Makalah Pendidikan Kewarganegaraan
“Strategi Pematangan Tim Sukses Calon Gubernur DKI Anies Sandi”
Ditulis untuk memenuhi tugas mata kuliah Pendidikan Kewarganeharaan
Dosen : Juju Rarem Pandey, S.I.P.
Disusun oleh :
Nama :
NIM :
Kelas :
D/KM/IV
KONSENTRASI MANAJEMEN RUMAH SAKIT
PROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKAT
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
SURYA GLOBAL YOGYAKARTA
2017
KATA PENGANTAR
Dengan mengucap syukur Alhamdulillah kehadirat Allah
SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya dengan memberikan kekuatan
lahir dan batin serta ketenangan jiwa pada penulis sehingga dapat
meneyelesaikan makalah ini
dengan baik.
Penulis meyakini bahwa tanpa dorongan dan bantuan
dari berbagai pihak rasanya jauh dari kemungkinan makalah yang sederhana ini
dapat terselesaikan. Oleh karena itu penulis mengucapkan banyak terima kasih
kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan baik berupa material maupun
spiritual, teriring doa semoga bantuan dan dorongan yang telah diberikan kepada
penulis diterima oleh Allh SWT sebagi amal sholeh.
Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih banyak
kekeliruan dan kekurangan, yang ini semua disebabkan oleh ketidak tahuan atau
keterbatasan pengetahuan penulis. Oleh sebab itu dengan rendah hati penulis
mengharapkan saran dan kritik yang konstruktif dari berbagai pihak demi kesempurnaan makalahini.
Akhirnya, semoga Makalah
ini dapat bermanfaat bagi para pembaca pada umummnya
dan bagi penulis khususnya. Amien
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR ....................................................................................... ii
DAFTAR ISI ................................................................................................... iii
BAB
I PENDAHULUAN ................................................................................ 1
A. Latar
Belakang ....................................................................................... 1
B. Rumusan
Masalah................................................................................... 7
C. Tujuan...................................................................................................... 7
D. Manfaat................................................................................................... 7
BAB
II LANDASAN TEORI........................................................................... 8
A. Pengertian
Strategi Pemenangan ............................................................ 8
B. Tim
Sukses ............................................................................................. 8
BAB
III PEMBAHASAN .............................................................................. 11
A. Menakar
Peluang Pemenangan Anies Sandi......................................... 11
B. Strategi
Pemenangan Anies Sandi........................................................ 12
BAB IV Penutup.............................................................................................. 15
A. Kesimpulan............................................................................................ 15
B. Saran...................................................................................................... 16
DAFTAR
PUSTAKA ...................................................................................... 17
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Komisi
Pemilihan Umum (KPU) menetapkan pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada)
serentak gelombang kedua pada 15 Februari 2017. Pilkada diikuti 101 daerah dari
tingkat provinsi, kabupaten, dan kota. Adapun rinciannya Provinsi (7): Aceh, Bangka Belitung, DKI Jakarta, Banten,
Gorontalo, Sulawesi Barat, Papua Barat. Adapun Kabupaten (76): Mesuji, Lampung
Barat, Tulang Bawang, Bekasi, Banjarnegara, Batang, Jepara, Pati, Cilacap,
Brebes, Kulonprogo, Buleleng, Flores Timur, Lembata, Landak, Barito Selatan,
Kotawaringin Barat, Hulu Sungai Utara, Barito Kuala, Banggai Kepulauan, Buol,
Bolaang Mongondow, Kepulauan Sangihe, Takalar, Bombana, Kolaka Utara, Buton,
Boalemo, Muna Barat, Buton Tengah, Buton Selatan, Seram Bagian Barat, Buru,
Maluku Tenggara Barat, Maluku Tengah, Pulau Morotai, Halmahera Tengah, Nduga,
Lanny Jaya, Sarmi, Mappi, Tolikara, Kepulauan Yapen, Jayapura, Intan Jaya,
Puncak Jaya, Dogiyai, Tambrauw, Maybrat, Sorong, Aceh Besar, Aceh Utara, Aceh
Timur, Aceh Jaya, Bener Meriah, Pidie, Simeulue, Aceh Singkil, Bireun, Aceh
Barat Daya, Aceh Tenggara, Gayo Lues, Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Tengah, Aceh
Tamiang, Tapanuli Tengah, Kepulauan Mentawai, Kampar, Muaro Jambi, Sarolangun,
Tebo, Musi Banyuasin, Bengkulu Tengah, Tulang Bawang Barat, Pringsewu. Adapun
Kota (18): Banda Aceh, Lhokseumawe, Langsa, Sabang, Tebing Tinggi, Payakumbuh,
Pekanbaru, Cimahi, Tasikmalaya, Salatiga, Yogyakarta, Batu, Kupang, Singkawang,
Kendari, Ambon, Jayapura, Sorong[1].
Maka
Pilkada ini menjadi perhatian khusus bagi masyarakat Indonesia bahkan dengan
adanya pemilihan serentak ini Presiden Joko Widodo menetapkan 15 Februari 2017
sebagai hari libur nasional. Keputusan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden
( KEPPRES) Nomor 3 Tahun 2017 Tentang Hari Pemungutan Suara Pemilihan Gubernur
dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Walikota dan Wakil Walikota
Tahun 2017 sebagai HARI LIBUR NASIONAL[2]
yang ditetapkan pada hari Jumat (10/2/2017) di Jakarta. Salinan putusan
sebanyak 3 halaman tersebut ditandatangani Asisten Deputi Bidang Politik,
Hukum, dan Keamanan Deputi Bidang Hukum dan Perundang-undangan Kemensetneg M
Rokib. Bahkan menurut SUMARSONO[3]
peraturan tersebut didasari UU Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada. Dia juga berharap
penetapan hari libur itu mampu mendorong partisipasi masyarakat untuk datang ke
Tempat Pemungutan Suara (TPS)[4].
Namun
Penulis lebih tertarik untuk melakukan penilitian terkait dengan PILKADA DKI
Jakarta. DKI Jakarta menjadi menarik bagi penulis karena Sejak dulu, bobot
Pemilihan Gubernur DKI Jakarta selalu jauh di atas pilgub provinsi lainnya di
tanah air. Apalagi setelah Presiden Joko Widodo mencatatkan sejarah bahwa
beliau menapak tangga selaku Gubernur Jakarta sebelum menjadi presiden, maka harga
politik gubernur ibukota negara makin naik tajam. Maka, wajar jika Pilgub
Jakarta 2017 menjadi tolak ukur kemana dan bagaimana pertarungan politik
pilpres 2019.
Tentu
banyak faktor lain yang mempengaruhi meroketnya nilai Pilgub Jakarta. Faktor
ibukota negara tidak terbantahkan menyebabkan Jakarta selalu menjadi magnet
lebih. Itu sebabnya, pada Pilgub 2012, kepala daerah dari Sumatera Selatan dan
Solo memilih ikut bertarung di Jakarta. Bahkan, mantan Ketua MPR Hidayat Nur
Wahid rela turun gelanggang, serta ekonom tenar Faisal Basri juga ikut
bertanding. Faktor lain, pusat politik dan ekonomi Indonesia memang berpusat di
Jawa, tetapi episentrum utamanya tentu tetap di Jakarta.
Maka,
meskipun Jakarta adalah miniatur persoalan bangsa yang tentu lebih menantang
bagi siapapun gubernurnya, tetap saja Pilgub Jakarta menjadi daya tarik lebih
bagi siapapun yang ingin beradu nasib-tentu dengan berbagai niatan dan maksud
politik masing-masing. Salah satu niatan politik yang muncul-sejak suksesnya
karir politik Presiden Jokowi, Gubernur Jakarta adalah tangga politik untuk
naik ke kursi Presiden Indonesia. Itu sebabnya, Pilgub Jakarta 2017 menjadi
seakan-akan berasa sebagai pertarungan pemanasan Pilpres 2019. Paling tidak,
ada hitung-hitungan Pilpres 2019, yang ikut mempengaruhi kalkulasi penentuan
koalisi dan calon gubernur Jakarta 2017.
Saya
bukan ahli politik, karena itu catatan Kamisan ini jangan dianggap terlalu
akademik. Ini bacaan ringan, untuk melihat dari sisi orang biasa, yang tidak
terlalu paham teori politik, tetapi sedikit tahu dan pernah berada di pusat
kekuasaan politik, paling tidak di sekitaran presiden pada era 2008 hingga
2014. Walaupun, sejak diangkat mulai Mei 2016 selaku Guru Besar Tamu di
Fakultas Sosial-selain Fakultas Hukum-di Universitas Melbourne, dan baru akan
berakhir pada ujung Desember 2017, saya mau-tidak-mau harus pula mempelajari
dan mengetahui lebih banyak soal-soal politik.
Jadwal
pemilihan periode ini dimajukan dari jadwal pemilihan periode sebelumnya, yaitu
11 Juli karena mengikuti jadwal pilkada serentak. Gubernur Basuki Tjahaja
Purnama (dikenal sebagai "Ahok") mencalonkan diri sebagai petahana.
Selain itu, mantan perwira TNI Agus Harimurti Yudhoyono, serta akademisi dan
mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia Anies Baswedan juga
mencalonkan diri.
Nomor
Urut 1 Agus Yudhoyono dan Sylviana Murni yang didukung oleh beberapa partai
diantaranya Demokrat, PKB, PPP, dan PAN sedangkan Nomor Urut
2 Basuki T. Purnama dan Djarot Saiful Hidayat didukung oleh koalisi
partai sebagai berikut PDI-P, Hanura, Golkar, dan Nasdem adapun Nomor Urut 3
Anies Baswedan dan Sandiaga Uno didukung oleh 2 fraksi partai Gerindra dan PKS.
Berikut
biografi dan karir politik masing masing pasangan calon
a.
Pasangan I

b.
Pasangan II

c.
Pasangan III

Sudah
barang tertentu meraka akan beradu strategi politik dengan calon gubernur lainnya untuk
mewujudkan keinginannya menjadi orang no 1 di Jakarta. Namun dikesempatan ini
penulis akan memfokuskan untuk meneliti startegi pemenangan Anies Sandi.
Saya bukan ahli politik, karena itu catatan Kamisan
ini jangan dianggap terlalu akademik. Ini bacaan ringan, untuk melihat dari
sisi orang biasa, yang tidak terlalu paham teori politik, -mau harus pula
mempelajari dan mengetahui lebih banyak soal-soal politik.
B. Rumusan Masalah
Bagaimanakah
strategi pemenangan yang dilakukan oleh Tim Sukses calon Gubernur DKI Anies
Sandi?
C.
Tujuan
Untuk mengetahui strategi yang
dilakukan oleh Tim Sukses calon Gubernur DKI Anies Sandi.
D.
Manfaat
Untuk mengetahui strategi yang
dilakukan oleh Tim Sukses calon Gubernur DKI Anies Sandi.
BAB
II
LANDASAN
TEORI
A. Pengertian
Strategi Pemenangan
Memenangkan Pilkada, kata
kuncinya adalah strategi pemenangan yang diterapkan oleh kandidat. Strategi ini
lah yang sesungguhnya menentukan seorang kandidat menang atau kalah dalam
sebuah Pilkada. Strategi yang dimaksud disini adalah bagaimana cara atau jurus
seorang kandidat dalam mengalahkan lawan-lawannya. Kandidat bisa menggunakan
jurus David Carradine dalam film Kung Fu: The Legend Continues yang mengalahkan
lawan-lawannya dengan jurus yang efektif dan memanfaatkan tenaga lawan. Atau
kandidat memilih gaya Rambo yang memborbardir musuhnya dengan segala amunisi
tanpa ampun sedikit pun. Jurus Kung Fu David Caradine adalah sebuah ilustrasi
yang indah bagaimana ia mengalahkan lawan-lawannya dengan satu-dua gerakan yang
efektif dan efisien tenaga. Sebaliknya, Rambo mengalahkan musuh-musuhnya dengan
membombardirnya dengan semua kekuatan yang dia miliki, tanpa memberikan
kesempatan lawannya untuk membalasnya. Untuk bisa menentukan jurus atau
strategi mana yang tepat, kandidat paling tidak harus mengetahui kekuatan dan
kelemahan diri sendiri serta lawan yang akan dihadapi. Dalam konteks politik,
kandidat harus mengetahui peta politik secara akurat.[5]
B. TIM
Sukses
a. Pengertian
TIM SUKSES
adalah orang yang sangat
berpengaruh dalam usaha pemenangan calon pasangan Walikota, diutamkan orang
yang sudah memiliki kemampuan secara manejerial serta loyalitas dan tidak dapat
diragukan serta mempunyai Visi dan Misi Jangka panjang untuk orientasi dalam
pemenangan calon, tanpa mengenal waktu dalam melaksanakan kegiatan “ sebagai
tim sukses.
TIM SUKSES Juga pemegang
tugas dan tanggung jawab dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah untuk pasangan
Calon Walikota. Bisa juga diartikan TIM SUKSES adalah orang kepercayaan
pasangan calon Walikota, untuk itu perlu kehati-hatian dalam melakukan kegiatan
aktifitas, untuk merealisasikan program kerja serta dapat mensosialisasikan
Visi dan Misi pasangan calon, agar dapat dipahami secara lebih jelas oleh
masyarakat pemilih suara.
b. Tugas
Utama TIM SUKSES:
Tim Sukses adalah tim
kerja dalam semua aspek untuk seorang calon kandidat Walikota dalam Pemilihan
Umum Kepala Daerah (PEMILUKADA) untuk dapat menjabarkan program secara teknis
seluruh pelaksananaan kegiatan, mengenai penanganan Pemilihan Umum Kepala
Daerah, tingkat kabupaten / kota.
Tugas utama tim sukses
dalam (PEMILUKADA) harus memiliki kapasitas leadersip, Semangat serta kemampuan
untuk menjalankan program dan semua kegiatan (Tim sukses) harus memiliki daya
ikat dan daya padu, untuk dapat bekerjasama di dalam memperjuankan PROGRAM
Calon, untuk dapat memenangkan calon Kandida Walikota dalam Pemilihan Umum
Kepala Daerah- Kabupaten / Kota.
Tim Sukses dituntut untuk
dapat menjalankan program serta dapat meningkatkan Kesadaran masyarakat agar
partisipasi dan kepedulian dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah (PEMILUKADA)
Tentang perlunya perubahan baru dalam pemerintahan yang akan datang.
Tim Sukses diharuskan
proaktif didalam proses identifikasi masalah, Karakter dan Budaya masayarakat
daerah, agar program tim sukses tepat sasaran, untuk kegiatan pelaksanaan
kampanye calon kandidat, agar dukungan dari masyarakat pemilih sesuai dengan
yang diharapkan.
Dalam program tim sukses,
harus menitik beratkan mengenai, Membangun Kesadaran kritis untuk pemerintahan
yang akan datang agar tercipta kesejahtraan dan rasa keadilan masyarakat dan
mendatangkan Investor untuk Investasi agar mengurangi pengangguran dan tercipta
lapangan pekerjaan bagi masyarakat daerah setempat.
Tim Sukses diwajibkan
membangun kesadaran kritis buat seluruh tim sukses agar motifasi untuk bekerja
serta memegang teguh komitmen yang telah dibuat Sejak awal sesuai rencana kerja
tim sukses dan berorientasi pada pemenangan Pasangan Calon Kandidat Walikota
dan Wakil Walikota.
Tim Sukses harus Dapat
Menyusun Rencana kerja dan mensosialisasikan Program, VISI dan MISI yang
berbasis pada masalah Kebutuhan masyarakat dalam rangka mensukseskan Pasangan
Calon Kandidat, menjadi Walikota terpilih.
Membangun tim kerja yang
solid, serta dapat bekerja maksimal sesuai dengan Fungsi masing-masing bidang
yang ada dalam tim sukses dan dapat melakukan aksi, Repleksi atas pelaksanaan
seluruh kegiatan, termasuk menkondisikan seluruh “ pemilih suara dalam berbagai
elemen “ masyarakat di daerah wilayah kerja tim sukses.
Salah satu Program tim
sukses agar dapat mendorong kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi secara
aktif dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah (PEMILUKADA), membangun komitmen dan
loyalitas masyarakat terhadap pembangunan yang akan datang.
Ketua tim sukses
diwajibkan memantau seluruh kegiatan dan aktifitas dalam pelaksanaan kerja
lapangan seluruh elemen tim sukses agar dapat mengetahui tingkat elektabilitas
calon kandidat.
Ketua tim sukses, dapat
setiap saat melakukan pemantauan/Monitoring agar dapat mengevaluasi kerja
keberhasilan tim sukses untuk mengetahui kesiapan dan kelemahan, serta dapat
menjabarkan dan meperbaharui system kerja dalam tim sukses.
BAB III
PEMBAHASAN
Untuk bisa menentukan jurus atau strategi mana yang tepat, kandidat
paling tidak harus mengetahui kekuatan dan kelemahan diri sendiri serta lawan
yang akan dihadapi. Dalam konteks politik, kandidat harus mengetahui peta
politik secara akurat. Untuk itu didalam BAB ini
penulis memabagi dalam dua pemabahasan yaitu Menakar peluang kemenangan Anies
Sandi dan Strategi Pemenangan Anis Sandi
A.
Menakar
Peluang Pemenangan Anies-Sandi
Peluang Anies
Baswedan dan Sandiaga Uno dilihat dari sisi etnis pendukung, Ubedilah
memaparkan pasangan Anies-Sandi secara sosiologis cukup kuat berkat dukungan
dari etnis Jawa, Betawi, Arab dan perantauan dari kepulauan Sulawesi.
Dari sisi
indikator hasil pemilu sebelumnya, pada Pilgub DKI 2012 (Gerindra bersama PDIP
mengusung Jokowi-Ahok dengan 1,8 juta suara) dan pemilu legislatif 2014
(Gerindra sekitar 600 ribuan suara dan PKS sekitar 500 ribuan), pasangan ini
memiliki kerja mesin politik yang dinilai banyak kalangan sangat baik sehingga
berpeluang mendapatkan perolehan suara menyamai pasangan Agus-Sylvi sekitar 1,4
juta suara.
"Perolehan
suara tersebut bisa bertambah jika asumsi debat cagub-cawagub yang menilai
pasangan Anies-Sandi dapat mengambil keuntungan dari dilema Ahok versus Agus
sehingga ada migrasi pemilih dari pemilih Ahok-Jarot maupun Agus-Sylvi ke
Anies-Sandi," jelas Ubedilah.
Dari segi
indikator kecenderungan pemilih, pasangan
Anies-Sandi akan dicoblos pemilih setia PKS dan Gerindra, dan cenderung dipilih
oleh pemilih pemula, kaum muda kelas menengah baru, umat Islam perkotaan,
sebagian dari warga nahdhiyin dan Muhammadiyah.
"Data kami
menemukan bahwa warga Jakarta sebesar 60 persen mempertimbangkan unsur agama
dalam memilih pemimpin," kata Ubedilah.[6]
Dari Segi
Kondisi Politik DKI Jakarta, Menurut Pengamat
politik Lembaga Konsep Indonesia, Agus Maulana
Saat ditanya terkait aksi 212 dan 412, Agus menjawab, “memang persaingan
sengit seakan hanya dilakukan oleh pasangan Ahok-Djarot dan Agus-Silvy saja,
jika kita hanya melihat lalu lintas di media, terutama media sosial. Namun,
keuntungan ada dipihak pasangan Anies-Sandi,” jawab Agus.
Selain itu, Agus
menambahkan, saat ini pasangan Anis-Sandi diuntungkan karena pasangan
Ahok-Djarot dan Agus-Silvy saling menjegal dan menjatuhkan. Posisi seperti ini
harus dimanfaatkan oleh pasangan Anies-Sandi dengan melakukan konsolidasi ke
bawah. Jika tim Anies-Sandi memiliki jaringan efektif, maka akan bisa menyalip
kontestan lainnya.
Dari sisi
Integritas, Jakarta. Presiden PKS M Sohibul
Iman mengatakan, cagub-cawagub yang diusung PKS dan Gerindra yaitu Anies
Baswedan dan Sandiaga Salahudin Uno memiliki integritas yang sangat baik dan
sudah teruji.
Dia menjelaskan,
baik Anies maupun Sandi telah menjadi yang terbaik di bidangnya masing-masing.
“Saya rasa tidak
perlu menceritakan keberhasilan keduanya sebab keberhasilan di bidang
masing-masing sudah teruji,” kata Sohibul Iman saat deklarasi cagub-cawagub DKI
Jakarta Anies-Sandi, di kediaman Prabowo Subianto,[7]
B.
Strategi
Pemenangan Anies Sandi
Strategi
secara umum adalah teknik untuk mendapatkan kemenangan (victory) pencapaian tujuan (to
achieve goals), begitu pula yang dilakuakan timpemenangan ANIES –SANDI
untuk memenangkan kandidatnya dari kontes PILKADA DKI Jakarta mereka memnetapkan bebarapa
strategi sebagaimana yang dijelaskan oleh Mardani Ali sera selaku ketua tim
Pemengan Anis Sandi yaitu dengan tiga strategi yaitu,:
Serangan
darat, Mardani menjelaskan, dengan menyediakan relawan di 12.504 tempat
pemungutan suara. Tim teritori akan menyediakan koordinator untuk RW dan setiap
gang akan disediakan regu penggerak pemilih. Relawan ini, Mardani mengatakan,
akan bertugas menjadi saksi dan mendata yang berpotensi untuk swing voters[8]
agar kemudian dapat diajak untuk berkenalan dengan Anies dan Sandi.
Serangan
udara, Mardani mengatakan, akan dimulai dengan tim untuk media
konvensional, media sosial, dan tim data saksi pemilih. Ia mengklaim tanggal 8
Oktober tim pemenangan sudah memiliki data pemilih sementara Anies dan Sandi.
Selain
itu, akan disediakan tim informasi dan teknologi yang bertugas untuk
mengkoneksi langsung setiap saksi di TPS. Hal ini, diklaim Mardani, agar dapat
menciptakan realtime count saat pemilihan.
"Operasi
politik adalah satu sikap mensinergikan dengan team yang lain “teman sebelah sana melakukan apa, apa yang
bisa kita buat untuk kita kerjasama," ucapnya.
Merebut
Hati Rakyat Jakarta. Pasangan Anies-Sandi gencar blusukan, menemui warga
Ibu Kota. Mardani mengklaim, menurut data dari KPUD DKI Jakarta dan Bawaslu DKI
Jakarta yang diperolehnya, pasangan yang diusung Partai Keadilan Sejahtera
(PKS) dan Partai Gerindra tersebut tercatat paling sering menemui warga
Jakarta.
"Menurut
catatan dari KPU dan Bawaslu, yang paling banyak number of context-nya,
kegiatannya Anies-Sandi. Kalau Anies mendekati angka 200-an, kalau Sandi hampir
1.000 titik,"
Apa yang dilakukan Tim Pemenangan
Anis Sandi Selaras dengan pernyataan Prabowo Subianto selaku Ketua Partai
GERINDRA mengatakan, strategi pihaknya sederhana. "Turun ke rakyat dan
menyampaikan kebenaran,"[9]
Strategi
door to door. Nantinya, relawan Anies-Sandi
akan menjelaskan program kerja pasangan tersebut dari mulut ke mulut. Lalu,
lanjut Mardani, strategi lainnya adalah "ketuk hati".
"Sentuh
hati, bagaimana relawan pemenangan betul-betul mampu membuat pesona kepada
publik dengan khidmat, melayani, kita masuk ke kegiatan rakyat, termasuk
sentuhan di masjid, gereja dan lain-lain. Pokoknya kita sentuh hatinya,"
kata Mardani.
Strategi
"patahkan logika". Para relawan akan membandingkan program kerja
Anies-Sandi dengan pasangan calon lainnya.
"Bagaimana pemilihan Anies-Sandi
dengan pemilih calon lainnya. Lalu bagaimana program kerja Anies-Sandi dengan
pasangan lainnya bagaimana. Kita akan kotrasting, diferensiasi dan kita akan
adu data,"[10]
BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
Setelah penulis mengaanalisa dan menguraikan berbagai
informasi berdasarkan hasil penelitian tentang Strategi
Pemenagan Anies Sandi , maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut;
Sebagaimna yang
telah di Uraikan di Bab III maka terjawablah sudah bagaimana strategi Anies dan
sandi dalam memenangkan PEMILUKADA. Ada beberapa hal yang harus kita ketahui
faktor –faktor atau peluang yang dapat menjadikan Anies Sandi menjadi pemenag
dalan Kontes Ini
1.
Dari segi indikator
kecenderungan pemilih, Juga yang menjadi
factor penentu selain dari pada integritas seorang Ahies Sandi,
kecenderungan pemilih di ibu kota masih banyak yang memepertimbangkan Agama
dari pasangan calon. Dan agama Anies Sandi sama dengan mayoritas penduduk DKI
Jakarta.
2.
Dari Segi Kondisi
Politik DKI Jakarta, menunjukan bahwa pasangan Ahok-djarot & Agus – Silvi
mereka saling menjatukan satu sama yang lain sehingga teanga mereka terkuras
selain untuk kampanye juga untuk membalas serangan yang sangat masiv dari kedua
belah pihak, sedangkan Anies merasa santai dan Pe kampanye karena mereka tidak
bermaslah satu sama lain
3.
Sisi Integritas, Anies Sandi memeiliki kemampuan yang
terbaik di bidangnya masing-masing.
Setelah kita melihat peluang
kemenagan Anies Sandi maka dibutuhkan strategi yang tepat untuk mengubah
peluang tersebut menjadi suatu kenyatan yaitu kemenganan dalam konteks
PEMILUKADA. Adapun starategi peemenangan Anies Sandi sebagai berikut:
1.
Serangan darat,
Mardani menjelaskan, dengan menyediakan relawan di 12.504 tempat pemungutan
suara. Diharapkan mereka bisa mendata yang berpotensi untuk swing voters[11]
2. Serangan
udara, Mardani mengatakan, akan dimulai dengan tim untuk
media konvensional, media sosial, dan tim data saksi pemilih.
3. Operasi
politik adalah satu sikap mensinergikan dengan team yang
lain
4. Merebut
Hati Rakyat Jakarta. Pasangan Anies-Sandi gencar blusukan,
menemui warga Ibu Kota.
5. Strategi
door to door. Nantinya, relawan Anies-Sandi akan
menjelaskan program kerja pasangan tersebut dari mulut ke mulut. Lalu,
6. Sentuh
hati, bagaimana relawan pemenangan betul-betul mampu
membuat pesona kepada publik dengan khidmat, melayani, kita masuk ke kegiatan
rakyat,
7. Strategi
"patahkan logika". Para relawan akan
membandingkan program kerja Anies-Sandi dengan pasangan calon lainnya.
B.
Saran
a. Kiranya
dapat mengambil hal-hal positif dari strategi pemenagan Anies Sandi dan syukur
bisa diterapkan dalam aplikasi sebagai proses pembelajaran ketika mencalonkan
menjadi ketua DLL
b.
Untuk menambah porsi mata kuliah atau
kegiatan ekstra kampus terkait dengan Ilmu Politik Sehingga diharapkan
Mahasiswa mengenal sedikit banyaknya tentang perpolitikan.
DAFTAR
PUSTAKA
PLT Gubernur Jakarta
http://www.antaranews.com/berita/612540/menengok-peluang-kemenangan-tiap-calon-pada-pilkada-dki-2017
[1]
http://pilkada.liputan6.com/read/2436435/ini-101-daerah-yang-gelar-pilkada-serentak-2017
[2]
http://kpu.go.id/index.php/post/read/2017/5694/Keppres-No-3-Tahun-2017-Hari-Libur-Nasional-pada-Hari-Pemungutan-Suara-Pilkada-2017
[3] PLT Gubernur Jakarta
[4]
https://news.detik.com/berita/d-3419439/pilkada-serentak-15-februari-ditetapkan-jadi-hari-libur-nasional
[5]
http://konsultan-politik.blogspot.co.id/2011/04/tujuh-langkah-memenangkan-pilkada.html
[6]
http://www.antaranews.com/berita/612540/menengok-peluang-kemenangan-tiap-calon-pada-pilkada-dki-2017
[7] http://www.dakwatuna.com/2016/09/23/82791/anies-sandi-dinilai-memiliki-integritas-sangat-baik/
[8] adalah perilaku pemilih yang berubah atau
berpindah pilihan partai atau calon dari satu Pemilu ke Pemilu berikutnya.
[9]
http://www.jawapos.com/read/2017/01/29/105787/prabowo-ungkap-strategi-kampanye-anies-sandi-katanya
[10]http://megapolitan.kompas.com/read/2016/12/14/20455361/berbagai.strategi.tim.pemenangan.ai.pada..dki.2017
Tidak ada komentar:
Posting Komentar