat Sakit....................................................................... 9
C. Teori Hepatitis............................................................................... 10
BAB
III. PEMBAHASAN ................................................................... 13
A.
Penertian Penyakit Hepatitis........................................................ 13
B. Gejala Penyakit Hepatitis............................................................. 13
C.Patofisiologi Penyakit Hepatitis.................................................... 14
D. Manifestasi Klinis Penyakit Hepatitis.......................................... 14
E. Diagnosis Keperawatan Hepatitis................................................. 15
F. Penatalaksana................................................................................ 16
G. Pengobatan Penyakit Hepatitis.................................................... 19
H. Pencegahan Penyakit Hepatitis.................................................... 20
BAB
VI. PENUTUP.............................................................................. 21
A. Kesimpulan................................................................................... 21
B. Saran............................................................................................. 22
DAFTAR
PUSTAKA............................................................................. 23
LAMPIRAN........................................................................................... 24
BAB I
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Hepatitis merupakan inflamasi dan
cedera pada hepar, penyakit ini dapat disebabkan oleh infeksi atau oleh toksin
termasuk alkohol dan dijumpai pada kanker hati. Hepatitis virus adalah istilah
yang digunakan untuk infeksi hepar oleh virus, identifikasi virus penyakit
dilakukan terus menerus, tetapi agen virus A, B, C, D, E, F dan G terhitung
kira-kira 95% kasus dari hepatitis virus akut. (Ester Monica, 2002 : 93)
Penyakit hepatitis merupakan urutan
pertama dari berbagai penyakit hati diseluruh dunia. Penyakit ini sangat
berbahaya bagi kehidupan karena penykit hepatits ataupun gejala sisanya
bertanggung jawab atas 1-2 juta kematian setiap tahunnya. (Aru, w sudoyo, 2006
: 429). Infeksi virus hepatitis bisa berkembang menjadi sirosis atau pengerasan
hati bahkan kanker hati. Masalahnya, sebagian besar infeksi hepatitis tidak
menimbulkan gejala dan baru terasa 10-30 tahun kemudian saat infeksi sudah
parah. Pada saat itu gejala timbul, antara lain badan terasa panas, mual,
muntah, mudah lelah, nyeri diperut kanan atas, setelah beberapa hari air
seninya berwarna seperti teh tua, kemudian mata tampak kuning dan akhirnya
seluruh kulit tubuh menjadi kuning. Pasien hepatitis biasanya baru sembuh dalam
waktu satu bulan.
Menurut guru besar hepatologi
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia yang juga ketua kelompok kerja
Hepatitis Departemen Kesehatan, Alli Sulaiman, virus hepatitis menginfeksi
sekitar 2 miliar orang didunia. Setiap tahun lebih dari 1.300.000 orang meninggal
dunia akibat hepatitis beserta komplikasinya. Prevalensi di Indonesia sekitar
10-15 persen jumlah penduduk atau sekitar 18 juta jiwa. Dari jumlah yang
terinfeksi, kurang dari 10 persen yang terdiagnosis dan diobati. Sebanyak 90
persen lain tidak menimbulkan gejala sehingga tidak terdiagnosis. Karena itu,
pemeriksaan menjadi penting.
Insiden hepatitis yang terus
meningkat semakin menjadi masalah kesehatan masyarakat. Penyakit ini menjadi
penting karena mudah ditularkan, memiliki morbiditas yang tinggi dan menyebabkan
penderitanya absen dari sekolah atau pekerjaan untuk waktu yang lama. 60-90%
dari kasus-kasus hepatitis virus diperkirakan berlangsung tanpa dilaporkan.
Keberadaan kasus-kasus subklinis, ketidakberhasilan untuk mengenali kasus-kasus
yang ringan dan kesalahan diagnosis diperkirakan turut menjadi penyebab
pelaporan yang kurang dari keadaan sebenarnya. (Brunner & Sudarth, 2001 :
1169)
Pada umumnya klien yang menderita
penyakit hepatitis ini mengalami Anoreksia atau penurunan nafsu makan dimana
gejala ini diperkirakan terjadi akibat pelepasan toksin oleh hati yang rusak
untuk melakukan detoksifikasi produk yang abnormal sehingga klien ini haruslah
mendapatkan nutrisi yang cukup agar dapat memproduksi enegi metabolik sehingga
klien tidak mudah lelah. Secara khusus terapi nutrisi yang didesain dapat
diberikan melalui rute parenteral atau enteral bila penggunaan standar diet
melalui rute oral tidak adekuat atau tidak mungkin untuk mencegah/memperbaiki
malnutrisi protein-kalori. Nutrisi enteral lebih ditujukan pada pasien yang
mempunyai fungsi GI tetapi tidak mampu mengkonsumsi masukan nasogastrik.
Nutrisi parenteral dapat dipilih karena status perubahan metabolik atau bila
abnormalitas mekanik atau fungsi dari saluran gastrointestinal mencegah
pemberian makan enteral. Asam amino,karbohidrat, elemen renik, vitamin dan
elektrolit dapat diinfuskan melalui vena sentral atau perifer. (Marilyn E.
Doengoes, 1999: 758)
Pentingnya mengetahui penyebab
hepatitis bagi klien adalah apabila ada anggota keluarga menderita penyakit
yang sama, supaya anggota keluarga dan klien siap menghadapi resiko terburuk
dari penyakit hepatitis beserta komplikasinya sehingga penderita mampu
menyiapkan diri dengan pencegahan dan pengobatan yaitu: penyediaan makanan dan
air bersih yang aman, sistem pembuangan sampah yang efektif, perhatikan higiene
secara umum, mencuci tangan, pemakaian kateter, jarum suntik dan spuit sekali
pakai serta selalu menjaga kondisi tubuh dengan sebaik-baiknya. Apabila hal ini
tidak dilakukan dengan benar dan teratur berarti keluarga dan penderita harus
siap menerima resiko komplikasi lainnya dan bahkan dapat menyebabkan kematian.
Dalam memberikan pelayanan kesehatan
memerlukan asuhan keperawatan yang tepat, disamping itu juga memerlukan
pengetahuan dan keterampilan perawat dalam memberikan asuhan keperawatan,
sehingga akibat dan komplikasi dapat dihindari seperti memberi penjelasan
tentang Hepatitis antara lain: penyebab, tanda dan gejala, pengobatan,
perawatan, penularan dan akibat yang didapat kalau pengobatan tidak dilakukan.
B.
Rumusan Masalah
1.
Apa itu hepatitis?
2.
Berapa macam/jenis hepatitis?
3.
Apa penyebab dan bagaimana cara penularan penyakit
hepatitis itui?
4.
Apa tanda dan gejala dari penyakit hepatitis itu?
5.
Bagaimana cara pencegahan penyakit hepatitis itu?
C.
Tujuan
1.
Mengetahui pengertian penyakit hepatitis
2.
Mengetahui
berapa
macam/jenis hepatitis
3.
Mengetahui penyebab dan bagaimana cara penularan
penyakit hepatitis itu
4.
Mengetahui tanda dan
gejala dari penyakit hepatitis itu
5.
Mengetahui
cara
pencegahan penyakit hepatitis itu
D.
Kasus
Di
wilayah Asia Tenggara diperkirakan 100 juta orang hidup dengan Hepatitis B
kronis dan 30 juta orang hidup dengan hepatitis C kronis
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A.
Kesehatan Secara Umum
Pengertian Kesehatan menurut wikipedia
adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap
orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Sedangkan Pengertian
Kesehatan menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tahun 1948 menyebutkan
bahwa pengertian kesehatan adalah sebagai “suatu keadaan fisik, mental, dan
sosial kesejahteraan dan bukan hanya ketiadaan penyakit atau kelemahan”
Pada tahun 1986, WHO, dalam Piagam
Ottawa untuk Promosi Kesehatan, mengatakan bahwa pengertian kesehatan adalah
“sumber daya bagi kehidupan sehari-hari, bukan tujuan hidup Kesehatan adalah
konsep positif menekankan sumber daya sosial dan pribadi, serta kemampuan
fisik.
Pengertian Kesehatan Menurut Undang-Undang
Dalam Undang-Undang ini yang pengertian kesehatan adalah:
Kesehatan adalah keadaan sejahtera
dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif
secara sosial dan ekonomis.
Upaya kesehatan adalah setiap kegiatan untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan yang dilakukan oleh pemerintah dan atau masyarakat.
Upaya kesehatan adalah setiap kegiatan untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan yang dilakukan oleh pemerintah dan atau masyarakat.
Tenaga kesehatan adalah setiap orang
yang mengabdikan diri dalam bidang kesehatan serta memiliki pengetahuan dan
atau keterampilan melalui pendidikan di bidang kesehatan yang untuk jenis
tertentu memerlukan kewenangan untuk melakukan upaya kesehatan.
Sarana kesehatan adalah tempat yang
digunakan untuk menyelenggarakan upaya kesehatan.
Kesehatan adalah sesuatu yang sangat berguna.
Kesehatan adalah sesuatu yang sangat berguna.
Pemeliharaan kesehatan adalah upaya
penaggulangan dan pencegahan gangguan kesehatan yang memerlukan pemeriksaan,
pengobatan dan/atau perawatan termasuk kehamilan dan persalinan.
Pendidikan kesehatan adalah proses
membantu sesorang, dengan bertindak secara sendiri-sendiri ataupun secara
kolektif, untuk membuat keputusan berdasarkan pengetahuan mengenai hal-hal yang
memengaruhi kesehatan pribadinya dan orang lain.
Definisi yang bahkan lebih sederhana
diajukan oleh Larry Green dan para koleganya yang menulis bahwa pendidikan
kesehatan adalah kombinasi pengalaman belajar yang dirancang untuk
mempermudahadaptasi sukarela terhadap perilaku yang kondusif bagi kesehatan.
B. Konsep
Sehat Sakit
1. Sehat menurut
WHO.
Sehat: a
state of complete physical, mental, and social well being and not merely the
absence of illness or indemnity. (sesuatu keadaan yang sejahtera
menyeluruh baik fisik, mental, dan social dan tidak hanya bebas dari penyakit
atau kelemahan).
2. Sakit adalah keadaan yang disebabkan oleh
bermacam-macam hal, bisa suatu kejadian, kelainan yang dapat menimbulkan
gangguan terhadap susunan jaringan tubuh, dari fungsi jaringan itu sendiri maupun
fungsi keseluruhan.
C. Teori
Hepatitis
Hepatitis merupakan istilah untuk
penyakit peradangan pada hati (liver). Peradangan terjadi karena adanya toxin
yang berada pada liver. Penyakit ini dapat menyeran gpada semua orang, tak
terkecuali orang yang memiliki kekebalan tubuh yang sangat baik. Hepatitis ini
bisa berakibat fatal apabila tidak ditanggulangi secara lanjut oleh si
penderita. Hepatitis yang dialami penderita selama kurang dari 6 bulan disebut
hepatitis akut, sedangkan hepatitis yang dialami lebih dari 6 bulan disebut
hepatitis kronis
Jenis-jenis hepatitis tergantung
dari virus yang menyerang organ hati si penderita. Selama ini hepatitis yang
biasa kita kenal adalah Hepatitis A, B, C, D, E, F, dan G. Berikut penjelasan
dari masing-masing jenis hepatitis tersebut :
1.
Hepatitis
A
Virus hepatitis A banyak terjadi
melalui vecal oral. Hal ini terjadi akibat buruknya tingkat kebersihan
pengguna, terutama di Negara-negara berkembang sering terjadi wabah ini yang
penyebarannya melalui air dan makanan. Hepatitis ini merupakan jenis hepatitis
yang tidak terlalu berbahaya karena jarnag menimbulkan kematian pada
penderitanya.
2.
Hepatitis
B
Pada hepatitis ini penularannya
tidak semudah pada hepatitis A karena hepatitis jenis ini ditularkan melalui
darah atau produk darah yang sudah terinfeksi oleh penderita hepatitis B. Misal
penularan melalui jarum suntik yang digunakan bersama-sama, atau melalui
hubungan intim (heteroseksual maupun homoseksual). Hepatitis jenis ini biasanya
menahun sehingga penyakit ini termasuk hepatitis kronis.
3.
Hepatitis
C
Dari banyak kejadian hepatitis jenis
ini 80% ditularkan akibat transfusi darah dan bisa juga ditularkan melalui
jarum suntik yang digunakan bersama-sama. Penyakit jenis ini jarang terjadi
melalui hubungan seksual. Kebanyakan dari kejadian yang ada hepatitis jenis ini
juga tidak bisa dilihat secara kasat mata, kita tidak bisa secara langsung
penderita mengalami penyakit ini atau tidak karena tidak menampakkan
gejala-gejalanya.
4.
Hepatitis
D
Hepatitis ini merupakan rekan-infeksi
dari virus hepatitis B, sehingga virus pada hepatitis ini menyebabkan infeksi
dari hepatitis B lebih ganas (berat). Virus hepatitis ini biasanya dimiliki
oleh para pecandu narkoba.
5.
Hepatitis
E
Pada virus hepatitis ini wabahnya
hamper mirip dengan hepatitis A, biasanya juga terjadi pada Negara-negara
terbelakang.
6.
Hepatitis
F
Beberapa ilmuwan professional
percaya hepatitis jenis ini merupakan mutasi dari virus hepatitis B. Jika hal
ini terjadi maka resiko dan cara penularannya sama dengan hepatitis B.
7.
Hepatitis
G
Pertama dijelaskan
awal tahun 1996 Hepatitis G adalah penyebab lain virus hepatitis
potensial. Hepatitis G virus, telah diidentifikasi dan mungkin menyebar
melalui darah dan kontak seksual.
Ada keraguan
tentang apakah itu menyebabkan hepatitis atau hanya berhubungan dengan
hepatitis, karena tidak muncul untuk mereplikasi terutama di hati. Hal ini
sekarang diklasifikasikan sebagai GBV-C. Seringkali pasien dengan hepatitis G
terinfeksi pada saat yang sama oleh virus hepatitis B atau C, atau keduanya.
BAB III
PEMBAHASAN
A. Pengertian Hepatitis
Berikut
merupakan beberapa pengertian dari hepatitis.
1. Hepatitis
adalah istilah umum yang berarti radang hati. “Hepa” berarti kaitan dengan hati, sementara “itis” berarti radang (Seperti di atritis, dermatitis,
dan pankreatitis) (James, 2005: 4).
2. Hepatitis merupakan infeksi pada
hati, baik disebabkan oleh virus atau tidak. Hepatitis yang disebabkan oleh virus ada tiga tipe, yaitu tipe A, tipe
B, dan tipe C. hepatitis yang tidak disebabkan oleh virus biasanya disebabkan
oleh adanya zat-zat kimia atau obat, seperti karbon tetraklorida, jamur racun,
dan vinyl klorida (Asep suryana
abdurahmat, 2010: 153).
3. Hepatitis
adalah peradangan atau inflamasi pada hepar
yang umumnya terjadi akibat infeksi virus, tetapi dapat pula disebabkan oleh
zat-zat toksik. Hepatitis berkaitan dengan sejumlah hepatitis virus dan paling
sering adalah hepatitis virus A,
hepatitis virus B, serta hepatitis
virus C (Sue hanclif,
2000: 105).
4. Hepatitis adalah peradangan hati
yang akut karena suatu infeksi atau keracunan (Clifford
anderson, 2007:,243).
Dari
beberapa pengetian hepatitis di atas pada dasarnya memiliki tujuan yang sama,
yaitu hepatitis merupakan peradangan pada hati yang disebabkan oleh virus
maupun tidak disebabkan oleh virus.
- Gejala Penyakit Hepatitis
Gejala hepatitis akut akibat virus pada mayoritas orang adalah
perasaan tidak enak badan secara keseluruhan, kelelahan, demam, meriang, hilang
nafsu makan, mual, muntah, diare, sakit kepala, dan rasa sakit diperut, yang
lebih sering terjadi di perut bagian atas. Penyakit kuning, yang adalah
perubahan bagian putih mata menjadi kuning, biasanya terjadi dalam hitungan
hari , namun bisa mencapai dua minggu. Ketika penyakit kuning mulai tampak,
banyak orang mengalami rasa gatal di kulit. Urine menjadi berwarna gelap. Warna
tinja juga mungkin menjadi lebih terang.
C.
Patofisiologi
Hepatitis
Yaitu perubahan morfologi yang
terjadi pada hati, seringkali mirip untuk berbagai virus yang berlainan. Pada
kasus yang klasik, hati tampaknya berukuran basar dan berwarna normal, namun
kadang-kadang agak edema, membesar dan pada palpasi “terasa nyeri di tepian”.
Secara histologi. Terjadi kekacauan susunan hepatoselular,
cedera dan nekrosis sel hati dalam
berbagai derajat, dan peradangan periportal.
Perubahan ini bersifat reversibel sempurna, bila fase akut penyakit mereda.
Namun pada beberapa kasus nekrosis, nekrosis submasif atau masif dapat
menyebabkan gagal hati fulminan dan kematian
(Price dan Daniel, 2005: 485).
D.
Manifestasi
Klinis Hepatitis
Menurut Arif
mansjoer (2001: 513) Manifestasi klinis
merupakan suatu gejala klinis tentang suatu penyakit yang diderita oleh pasien.
Berikut adalah gejala klinis dari penyakit hapatitis.
1.
Stadium praikterik berlangsung selama 4-7 hari. Pasien
mengeluh sakit kepala, lemah, anoreksia,
mual, muntah, demam, nyeri pada otot, dan nyeri di perut kanan atas. Urin
menjadi lebih cokelat.
2.
Stadium ikterik yang berlangsung selama 3-6 minggu.
Ikterus mula-mula terlihat pada sclera,kemudian pada kulit seluruh tubuh.keluhan-keluhan
berkurang, tetapi pasien masih lemah, anoreksia,
dan muntah. Tinja mungkin berwarna kelabu atau kuning muda. Hati membesar dan nyeri
tekan.
3.
Stadium pascaikterik (rekonvalesensi). Ikterus mereda, warna urin dan tinja
menjadi normal lagi. Penyembuhan pada anak-anak lebih cepat dari orang dewasa,
yaitu pada akhir bulan kedua, karena penyebab yang biasanya berbeda.
Menurut Sriana azis (2002: 232)
Gejala-gejala klinis lain yang dapat dilihat, sebagai berikut.
a.
Gejala yang ditimbulkan oleh virus A,
B, C, D, E, dan virus lain-lain meliputi letih, lesu, lemas dan mata menjadi
kuning, urin seperti teh, rasa tidak enak di perut dan punggung, hati bengkak,
bangun tidur tetap letih, lesu, dan lain-lain. Bila sakitnya berkepanjangan
dapat berubah menjadi kronis dan berkelanjutan menjadi kanker.
b.
Virus B dan C cenderung menjadi kronis
(menahun atau gejala menjadi tetap ada sampai 6 bulan), bila dibiarkan hati
menjadi keriput (sirosis) kemudian menjadi kanker. Komplikasi sirosis meliputi
muntah darah, kanker hati dan koma.
c.
Virus C tidak mempunyai gejala awal
langsung akut.
d.
Gagal hepatitis meliputi sindrom
kholaemi : tremor, refleks berlebihan, kejang otot, gerakan khoreiform,
kejang-kejang, kemudian meninggal.
E.
Diagnosis
Keperawatan Hepatitis
Menurut Kathleen speer (2005: 121)
Diagnosis keperawatan merupakan pernyataan tentang masalah aktual dengan
aktivitas kehidupan sehari-hari seperti yang dialami oleh pasien.
1.
Resiko kekurangan volume cairan yang
berhubungan dengan muntah, diare, dan pendarahan.
2.
Nyeri yang berhubungan dengan inflamasi hati.
3.
Gangguan nutrisi : kurang dari
kebutuhan tubuh yang berhubungan dengan anoreksia,
diare, mual atau muntah.
4.
Resiko intoleransi aktivitas yang
berhubungan dengan peningkatan kelelahan.
5.
Resiko infeksi yang berhubungan dengan
penyebaran virus hepatitis melalui kontak dengan pengunjung dan staf.
6.
Isolasi sosial yang berhubungan dengan
status isolasi (jika anak mengidap hepatitis B)
7.
Defisit pengetahuan yang berhubungan
dengan perawatan di rumah, penyakit, dan pencegahan kekambuhan.
8.
Ketidakefektifan koping keluarga :
penurunan yang berhubungan dengan rawat nginap di rumah sakit.
9.
Defisit pengetahuan yang berhungan
dengan perawatan di rumah.
F.
Penatalaksanaan
Menurut Arif mansjoer (2001: 515)
Dalam penatalaksanaan untuk penderita hepatitis dapat harus dilakukan sesuai
dengan sifat-sifat dari hepatitis.
1.
Hepatitis Akut
Terdiri
dari istirahat, diet, dan pengobatan medikamentosa.
a.
Istirahat
Pada periode akut dan keadaan lemah
diharuskan untuk istirahat. Istirahat mutlak tidak terbukti dapat mempercepat
penyembuhan. Kekecualian diberikan kepada mereka dengan umur tua dan keadaan
umum yang buruk.
b.
Diet
Jika pasien mual, tidak nafsu makan atau
muntah-muntah sebaiknya di berikan infus. Jika sudah tidak mual lagi, diberikan
makanan yang cukup kalori ( 30 – 35 kalori/kg BB ) dengan protein cukup ( 1
gr/kg BB ). Pemberin lemak sebenarnya tidak perlu dibatasi.
c.
Medikalmentosa
Kortikosteroid tidak diberikan bila untuk mempercepat
penurunan bilirubin darah. Kortikosteroid
dapat digunakan pada kolestatis yang
berkepanjangan, dimana transamenase serum
sudah kembali normal tetapi bilirubin
masih tinggi. Pada keadaan ini dapat diberikan prednisone 3 x 10 mg selama 7 hari kemudian dilakukan tapering off.
v Berikan obat – obat yang bersifat
melindungi hati.
v Antibiotic tidak jelas kegunaannya.
v Jangan diberikan antiemetic. Jika perlu sekali dapat
diberikan golongan fenotiazin.
v Vitamin K diberikan pada kasus
dengan kecenderungan perdarahan. Bila pasien dalam keadaan prekoma atau koma,
penanganan seperti koma hepatik.
2.
Hepatitis
Kronik
Menurut Arif
Mansjoer (2001: 515) Obat yang dinilai bermanfaat untuk pengobatan hepatitis kronik adalah interferon (IFN). Obat tersebut adalah
suatu protein selular stabil dalam asam yang diproduksi oleh sel tubuh kita
akibat rangsangan virus atau akibat induksi mikroorganisme,
asam nukleat, anti gen, mitogen, dan
polimer sintetik. Interferon mempunyai efek antivirus, imunomodulasi, dan antiproliferatif.
a.
Hepatitis B
Pemberian
interferon pada penyakit ini ditujukan untuk menghambat replikasi virus
hepatitis B, menghambat nekrosis sel hati oleh karena reaksi radang, dan
mencegah transformasi maigna sel-sel hati. Di indiksikan untuk pasien berikut
ini.
i.
Pasien dengan HbeAG dan HBV-DNA positif
ii.
Pasien hepatitis kronik aktif
berdasarkan pemeriksaan histopatologi
iii.
Dapat dipertimbangkan pemberian
interferon pada hepatitis fulminan akut meskipun belum banyak dilakukan
penelitian pada bidang ini.
Menurut Arif
Mansjoer (2001: 515) Diberikan IFN leukosit
pada kasus hepatitis kronik aktif
dengan dosis sedang 5-10 MU/m2/hari selama 3-6 bulan.
Dapat juga pemberian IFN limfoblastoid 10MU/m2 3kali seminggu selama
3 bulan lebih. Sebagian pasien hepatitis
B kronik memberi respon terhadap terapi interferon,
ditandai dengan hilangnya HBV DNA dan serokonversi
HbeAG/Anti Hbe, serokonversi
HbsAG/Anti HBs terjadi pada 7% pasien. Terapi ini harus dilakukan minimal
selama 3 bulan.
b.
Hepatitis C
Arif mansjoer
(2001: 516) Pemberian interferon
bertujuan mengurangi gejala, mengusahakan perbaikan parameter kimiawi,
mengurangi peradangan dalam jaringan hati, menghambat progresi histopatologi, menurunkan infektivitas,
menurunkan resiko terjadinya hepatoma,
dan memperbaiki harapan hidup. Respon tergantung dari lamanya penyakit dan
kelainan histologi. Dosis standar yang bisa dipakai adalah interferon α dengan dosis 3 x 3 juta unit/minggu selama 6 bulan.
Masih belum jelas menambah waktu pengobatan di atas 9 bulan dapat meningkatkan
resppon dan menurunkan angka kambuh.
G.
Pengobatan
Penyakit Hepatitis
Pengobatan
untuk penyakit hepatitis yang bisa dilakukan salah satunya adalah dengan
menggunakan obat antiferon.
Biasanya suntikan antiferon ini direkomendasikan selama kurang lebih empat
bulan. Keberhasilan dari pengobatan ini tergantung dari beberapa faktor yang
termasuk juga dengan durasi infeksi Anda. Sekitar 50% oran dengan infeksi penyakit
hepatitis B kronik setidaknya mendapatkan suatu manfaat parsial
lewat pengobatan penyakit hepatitis interferon. Manfaat dari obat hepatitis ini
bisa mencakup penurunan jumlah total virus dalam darah dan juga melambatnya
kerusakan hati.
Saat melakukan pengobatan untuk
penyakit hepatitis dengan menggunakan obat antiferon, tes darah yang dilakukan
secara teratur untuk mengukur dari kadar enzim hati dalam darah acap kali
dianjurkan.
Tes-tes ini mengindikasikan apakah hati masih meradang atau apakah virusnya ini
masih ada di dalam darah. Yang penting untuk diingat adalah bahwa tes bagi
antigen permukaan hepatitis B mungkin akan positif selama beberapa minggu atau
beberapa tahun setelah usainya pengobatan. Ini karena virus hepatitis B mungkin
terus berada dalam darah dalam jumlah kecil. Juga pentinga yang perlu diingat
adalah bahwa bahkan setelah infeksinya terkendali, hati masih membutuhkan waktu
untuk menumbuhkan sel-sel sehat guna menggantikan sel-sel yang rusak atau
hancur akibat dari infeksi hepatitis.
H.
Pencegahan
Penyakit Hepatitis
Dari uraian diatas mungkin terlintas
dipikran kita “Bagaimana cara pencegahannya?”. Berikut adalah pencegahan virus
hepatitis :
1. Imunisasi
Imunisasi merupakan cara yang
efektif untuk mencegah terinfeksi penyakit hepatitis. Setelah di imunisasi,
tubuh akan menghasilkan antibody yang merupakan zat kekebalan tubuh terhadap
penyakit hepatitis. Imunisasi hepatitis bisa diberikan pada anak usia 2 – 18
tahun dan cukup sekali dalam seumur hidupnya.
2. Imunitas sementara
Ini sangat efektif diberikan kepada
seseorang yang sering bepergian terutama di wilayah endemic hepatitis ataupun
di lingkungan dengan sanitasi yang buruk. Antivirus yang diberikan akan bekerja
efektif setelah 2 minggu penggunaan.
3. Menjaga kebersihan diri
4. Tidak meminjam barang orang lain
selama kita tidak yakin dengan kondisi kesehatan orang yang bersangkutan.
5. Setia pada pasangan dengan cara
tidak melakukan hubungan seks dengan berganti – ganti pasangan.
6. Tidak melakukan donor darah bila
kita sendiri terkena penyakit hepatitis.
7. Membersihkan ceceran darah.
BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
Hepatitis adalah istilah umum yang berarti radang hati. “Hepa” berarti kaitan dengan hati,
sementara “itis” berarti radang
(Seperti di atritis, dermatitis, dan pankreatitis) jadi Hepatitis adalah peradangan atau inflamasi pada hepar
yang umumnya terjadi akibat infeksi virus, tetapi dapat pula disebabkan oleh
zat-zat toksik. Hepatitis berkaitan dengan sejumlah hepatitis virus dan paling
sering adalah hepatitis virus A,
hepatitis virus B, serta hepatitis
virus C.
Etiologi
hepatitis yaitu disebabkan oleh beberapa virus diantaranya virus hepatitis A, virus hepatitis B,
dan virus hepatitis C. Hepatitis pula
dapat disebabkan oleh racun, yaitu suatu keadaan sebagai bentuk respons
terhadap reaksi obat, infeksi stafilokokus,
penyakit sistematik dan juga bersifat idiopatik
Patofisiologi
hepatitis yaitu adanya pembengkakan atau edema hepar yang disebabkan
oleh cedera dan nekrosis mengakibatkan
gagal hati fulminan dan kematian. Perubahan ini bersifat reversibel sempurna
bila fase akut penyakit mereda.
Manifestasi
klinis hepatitis yaitu ditandai dengan mual-mual, lemah, lesu, anoreksia.
Terjadi selama beberapa hari dan mulai berkurang pada beberapa minggu. Jika
terjdi selama 4-7 hari maka sesaorang tersebut mengalami stadium parikterik. Setelah menegalami satidum parikterik pasien akan
mengalami stadium ikterikI yaitu,
berkurangnya rasa mual, muntah, dan lesu.
Diagnosis keperawatan merupakan
pernyataan tentang masalah aktual dengan aktivitas kehidupan sehari-hari
seperti yang dialami oleh pasien. Seperti resiko kekurangan volume cairan yang
berhubungan dengan muntah, diare, dan pendarahan, kemudian Defisit pengetahuan
yang berhungan dengan perawatan di rumah.
Penatalaksanaan hepatitis dapat dilakukan dengan
istirahat, diet, dan medikalmentosa.
Obat yang dinilai bermanfaat untuk pengobatan hepatitis kronik adalah interferon
(IFN). Obat tersebut adalah suatu protein selular stabil dalam asam yang
diproduksi oleh sel tubuh kita.
Tidak terdapat terapi spesifik untuk hepatitis virus akut. Tirah baring selama fase akut penting
dilakukan dan diet rendah lemak dan tinggi karbohidrat umumnya merupakan
makanan yang paling dapat dimakan oleh penderita. Pemberian makanan secara
intravena mungkin perlu diberikan selama fase akut bila pasien terus-menerus
muntah. Aktivitas fisik biasanya perlu dibatasi sehingga gejala mereda dan tes
fungsi hati kembali normal. Pengobatan alternatif untuk penyakit hepatitis
sangatlah mahal, maka untuk pengobatan lebih baik menggunakan obat tradisional.
Namun pencegahan hepatitis dapat dilakukan dengan imunisasi, yang dikarenakan
adanya keterbatasan pengobatan untuk penyakit hepatitis virus.
B. Saran
Adapun yang menjadi saran penulis kepada teman-teman
mahasiswa agar kiranya dapat memahami substansi dalam penulisan makalah ini
serta mengimplementasikan dalam kehidupan seharí-hari, karena mengingat betapa
pentingnya mempelajari penyakit hepatitis.
Kepada
teman-teman penderita hepatitis sebaiknya memperhatikan pola makan yang sehat,
menghindari mengkonsumsi minuman keras, serta menjaga sanitasi lingkungan
sekitar.
Dan untuk para
teman-teman sebagai calon-calon perawat agar menghindari adanya kontak langsung
dengan alat medis dalam pengobatan pasien di saat turun dinas nanti, serta
memperhatikan sterilnya alat-alat yang digunakan saat praktik.
DAFTAR PUSTAKA
Abdurahmat, Asep S. 2010. Anatomi dan
Fisiologi Manusia.
Gorontalo: UNG
Anderson, Clifford R.
2007. Petunjuk Modern
kepada Kesehatan.
Bandung: Sinar Baru
Algensindo.
Azis, Sriana. 2002. Kembali Sehat
dengan Obat. Jakarta:
Pustaka Populer Obor.
Hincliff, Sue. 2000. Kamus
Keperawatan Jakarta: EGC.
Mansjoer, Arif. 2001. Kapita Selekta
Kedokteran. akarta: Media
Aesculapius.
Price & Wilson. 2005. Patofisiologi
: Konsep Klinis Proses-proses Penyakit Jakarta: EGC.
Speer, Kathleen M. 2005. Rencana Asuhan
keperawatan Pediatrik.
Jakarta: EGC.
James & Tim Horn. 2005.hepatitits virus dan HIV.
Jakarta: Sprita
LAMPIRAN

Tidak ada komentar:
Posting Komentar