Kamis, 23 Maret 2017

Makalah Pendidikan Kewarganegaraan “Strategi Pematangan Tim Sukses Calon Gubernur DKI Anies Sandi”



Makalah Pendidikan Kewarganegaraan

“Strategi Pematangan Tim Sukses Calon Gubernur DKI Anies Sandi”

Ditulis untuk memenuhi tugas mata kuliah Pendidikan Kewarganeharaan
Dosen : Juju Rarem Pandey, S.I.P.


Disusun oleh :
Nama          :
NIM            :
Kelas           : D/KM/IV

KONSENTRASI MANAJEMEN RUMAH SAKIT
PROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKAT
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
SURYA GLOBAL YOGYAKARTA
2017


KATA PENGANTAR
Dengan mengucap syukur Alhamdulillah kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya dengan memberikan kekuatan lahir dan batin serta ketenangan jiwa pada penulis sehingga dapat meneyelesaikan makalah ini dengan baik.
Penulis meyakini bahwa tanpa dorongan dan bantuan dari berbagai pihak rasanya jauh dari kemungkinan makalah yang sederhana ini dapat terselesaikan. Oleh karena itu penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan baik berupa material maupun spiritual, teriring doa semoga bantuan dan dorongan yang telah diberikan kepada penulis diterima oleh Allh SWT sebagi amal sholeh.
Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih banyak kekeliruan dan kekurangan, yang ini semua disebabkan oleh ketidak tahuan atau keterbatasan pengetahuan penulis. Oleh sebab itu dengan rendah hati penulis mengharapkan saran dan kritik yang konstruktif dari berbagai pihak  demi kesempurnaan makalahini.
Akhirnya, semoga Makalah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca pada umummnya dan bagi penulis khususnya. Amien


DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ....................................................................................... ii
DAFTAR ISI ...................................................................................................  iii
BAB I PENDAHULUAN ................................................................................ 1
A.    Latar Belakang ....................................................................................... 1
B.     Rumusan Masalah................................................................................... 7
C.     Tujuan...................................................................................................... 7
D.    Manfaat................................................................................................... 7
BAB II LANDASAN TEORI........................................................................... 8
A.    Pengertian Strategi Pemenangan ............................................................ 8
B.     Tim Sukses ............................................................................................. 8
BAB III PEMBAHASAN .............................................................................. 11
A.    Menakar Peluang Pemenangan Anies Sandi......................................... 11
B.     Strategi Pemenangan Anies Sandi........................................................ 12
BAB IV Penutup.............................................................................................. 15
A.    Kesimpulan............................................................................................ 15
B.     Saran...................................................................................................... 16
DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................... 17






BAB I
PENDAHULUAN
A.       Latar Belakang
                 Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak gelombang kedua pada 15 Februari 2017. Pilkada diikuti 101 daerah dari tingkat provinsi, kabupaten, dan kota. Adapun rinciannya Provinsi (7):  Aceh, Bangka Belitung, DKI Jakarta, Banten, Gorontalo, Sulawesi Barat, Papua Barat. Adapun Kabupaten (76): Mesuji, Lampung Barat, Tulang Bawang, Bekasi, Banjarnegara, Batang, Jepara, Pati, Cilacap, Brebes, Kulonprogo, Buleleng, Flores Timur, Lembata, Landak, Barito Selatan, Kotawaringin Barat, Hulu Sungai Utara, Barito Kuala, Banggai Kepulauan, Buol, Bolaang Mongondow, Kepulauan Sangihe, Takalar, Bombana, Kolaka Utara, Buton, Boalemo, Muna Barat, Buton Tengah, Buton Selatan, Seram Bagian Barat, Buru, Maluku Tenggara Barat, Maluku Tengah, Pulau Morotai, Halmahera Tengah, Nduga, Lanny Jaya, Sarmi, Mappi, Tolikara, Kepulauan Yapen, Jayapura, Intan Jaya, Puncak Jaya, Dogiyai, Tambrauw, Maybrat, Sorong, Aceh Besar, Aceh Utara, Aceh Timur, Aceh Jaya, Bener Meriah, Pidie, Simeulue, Aceh Singkil, Bireun, Aceh Barat Daya, Aceh Tenggara, Gayo Lues, Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Tengah, Aceh Tamiang, Tapanuli Tengah, Kepulauan Mentawai, Kampar, Muaro Jambi, Sarolangun, Tebo, Musi Banyuasin, Bengkulu Tengah, Tulang Bawang Barat, Pringsewu. Adapun Kota (18): Banda Aceh, Lhokseumawe, Langsa, Sabang, Tebing Tinggi, Payakumbuh, Pekanbaru, Cimahi, Tasikmalaya, Salatiga, Yogyakarta, Batu, Kupang, Singkawang, Kendari, Ambon, Jayapura, Sorong[1].

                 Maka Pilkada ini menjadi perhatian khusus bagi masyarakat Indonesia bahkan dengan adanya pemilihan serentak ini Presiden Joko Widodo menetapkan 15 Februari 2017 sebagai hari libur nasional. Keputusan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden ( KEPPRES) Nomor 3 Tahun 2017 Tentang Hari Pemungutan Suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Walikota dan Wakil Walikota Tahun 2017 sebagai HARI LIBUR NASIONAL[2] yang ditetapkan pada hari Jumat (10/2/2017) di Jakarta. Salinan putusan sebanyak 3 halaman tersebut ditandatangani Asisten Deputi Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Deputi Bidang Hukum dan Perundang-undangan Kemensetneg M Rokib.  Bahkan menurut SUMARSONO[3] peraturan tersebut didasari UU Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada. Dia juga berharap penetapan hari libur itu mampu mendorong partisipasi masyarakat untuk datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS)[4].

                 Namun Penulis lebih tertarik untuk melakukan penilitian terkait dengan PILKADA DKI Jakarta. DKI Jakarta menjadi menarik bagi penulis karena Sejak dulu, bobot Pemilihan Gubernur DKI Jakarta selalu jauh di atas pilgub provinsi lainnya di tanah air. Apalagi setelah Presiden Joko Widodo mencatatkan sejarah bahwa beliau menapak tangga selaku Gubernur Jakarta sebelum menjadi presiden, maka harga politik gubernur ibukota negara makin naik tajam. Maka, wajar jika Pilgub Jakarta 2017 menjadi tolak ukur kemana dan bagaimana pertarungan politik pilpres 2019.
                 Tentu banyak faktor lain yang mempengaruhi meroketnya nilai Pilgub Jakarta. Faktor ibukota negara tidak terbantahkan menyebabkan Jakarta selalu menjadi magnet lebih. Itu sebabnya, pada Pilgub 2012, kepala daerah dari Sumatera Selatan dan Solo memilih ikut bertarung di Jakarta. Bahkan, mantan Ketua MPR Hidayat Nur Wahid rela turun gelanggang, serta ekonom tenar Faisal Basri juga ikut bertanding. Faktor lain, pusat politik dan ekonomi Indonesia memang berpusat di Jawa, tetapi episentrum utamanya tentu tetap di Jakarta.
                 Maka, meskipun Jakarta adalah miniatur persoalan bangsa yang tentu lebih menantang bagi siapapun gubernurnya, tetap saja Pilgub Jakarta menjadi daya tarik lebih bagi siapapun yang ingin beradu nasib-tentu dengan berbagai niatan dan maksud politik masing-masing. Salah satu niatan politik yang muncul-sejak suksesnya karir politik Presiden Jokowi, Gubernur Jakarta adalah tangga politik untuk naik ke kursi Presiden Indonesia. Itu sebabnya, Pilgub Jakarta 2017 menjadi seakan-akan berasa sebagai pertarungan pemanasan Pilpres 2019. Paling tidak, ada hitung-hitungan Pilpres 2019, yang ikut mempengaruhi kalkulasi penentuan koalisi dan calon gubernur Jakarta 2017.
                 Saya bukan ahli politik, karena itu catatan Kamisan ini jangan dianggap terlalu akademik. Ini bacaan ringan, untuk melihat dari sisi orang biasa, yang tidak terlalu paham teori politik, tetapi sedikit tahu dan pernah berada di pusat kekuasaan politik, paling tidak di sekitaran presiden pada era 2008 hingga 2014. Walaupun, sejak diangkat mulai Mei 2016 selaku Guru Besar Tamu di Fakultas Sosial-selain Fakultas Hukum-di Universitas Melbourne, dan baru akan berakhir pada ujung Desember 2017, saya mau-tidak-mau harus pula mempelajari dan mengetahui lebih banyak soal-soal politik.
                 Jadwal pemilihan periode ini dimajukan dari jadwal pemilihan periode sebelumnya, yaitu 11 Juli karena mengikuti jadwal pilkada serentak. Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (dikenal sebagai "Ahok") mencalonkan diri sebagai petahana. Selain itu, mantan perwira TNI Agus Harimurti Yudhoyono, serta akademisi dan mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia Anies Baswedan juga mencalonkan diri.
                 Nomor Urut 1 Agus Yudhoyono dan Sylviana Murni yang didukung oleh beberapa partai diantaranya Demokrat, PKB, PPP, dan PAN sedangkan  Nomor Urut  2 Basuki T. Purnama dan Djarot Saiful Hidayat didukung oleh koalisi partai sebagai berikut PDI-P, Hanura, Golkar, dan Nasdem adapun Nomor Urut 3 Anies Baswedan dan Sandiaga Uno didukung oleh 2 fraksi partai Gerindra dan PKS.

                 Berikut biografi dan karir politik masing masing pasangan calon
a.       Pasangan I
Description:


b.      Pasangan II
Description:




c.       Pasangan III
Description:
Sudah barang tertentu meraka akan beradu strategi politik  dengan calon gubernur lainnya untuk mewujudkan keinginannya menjadi orang no 1 di Jakarta. Namun dikesempatan ini penulis akan memfokuskan untuk meneliti startegi pemenangan Anies Sandi.
Saya bukan ahli politik, karena itu catatan Kamisan ini jangan dianggap terlalu akademik. Ini bacaan ringan, untuk melihat dari sisi orang biasa, yang tidak terlalu paham teori politik, -mau harus pula mempelajari dan mengetahui lebih banyak soal-soal politik.

B.     Rumusan Masalah
Bagaimanakah strategi pemenangan yang dilakukan oleh Tim Sukses calon Gubernur DKI Anies Sandi?

C.    Tujuan
Untuk mengetahui strategi yang dilakukan oleh Tim Sukses calon Gubernur DKI Anies Sandi.
D.    Manfaat
Untuk mengetahui strategi yang dilakukan oleh Tim Sukses calon Gubernur DKI Anies Sandi.


BAB II
LANDASAN TEORI

A.    Pengertian Strategi Pemenangan
Memenangkan Pilkada, kata kuncinya adalah strategi pemenangan yang diterapkan oleh kandidat. Strategi ini lah yang sesungguhnya menentukan seorang kandidat menang atau kalah dalam sebuah Pilkada. Strategi yang dimaksud disini adalah bagaimana cara atau jurus seorang kandidat dalam mengalahkan lawan-lawannya. Kandidat bisa menggunakan jurus David Carradine dalam film Kung Fu: The Legend Continues yang mengalahkan lawan-lawannya dengan jurus yang efektif dan memanfaatkan tenaga lawan. Atau kandidat memilih gaya Rambo yang memborbardir musuhnya dengan segala amunisi tanpa ampun sedikit pun. Jurus Kung Fu David Caradine adalah sebuah ilustrasi yang indah bagaimana ia mengalahkan lawan-lawannya dengan satu-dua gerakan yang efektif dan efisien tenaga. Sebaliknya, Rambo mengalahkan musuh-musuhnya dengan membombardirnya dengan semua kekuatan yang dia miliki, tanpa memberikan kesempatan lawannya untuk membalasnya. Untuk bisa menentukan jurus atau strategi mana yang tepat, kandidat paling tidak harus mengetahui kekuatan dan kelemahan diri sendiri serta lawan yang akan dihadapi. Dalam konteks politik, kandidat harus mengetahui peta politik secara akurat.[5]
B.     TIM Sukses
a.      Pengertian TIM SUKSES
adalah orang yang sangat berpengaruh dalam usaha pemenangan calon pasangan Walikota, diutamkan orang yang sudah memiliki kemampuan secara manejerial serta loyalitas dan tidak dapat diragukan serta mempunyai Visi dan Misi Jangka panjang untuk orientasi dalam pemenangan calon, tanpa mengenal waktu dalam melaksanakan kegiatan “ sebagai tim sukses.
TIM SUKSES Juga pemegang tugas dan tanggung jawab dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah untuk pasangan Calon Walikota. Bisa juga diartikan TIM SUKSES adalah orang kepercayaan pasangan calon Walikota, untuk itu perlu kehati-hatian dalam melakukan kegiatan aktifitas, untuk merealisasikan program kerja serta dapat mensosialisasikan Visi dan Misi pasangan calon, agar dapat dipahami secara lebih jelas oleh masyarakat pemilih suara.
b.      Tugas Utama TIM SUKSES:
Tim Sukses adalah tim kerja dalam semua aspek untuk seorang calon kandidat Walikota dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah (PEMILUKADA) untuk dapat menjabarkan program secara teknis seluruh pelaksananaan kegiatan, mengenai penanganan Pemilihan Umum Kepala Daerah, tingkat kabupaten / kota.
Tugas utama tim sukses dalam (PEMILUKADA) harus memiliki kapasitas leadersip, Semangat serta kemampuan untuk menjalankan program dan semua kegiatan (Tim sukses) harus memiliki daya ikat dan daya padu, untuk dapat bekerjasama di dalam memperjuankan PROGRAM Calon, untuk dapat memenangkan calon Kandida Walikota dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah- Kabupaten / Kota.
Tim Sukses dituntut untuk dapat menjalankan program serta dapat meningkatkan Kesadaran masyarakat agar partisipasi dan kepedulian dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah (PEMILUKADA) Tentang perlunya perubahan baru dalam pemerintahan yang akan datang.
Tim Sukses diharuskan proaktif didalam proses identifikasi masalah, Karakter dan Budaya masayarakat daerah, agar program tim sukses tepat sasaran, untuk kegiatan pelaksanaan kampanye calon kandidat, agar dukungan dari masyarakat pemilih sesuai dengan yang diharapkan.
Dalam program tim sukses, harus menitik beratkan mengenai, Membangun Kesadaran kritis untuk pemerintahan yang akan datang agar tercipta kesejahtraan dan rasa keadilan masyarakat dan mendatangkan Investor untuk Investasi agar mengurangi pengangguran dan tercipta lapangan pekerjaan bagi masyarakat daerah setempat.
Tim Sukses diwajibkan membangun kesadaran kritis buat seluruh tim sukses agar motifasi untuk bekerja serta memegang teguh komitmen yang telah dibuat Sejak awal sesuai rencana kerja tim sukses dan berorientasi pada pemenangan Pasangan Calon Kandidat Walikota dan Wakil Walikota.
Tim Sukses harus Dapat Menyusun Rencana kerja dan mensosialisasikan Program, VISI dan MISI yang berbasis pada masalah Kebutuhan masyarakat dalam rangka mensukseskan Pasangan Calon Kandidat, menjadi Walikota terpilih.
Membangun tim kerja yang solid, serta dapat bekerja maksimal sesuai dengan Fungsi masing-masing bidang yang ada dalam tim sukses dan dapat melakukan aksi, Repleksi atas pelaksanaan seluruh kegiatan, termasuk menkondisikan seluruh “ pemilih suara dalam berbagai elemen “ masyarakat di daerah wilayah kerja tim sukses.
Salah satu Program tim sukses agar dapat mendorong kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi secara aktif dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah (PEMILUKADA), membangun komitmen dan loyalitas masyarakat terhadap pembangunan yang akan datang.
Ketua tim sukses diwajibkan memantau seluruh kegiatan dan aktifitas dalam pelaksanaan kerja lapangan seluruh elemen tim sukses agar dapat mengetahui tingkat elektabilitas calon kandidat.
Ketua tim sukses, dapat setiap saat melakukan pemantauan/Monitoring agar dapat mengevaluasi kerja keberhasilan tim sukses untuk mengetahui kesiapan dan kelemahan, serta dapat menjabarkan dan meperbaharui system kerja dalam tim sukses.


BAB III
PEMBAHASAN

Untuk bisa menentukan jurus atau strategi mana yang tepat, kandidat paling tidak harus mengetahui kekuatan dan kelemahan diri sendiri serta lawan yang akan dihadapi. Dalam konteks politik, kandidat harus mengetahui peta politik secara akurat.  Untuk itu didalam BAB ini penulis memabagi dalam dua pemabahasan yaitu Menakar peluang kemenangan Anies Sandi dan Strategi Pemenangan Anis Sandi

A.    Menakar Peluang Pemenangan Anies-Sandi
Peluang Anies Baswedan dan Sandiaga Uno dilihat dari sisi etnis pendukung, Ubedilah memaparkan pasangan Anies-Sandi secara sosiologis cukup kuat berkat dukungan dari etnis Jawa, Betawi, Arab dan perantauan dari kepulauan Sulawesi.
Dari sisi indikator hasil pemilu sebelumnya, pada Pilgub DKI 2012 (Gerindra bersama PDIP mengusung Jokowi-Ahok dengan 1,8 juta suara) dan pemilu legislatif 2014 (Gerindra sekitar 600 ribuan suara dan PKS sekitar 500 ribuan), pasangan ini memiliki kerja mesin politik yang dinilai banyak kalangan sangat baik sehingga berpeluang mendapatkan perolehan suara menyamai pasangan Agus-Sylvi sekitar 1,4 juta suara.
"Perolehan suara tersebut bisa bertambah jika asumsi debat cagub-cawagub yang menilai pasangan Anies-Sandi dapat mengambil keuntungan dari dilema Ahok versus Agus sehingga ada migrasi pemilih dari pemilih Ahok-Jarot maupun Agus-Sylvi ke Anies-Sandi," jelas Ubedilah.
Dari segi indikator kecenderungan pemilih, pasangan Anies-Sandi akan dicoblos pemilih setia PKS dan Gerindra, dan cenderung dipilih oleh pemilih pemula, kaum muda kelas menengah baru, umat Islam perkotaan, sebagian dari warga nahdhiyin dan Muhammadiyah.
"Data kami menemukan bahwa warga Jakarta sebesar 60 persen mempertimbangkan unsur agama dalam memilih pemimpin," kata Ubedilah.[6]
Dari Segi Kondisi Politik DKI Jakarta, Menurut Pengamat politik Lembaga Konsep Indonesia, Agus Maulana  Saat ditanya terkait aksi 212 dan 412, Agus menjawab, “memang persaingan sengit seakan hanya dilakukan oleh pasangan Ahok-Djarot dan Agus-Silvy saja, jika kita hanya melihat lalu lintas di media, terutama media sosial. Namun, keuntungan ada dipihak pasangan Anies-Sandi,” jawab Agus.
Selain itu, Agus menambahkan, saat ini pasangan Anis-Sandi diuntungkan karena pasangan Ahok-Djarot dan Agus-Silvy saling menjegal dan menjatuhkan. Posisi seperti ini harus dimanfaatkan oleh pasangan Anies-Sandi dengan melakukan konsolidasi ke bawah. Jika tim Anies-Sandi memiliki jaringan efektif, maka akan bisa menyalip kontestan lainnya.
Dari sisi Integritas, Jakarta. Presiden PKS M Sohibul Iman mengatakan, cagub-cawagub yang diusung PKS dan Gerindra yaitu Anies Baswedan dan Sandiaga Salahudin Uno memiliki integritas yang sangat baik dan sudah teruji.
Dia menjelaskan, baik Anies maupun Sandi telah menjadi yang terbaik di bidangnya masing-masing.
“Saya rasa tidak perlu menceritakan keberhasilan keduanya sebab keberhasilan di bidang masing-masing sudah teruji,” kata Sohibul Iman saat deklarasi cagub-cawagub DKI Jakarta Anies-Sandi, di kediaman Prabowo Subianto,[7]
B.     Strategi Pemenangan Anies Sandi
            Strategi secara umum adalah teknik untuk mendapatkan kemenangan (victory) pencapaian tujuan (to achieve goals), begitu pula yang dilakuakan timpemenangan ANIES –SANDI untuk memenangkan kandidatnya dari kontes PILKADA  DKI Jakarta mereka memnetapkan bebarapa strategi sebagaimana yang dijelaskan oleh Mardani Ali sera selaku ketua tim Pemengan Anis Sandi yaitu dengan tiga strategi yaitu,:
            Serangan darat, Mardani menjelaskan, dengan menyediakan relawan di 12.504 tempat pemungutan suara. Tim teritori akan menyediakan koordinator untuk RW dan setiap gang akan disediakan regu penggerak pemilih. Relawan ini, Mardani mengatakan, akan bertugas menjadi saksi dan mendata yang berpotensi untuk swing voters[8] agar kemudian dapat diajak untuk berkenalan dengan Anies dan Sandi.
                  Serangan udara, Mardani mengatakan, akan dimulai dengan tim untuk media konvensional, media sosial, dan tim data saksi pemilih. Ia mengklaim tanggal 8 Oktober tim pemenangan sudah memiliki data pemilih sementara Anies dan Sandi.
                  Selain itu, akan disediakan tim informasi dan teknologi yang bertugas untuk mengkoneksi langsung setiap saksi di TPS. Hal ini, diklaim Mardani, agar dapat menciptakan realtime count saat pemilihan.
            "Operasi politik adalah satu sikap mensinergikan dengan team yang lain  “teman sebelah sana melakukan apa, apa yang bisa kita buat untuk kita kerjasama," ucapnya.
            Merebut Hati Rakyat Jakarta. Pasangan Anies-Sandi gencar blusukan, menemui warga Ibu Kota. Mardani mengklaim, menurut data dari KPUD DKI Jakarta dan Bawaslu DKI Jakarta yang diperolehnya, pasangan yang diusung Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Gerindra tersebut tercatat paling sering menemui warga Jakarta.
                  "Menurut catatan dari KPU dan Bawaslu, yang paling banyak number of context-nya, kegiatannya Anies-Sandi. Kalau Anies mendekati angka 200-an, kalau Sandi hampir 1.000 titik,"
Apa yang dilakukan Tim Pemenangan Anis Sandi Selaras dengan pernyataan Prabowo Subianto selaku Ketua Partai GERINDRA mengatakan, strategi pihaknya sederhana. "Turun ke rakyat dan menyampaikan kebenaran,"[9]
                  Strategi door to door. Nantinya, relawan Anies-Sandi akan menjelaskan program kerja pasangan tersebut dari mulut ke mulut. Lalu, lanjut Mardani, strategi lainnya adalah "ketuk hati".
                  "Sentuh hati, bagaimana relawan pemenangan betul-betul mampu membuat pesona kepada publik dengan khidmat, melayani, kita masuk ke kegiatan rakyat, termasuk sentuhan di masjid, gereja dan lain-lain. Pokoknya kita sentuh hatinya," kata Mardani.
                  Strategi "patahkan logika". Para relawan akan membandingkan program kerja Anies-Sandi dengan pasangan calon lainnya.
                  "Bagaimana pemilihan Anies-Sandi dengan pemilih calon lainnya. Lalu bagaimana program kerja Anies-Sandi dengan pasangan lainnya bagaimana. Kita akan kotrasting, diferensiasi dan kita akan adu data,"[10]


BAB IV
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Setelah penulis mengaanalisa dan menguraikan berbagai informasi berdasarkan hasil penelitian tentang Strategi Pemenagan Anies Sandi , maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut;
Sebagaimna yang telah di Uraikan di Bab III maka terjawablah sudah bagaimana strategi Anies dan sandi dalam memenangkan PEMILUKADA. Ada beberapa hal yang harus kita ketahui faktor –faktor atau peluang yang dapat menjadikan Anies Sandi menjadi pemenag dalan Kontes Ini
1.      Dari segi indikator kecenderungan pemilih, Juga yang menjadi factor penentu selain dari pada integritas seorang Ahies Sandi, kecenderungan pemilih di ibu kota masih banyak yang memepertimbangkan Agama dari pasangan calon. Dan agama Anies Sandi sama dengan mayoritas penduduk DKI Jakarta.
2.      Dari Segi Kondisi Politik DKI Jakarta, menunjukan bahwa pasangan Ahok-djarot & Agus – Silvi mereka saling menjatukan satu sama yang lain sehingga teanga mereka terkuras selain untuk kampanye juga untuk membalas serangan yang sangat masiv dari kedua belah pihak, sedangkan Anies merasa santai dan Pe kampanye karena mereka tidak bermaslah satu sama lain
3.      Sisi Integritas, Anies Sandi memeiliki kemampuan yang terbaik di bidangnya masing-masing.
            Setelah kita melihat peluang kemenagan Anies Sandi maka dibutuhkan strategi yang tepat untuk mengubah peluang tersebut menjadi suatu kenyatan yaitu kemenganan dalam konteks PEMILUKADA. Adapun starategi peemenangan Anies Sandi sebagai berikut:
1.      Serangan darat, Mardani menjelaskan, dengan menyediakan relawan di 12.504 tempat pemungutan suara. Diharapkan mereka bisa mendata yang berpotensi untuk swing voters[11]
2.      Serangan udara, Mardani mengatakan, akan dimulai dengan tim untuk media konvensional, media sosial, dan tim data saksi pemilih.
3.      Operasi politik adalah satu sikap mensinergikan dengan team yang lain
4.      Merebut Hati Rakyat Jakarta. Pasangan Anies-Sandi gencar blusukan, menemui warga Ibu Kota.
5.      Strategi door to door. Nantinya, relawan Anies-Sandi akan menjelaskan program kerja pasangan tersebut dari mulut ke mulut. Lalu,
6.      Sentuh hati, bagaimana relawan pemenangan betul-betul mampu membuat pesona kepada publik dengan khidmat, melayani, kita masuk ke kegiatan rakyat,
7.      Strategi "patahkan logika". Para relawan akan membandingkan program kerja Anies-Sandi dengan pasangan calon lainnya.

B.     Saran
a.      Kiranya dapat mengambil hal-hal positif dari strategi pemenagan Anies Sandi dan syukur bisa diterapkan dalam aplikasi sebagai proses pembelajaran ketika mencalonkan menjadi ketua DLL
b.      Untuk menambah porsi mata kuliah atau kegiatan ekstra kampus terkait dengan Ilmu Politik Sehingga diharapkan Mahasiswa mengenal sedikit banyaknya tentang perpolitikan.



DAFTAR PUSTAKA
PLT Gubernur Jakarta








[1] http://pilkada.liputan6.com/read/2436435/ini-101-daerah-yang-gelar-pilkada-serentak-2017
[2] http://kpu.go.id/index.php/post/read/2017/5694/Keppres-No-3-Tahun-2017-Hari-Libur-Nasional-pada-Hari-Pemungutan-Suara-Pilkada-2017
[3] PLT Gubernur Jakarta
[4] https://news.detik.com/berita/d-3419439/pilkada-serentak-15-februari-ditetapkan-jadi-hari-libur-nasional
[5] http://konsultan-politik.blogspot.co.id/2011/04/tujuh-langkah-memenangkan-pilkada.html
[6] http://www.antaranews.com/berita/612540/menengok-peluang-kemenangan-tiap-calon-pada-pilkada-dki-2017
[7] http://www.dakwatuna.com/2016/09/23/82791/anies-sandi-dinilai-memiliki-integritas-sangat-baik/
[8] adalah perilaku pemilih yang berubah atau berpindah pilihan partai atau calon dari satu Pemilu ke Pemilu berikutnya.
[9] http://www.jawapos.com/read/2017/01/29/105787/prabowo-ungkap-strategi-kampanye-anies-sandi-katanya
[10]http://megapolitan.kompas.com/read/2016/12/14/20455361/berbagai.strategi.tim.pemenangan.ai.pada..dki.2017



Tidak ada komentar:

Posting Komentar