MAKALAH KESEHATAN LINGKUNGAN
“Konsep Dasar Kesehatan Lingkungan”
Ditulis untuk memenuhi tugas mata kuliah kesehatan lingkungan
Dosen : Nor Wijayanti, S.KM, M.Kes
Disusun oleh :
KONSENTRASI MANAJEMEN RUMAH SAKIT
PROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKAT
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
SURYA GLOBAL YOGYAKARTA
2016
KATA PENGANTAR
Puji syukur atas kehadirat Allah SWT karena
atas segala rahmat dan karunia-Nya, kami dapat menyelesaikan penulisan makalah
yang berjudul “Konsep Dasar Kesehatan
Lingkungan”.
Kami menyadari penulisan makalah ini
mungkin jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik dan
saran yang bersifat membangun guna perbaikan dimasa mendatang.
Selama proses penulisan makalah ini, kami
mengalami banyak hal terutama kekurangsiapan dalam proses pembuatan serta
kelengkapan isi maupun sumber dari makalah ini.
Dengan selesainya penulisan makalah ini, kami
berharap kepada pembaca atau khalayak umum agar mengetahui pengertian
kesehatan, konsep sehat sakit, pengertian kesehatan lingkungan, komponen
lingkungan, masalah-masalah kesehtan lingkungan di indonesia dan lain-lain.
Semoga
karya kecil ini dapat memberikan kontribusi secara bermakna dalam pengenalan
konsep dasar kesehatan lingkungan.
Yogyakarta, 05 September 2016
DAFTAR
ISI
KATA PENGANTAR ....................................................................................... ii
DAFTAR ISI ................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN ................................................................................ 1
A. Latar
Belakang ............................................................................................ 1
B. Rumusan
Masalah........................................................................................ 1
C. Tujuan ......................................................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN................................................................................... 3
A. Pengertian
Kesehatan .................................................................................. 3
B. Konsep
Sehat Sakit ..................................................................................... 3
C. Pengertian
Kesehatan Lingkungan .............................................................. 5
D. Komponen
Lingkungan ............................................................................... 8
E. Masalah-Masalah
Lingkungan di Indonesia ................................................ 9
F.
Penyakit yang ditimbulkan oleh
Lingkungan yang Tidak Sehat ............... 13
G. Upaya
Penanggulangan Kesehatan Lingkungan........................................ 14
BAB III PENUTUP ........................................................................................ 15
A. Kesimpulan
................................................................................................ 15
B. Saran
........................................................................................................ 16
DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................... 17
Job
Discription........................................................................................18
BAB
I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Kesehatan
lingkungan merupakan faktor penting dalam kehidupan sosial kemasyarakatan,
bahkan merupakan salah satu unsur penentu atau determinan dalam kesejahteraan
penduduk. Di mana lingkungan yang sehat sangat dibutuhkan bukan hanya untuk
meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, tetapi juga untuk kenyamanan hidup
dan meningkatkan efisiensi kerja dan belajar. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa tingginya angka kematian bayi pada suatu daerah disebabkan karena faktor
perilaku (perilaku perawatan pada saat hamil dan perawatan bayi, serta perilaku
kesehatan lingkungan ) dan faktor kesehatan lingkungan.
Pada masa
yang datang pemerintah lebih fokus pada pelaksanaan pembangunan yang
berkelanjutan dan pengembangan wilayah yang berkesadaran lingkungan, sementara
pihak pengguna infrastruktur dalam hal ini masyarakat secara keseluruhan harus
disiapkan dengan kesadaran lingkungan yang lebih baik (tahu sesuatu atau tahu
bersikap yang semestinya) Masa datang kita dihadapkan dengan penggunaan
IPTEK yang lebih maju dan lebih kompleks yang memerlukan profesionalisme yang
lebih baik dengan jenjang pendidikan yang memadai.
Di samping
itu dalam proses pembangunan masa datang, diperlukan adanya teknologi kesehatan
lingkungan yang menitik beratkan upayanya pada metodologi mengukur dampak
kesehatan dari pencemaran yang ditimbulkan oleh adanya pembangunan, Indikator
ini harus mudah, murah untuk diukur juga sensitif menunjukkan adanya perubahan
kualitas lingkungan.
B. Rumusan
Masalah
1.
Pengertian
kesehatan
2.
Konsep
sehat sakit
3.
Pengertian
kesehatan lingkungan
4.
Komponen
lingkungan
5.
Masalah-masalah kesehtan
lingkungan di indonesia
C. Tujuan
Mahasiswa dapat
mengetahui pengertian kesehatan, konsep sehat sakit, pengertian kesehatan
lingkungan, komponen lingkungan.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Kesehatan
a. Menurut WHO
“Keadaan yg
meliputi kesehatan fisik, mental, dan sosial yg tidak hanya berarti suatu
keadaan yg bebas dari penyakit dan kecacatan.”
b.
Menurut UU No
23 / 1992 ttg Kesehatan
“Keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan setiap
orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis.”
Pengertian Kesehatan, bila dilihat dari sumber Wikipedia mempunyai makna keadaan
yang sejahtera badan, sosial dan jiwa yang mendorong orang untuk hidup
produktif secara sosial dan ekonomis. Sedangkan menurut World Health
Organization (WHO) kesehatan adalah suatu keadaan fisik, sosial dan mental
yang telah mencapai titik kesejahteraan. Bukan hanya karena ketiadaan penyakit
atau kelemahan. Pada tahun 1968 WHO juga mengumumkan Piagam Ottawa yang
menjelaskan tentang Pengertian kesehatan. Di dalam piagam itu tertulis “kesehatan
adalah sumber daya kehidupan sehari-hari, bukan hanya sebagai tujuan hidup.
Kesehatan juga merupakan konsep positif yang menekankan pada kemampuan fisik,
serta sumber daya sosial dan pribadi”.
B.
Konsep
Sehat Sakit
Menurut WHO
(1947) Sehat itu sendiri dapat diartikan bahwa suatu keadaan yang sempurna baik
secara fisik, mental dan sosial serta tidak hanya bebas dari penyakit atau
kelemahan (WHO, 1947).
Definisi WHO
tentang sehat mempunyai karakteristik berikut yang dapat meningkatkan konsep
sehat yang positif (Edelman dan Mandle. 1994) :
1. Memperhatikan individu sebagai sebuah sistem yang menyeluruh.
2. Memandang sehat dengan mengidentifikasi lingkungan internal dan eksternal.
3. Penghargaan terhadap pentingnya peran individu dalam hidup.
Sehat Menurut Depkes RI
UU No.23,1992 tentang Kesehatan menyatakan bahwa :
Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan hidup produktif secara sosial dan ekonomi. Dalam pengertian ini maka kesehatan harus dilihat sebagai satu kesatuan yang utuh terdiri dari unsur –unsur fisik, mental dan sosial dan di dalamnya kesehatan jiwa merupakan bagian integral kesehatan
Dalam pengertian yang paling luas sehat merupakan suatu keadaan yang dinamis dimana individu menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan lingkungan internal (psikologis, intelektua, spiritual dan penyakit) dan eksternal (lingkungan fisik, social, dan ekonomi) dalam mempertahankan kesehatannya.
Definisi sakit : seseorang dikatakan sakit apabila ia menderita penyakit menahun (kronis), atau gangguan kesehatan lain yang menyebabkan aktivitas kerja/kegiatannya terganggu. Walaupun seseorang sakit (istilah sehari -hari) seperti masuk angin, pilek, tetapi bila ia tidak terganggu untuk melaksanakan kegiatannya, maka ia di anggap tidak sakit.
Pengertian sakit menurut etiologi naturalistik dapat dijelaskan dari segi impersonal dan sistematik, yaitu bahwa sakit merupakan satu keadaan atau satu hal yang disebabkan oleh gangguan terhadap sistem tubuh manusia
Sakit adalah keadaan dimana fisik, emosional, intelektual, sosial, perkembangan, atau seseorang berkurang atau terganggu, bukan hanya keadaan terjadinya proses penyakit.
Oleh karena itu sakit tidak sama dengan penyakit. Sebagai contoh klien dengan Leukemia yang sedang menjalani pengobatan mungkin akan mampu berfungsi seperti biasanya, sedangkan klien lain dengan kanker payudara yang sedang mempersiapkan diri untuk menjalanaio operasi mungkin akan merasakan akibatnya pada dimensi lain, selain dimensi fisik.
Perilaku sakit merupakan perilaku orang sakit yang meliputi: cara seseorang memantau tubuhnya; mendefinisikan dan menginterpretasikan gejala yang dialami; melakukan upaya penyembuhan; dan penggunaan sistem pelayanan kesehatan.
Seorang individu yang merasa dirinya sedang sakit perilaku sakit bisa berfungsi sebagai mekanisme koping Bauman (1965)
C.
Pengertian
Kesehatan Lingkungan
Kesehatan lingkungan merupakan suatu kondisi
lingkungan yang mampu menopang keseimbangan ekologi yang dinamis antara manusia
dengan lingkungannya untuk mendukung tercapainya kualitas hidup manusia yang
sehat dan bahagia. (HAKLI).
Menurut (WHO, 2005) Kesehatan lingkungan merupakan
suatu keseimbangan ekologi yang harus ada antara manusia dengan lingkungan agar
dapat menjamin keadaan sehat dari manusia.
Kesehatan lingkungan adalah
upaya untuk melindungi kesehatan manusia melalui pengelolaan, pengawasan dan
pencegahan faktor-faktor lingkungan yang dapat mengganggu kesehatan manusia. (Sumengen
Sutomo, 1991) Kesehatan lingkungan adalah ilmu & seni dalam
mencapai keseimbangan, keselarasan dan keserasian lingkungan hidup melalui
upaya pengembangan budaya perilaku sehat dan pengelolaan lingkungan sehingga
dicapai kondisi yang bersih, aman, nyaman, sehat dan sejahtera terhindar dari
gangguan penyakit, pencemaran dan kecelakaan, sesuai dengan harkat dan martabat
manusia. (Sudjono Soenhadji, 1994).
Kesehatan lingkungan adalah
ilmu dan seni untuk mencegah pengganggu, menanggulangi kerusakan dan meningkatkan/memulihkan
fungsi lingkungan melalui pengelolaan unsur-unsur atau faktor-faktor lingkungan
yang berisiko terhadap kesehatan manusia dengan cara identifikasi, analisis,
intervensi/rekayasa lingkungan, sehingga tersedianya lingkungan yang menjamin
bagi derajat kesehatan manusia secara optimal. (Tri Cahyono, 2000).
1. Ruang
lingkup kesehatan lingkungan ada 17 (WHO) adalah:
a.
Penyediaan Air Minum
b.
Pengelolaan air
Buangan dan pengendalian pencemaran
c.
Pembuangan Sampah Padat
d.
Pengendalian Vektor
e.
Pencegahan/pengendalian
pencemaran tanah oleh ekskreta manusia
f.
Higiene makanan, termasuk higiene susu
g.
Pengendalian pencemaran udara
h.
Pengendalian radiasi
i.
Kesehatan kerja
j.
Pengendalian kebisingan
k.
Perumahan dan pemukiman
l.
Aspek kesling dan transportasi udara
m.
Perencanaan daerah dan perkotaan
n.
Pencegahan kecelakaan
o.
Rekreasi umum dan pariwisata
p.
Tindakan-tindakan
sanitasi yang berhubungan dengan keadaan epidemi/wabah, bencana alam dan
perpindahan penduduk.
q.
Tindakan
pencegahan yang diperlukan untuk menjamin lingkungan.
Di Indonesia, ruang lingkup kesehatan lingkungan diterangkan dalam Pasal
22 ayat (3) UU No 23 tahun 1992 ruang lingkup kesling ada 8, yaitu :
1. Penyehatan
Air dan Udara
2.
Pengamanan Limbah padat/sampah
3.
Pengamanan Limbah cair
4.
Pengamanan limbah gas
5.
Pengamanan radiasi
6.
Pengamanan kebisingan
7.
Pengamanan vektor penyakit
8.
Penyehatan dan pengamanan lainnya, sepeti keadaan
pasca bencana
2. Karakteristik
Lingkungan
a. Lingkungan
fisik : air, udara, tanah,
iklim, geografis, perumahan, pangan, panas, radiasi.
b. Lingkungan
kimia : zat-zat kimia
c. Lingkungan
sosial : Status sosial, agama,
adat istiadat, organisasi sosial politik.
d. Lingkungan
Biologis : mikroorganisme,
serangga, binatang, dan tumbuh-tumbuhan.
3. Sasaran
kesehatan lingkungan
a. Tempat
umum : hotel, terminal, pasar, pertokoan, dan usaha-usaha sejenis.
b. Lingkungan
pemukiman : rumah tinggal, asrama, dan pemukiman yg sejenis.
c. Lingkungan
kerja : perkantoran, kawasan industri, dan kawasan sejenis.
d. Angkutan
umum : kederaan darat, laut, dan udara yang digunakan untuk umum.
e. Lingkungan
keadaan darurat, bencana dll.
D.
Komponen
Lingkungan
Secara umum, unsur lingkungan dibedakan menjadi dua, yaitu lingkungan
biotik dan lingkungan abiotik.
1.
Lingkungan Biotik
Lingkungan biotik (lingkungan organik) merupakan komponen makhluk hidup
yang menghuni planet bumi, terdiri atas mikroorganisme, seperti bakteri dan
virus, tumbuhan, hewan, dan manusia. Secara khusus, lingkungan biotik
diklasifikasikan menjadi:
a.
Produsen, dalam hal ini tumbuhan yang memproduksi
sumber bahan makanan bagi makhluk hidup lainnya;
- Konsumen, yaitu hewan serta manusia; dan
- Pengurai, yang merupakan mikroorganisme yang merombak dan menghancurkan sisa-sisa organisme yang telah mati. Termasuk ke dalam kelompok pengurai adalah jamur, bakteri, dan cacing tanah.
2.
Lingkungan Abiotik
Lingkungan
abiotik merupakan kondisi yang terdapat di sekeliling makhluk hidup berupa
benda mati (unsur anorganik), seperti batuan, tanah, mineral, dan udara.
Lingkungan abiotik dinamakan juga lingkungan anorganik.
Dalam sudut
pandang ekologi manusia, yaitu ilmu yang mempelajari dan menganalisis hubungan
timbal balik (interaksi dan interelasi) antara manusia dan lingkungannya, unsur
lingkungan hidup itu dibedakan atas tiga kelompok utama, yaitu lingkungan alam
(lingkungan fisik), sosial, dan budaya.
- Lingkungan alam merupakan kondisi alamiah suatu wilayah yang meliputi kondisi iklim, tanah, fisiografi, dan batuan.
- Lingkungan sosial adalah manusia dengan semua aktivitas dan karakternya, baik sebagai individu atau pribadi maupun makhluk sosial.
- Lingkungan budaya adalah benda-benda hasil daya cipta manusia, seperti bangunan, karya seni, sistem kepercayaan, dan tatanan kelembagaan sosial.
E.
Masalah-Masalah Kesehtan Lingkungan Di Indonesia
Masalah Kesehatan lingkungan merupakan masalah kompleks yang untuk mengatasinya
dibutuhkan integrasi dari berbagai sector terkait. Di Indonesia permasalah
dalam kesehatan lingkungan antara lain :
1)
Air Bersih
Air bersih adalah air yang digunakan untuk keperluan sehari-hari yang
kualitasnya memenuhi syarat kesehatan dan dapat diminum apabila telah dimasak.
Air minum adalah air yang kualitasnya memenuhi syarat kesehatan dan dapat
langsung diminum.
Syarat-syarat Kualitas Air Bersih diantaranya adalah
sebagai berikut :
a.
Syarat Fisik : Tidak berbau, tidak berasa, dan tidak
berwarna
b.
Syarat Kimia : Kadar Besi : maksimum yang
diperbolehkan 0,3 mg/l, Kesadahan ( maks 500mg/l ).
c.
Syarat Mikrobiologis : Koliform tinja/total koliform
(maks 0 per 100 ml air).
2)
Pembuangan Kotoran/Tinja
Metode pembuangan tinja yang baik yaitu dengan jamban dengan syarat sebagai
berikut :
a.
Tanah permukaan tidak boleh terjadi kontaminasi
b.
Tidak boleh terjadi kontaminasi pada air tanah yang
mungkin memasuki mata air atau sumur
c.
Tidak boleh terkontaminasi air permukaan
d.
Tinja tidak boleh terjangkau oleh lalat dan hewan lain
e.
Tidak boleh terjadi penanganan tinja segar ; atau,
bila memang benar-benar diperlukan, harus dibatasi seminimal mungkin
f.
Jamban harus babas dari bau atau kondisi yang tidak
sedap dipandang
g.
Metode pembuatan dan pengoperasian harus sederhana dan
tidak mahal.
3)
Kesehatan Pemukiman
Secara umum rumah dapat dikatakan sehat apabila memenuhi kriteria sebagai
berikut :
a.
Memenuhi kebutuhan fisiologis, yaitu : pencahayaan,
penghawaan dan ruang gerak yang cukup, terhindar dari kebisingan yang
mengganggu.
b.
Memenuhi kebutuhan psikologis, yaitu : privacy yang
cukup, komunikasi yang sehat antar anggota keluarga dan penghuni rumah.
c.
Memenuhi persyaratan pencegahan penularan penyakit
antarpenghuni rumah dengan penyediaan air bersih, pengelolaan tinja dan limbah
rumah tangga, bebas vektor penyakit dan tikus, kepadatan hunian yang tidak
berlebihan, cukup sinar matahari pagi, terlindungnya makanan dan minuman dari
pencemaran, disamping pencahayaan dan penghawaan yang cukup.
d.
Memenuhi persyaratan pencegahan terjadinya kecelakaan
baik yang timbul karena keadaan luar maupun dalam rumah antara lain persyaratan
garis sempadan jalan, konstruksi yang tidak mudah roboh, tidak mudah terbakar,
dan tidak cenderung membuat penghuninya jatuh tergelincir.
4)
Pembuangan Sampah
Teknik pengelolaan sampah yang baik dan benar harus memperhatikan
faktor-faktor /unsur, berikut:
a.
Penimbulan sampah. Faktor-faktor yang mempengaruhi
produksi sampah adalah jumlah penduduk dan kepadatanya, tingkat aktivitas, pola
kehidupan/tk sosial ekonomi, letak geografis, iklim, musim, dan kemajuan
teknologi.
b.
Penyimpanan sampah.
c.
Pengumpulan, pengolahan dan pemanfaatan kembali
d.
Pengangkutan
e.
Pembuangan
Dengan mengetahui unsur-unsur pengelolaan sampah, kita dapat mengetahui
hubungan dan urgensinya masing-masing unsur tersebut agar kita dapat memecahkan
masalah-masalah ini secara efisien.
5)
Serangga dan Binatang
Pengganggu
Serangga sebagai reservoir (habitat
dan suvival) bibit penyakit yang kemudian disebut sebagai vektor
misalnya : pinjal tikus untuk penyakit pes/sampar, Nyamuk Anopheles sp untuk
penyakit Malaria, Nyamuk Aedes sp untuk Demam Berdarah Dengue (DBD), Nyamuk
Culex sp untuk Penyakit Kaki Gajah/Filariasis. Penanggulangan/pencegahan dari
penyakit tersebut diantaranya dengan merancang rumah/tempat pengelolaan makanan
dengan rat proff (rapat tikus), Kelambu yang dicelupkan dengan pestisida
untuk mencegah gigitan Nyamuk Anopheles sp, Gerakan 3 M (menguras mengubur dan
menutup) tempat penampungan air untuk mencegah penyakit DBD, Penggunaan kasa
pada lubang angin di rumah atau dengan pestisida untuk mencegah penyakit kaki
gajah dan usaha-usaha sanitasi.
Binatang pengganggu yang dapat
menularkan penyakit misalnya anjing dapat menularkan penyakit rabies/anjing
gila. Kecoa dan lalat dapat menjadi perantara perpindahan bibit penyakit ke
makanan sehingga menimbulakan diare. Tikus dapat menyebabkan Leptospirosis dari
kencing yang dikeluarkannya yang telah terinfeksi bakteri penyebab.
6)
Makanan dan Minuman
Sasaran higene sanitasi makanan dan minuman adalah restoran, rumah makan,
jasa boga dan makanan jajanan (diolah oleh pengrajin makanan di tempat
penjualan dan atau disajikan sebagai makanan siap santap untuk dijual bagi umum
selain yang disajikan jasa boga, rumah makan/restoran, dan hotel).
Persyaratan hygiene sanitasi makanan dan minuman tempat pengelolaan makanan
meliputi :
a.
Persyaratan lokasi dan bangunan
b.
Persyaratan fasilitas sanitasi
c.
Persyaratan dapur, ruang makan dan gudang makanan
d.
Persyaratan bahan makanan dan makanan jadi
e.
Persyaratan
pengolahan makanan
f.
Persyaratan penyimpanan bahan makanan dan makanan jadi
g.
Persyaratan peralatan yang digunakan
h.
Pencemaran Lingkungan
Pencemaran lingkungan diantaranya pencemaran air, pencemaran tanah,
pencemaran udara. Pencemaran udara dapat dibagi lagi menjadi indoor air
pollution dan out door air pollution. Indoor air pollution merupakan problem
perumahan/pemukiman serta gedung umum, bis kereta api, dll.
Masalah ini lebih berpotensi menjadi masalah kesehatan yang sesungguhnya,
mengingat manusia cenderung berada di dalam ruangan ketimbang berada di
jalanan. Diduga akibat pembakaran kayu bakar, bahan bakar rumah tangga lainnya
merupakan salah satu faktor resiko timbulnya infeksi saluran pernafasan bagi
anak balita.
Mengenai masalah out door pollution atau pencemaran udara di luar rumah,
berbagai analisis data menunjukkan bahwa ada kecenderungan peningkatan.
Beberapa penelitian menunjukkan adanya perbedaan resiko dampak pencemaran pada
beberapa kelompok resiko tinggi penduduk kota dibanding pedesaan. Besar resiko
relatif tersebut adalah 12,5 kali lebih besar.
Keadaan ini, bagi jenis pencemar yang akumulatif, tentu akan lebih buruk di
masa mendatang. Pembakaran hutan untuk dibuat lahan pertanian atau sekedar
diambil kayunya ternyata membawa dampak serius, misalnya infeksi saluran
pernafasan akut, iritasi pada mata, terganggunya jadual penerbangan,
terganggunya ekologi hutan.
F.
Penyakit
Yang Ditimbulkan Oleh Lingkungan Yang Tidak Sehat
1.
Kolera
Penyakit saluran cerna yang
disalurkan lewat penggunaan air dalam kehidupan sehari-hari.
2.
Tifus perut
Penyakit saluran cerna yang
ditularkan lewat penggunaan air dalam kehidupan sehari-hari. penggunaan air
yang tidak memenuhi syarat kesehatan untuk kepentingan rumah tangga menyebabkan
banyaknya penderita penyakit perut menular.
3.
Diare
Penyakit saluran cerna yang
ditandai bercak-cak encer dengan atau tanpa darah dan muntah-muntah.penyakit
ini disebabkan oleh kerusakan organik /fungsional saluran cerna.
4.
Leptospitosis
Penyakit yang disebabkan lewat
tampungan air hujan yang telah tercemar kemih tikus.
5.
Malaria dan
DBD
Penyakit yang disebabkan oleh
nyamuk yang berkembang di wadah penyimpanan air, sedangkan penderita disalurkan
melalui gigitan nyamuk tersebut.
6.
TBC
Penyakit yang berkembang pada
pemukiman yang padat dengan pertukaran udara yang buruk.
7.
Cacar
Penyakit yang disebabkan oleh
virus yang terdapat di udara. Infeksi cacar timbul apabila ada kontak langsung
dengan penderita/pakaian penderita.
8.
Influenza
Penyakit yang penularannya
disebabkan oleh udara masyarakat.
G. Upaya Penanggulangan Kesehatan Lingkungan
1.
Upaya
pengelolaan lingkungan hidup
Yang meliputi ekosistem
daratan, kawasan pesisir dan ekosistem laut.
2.
Upaya
pengelolaan lingkungan buatan
Yang meliputi pengendalian
pencemaran yang berkaitan dengan perlindungan air, tanah, udara dan pengelolaan
limbah.
3.
Upaya
pengelolaan lingkungan sosial
Meliputi pembangunan kualitas
hidup penduduk, pembangunan kualitas lingkungan sosial.
4.
Upaya
pengembangan modal sosial
Meliputi kearifan lingkungan,
etika lingkungan dan pembangunan jiwa sosial yang tinggi.
BAB
III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Pengertian
Kesehatan
Menurut WHO “Keadaan yg meliputi kesehatan fisik, mental, dan sosial yg tidak hanya
berarti suatu keadaan yg bebas dari penyakit dan kecacatan.”
Menurut UU
No 23 / 1992 ttg kesehatan “Keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan setiap
orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis.”
Menurut WHO (1947) Sehat itu sendiri dapat diartikan
bahwa suatu keadaan yang sempurna baik secara fisik, mental dan sosial serta
tidak hanya bebas dari penyakit atau kelemahan (WHO, 1947).
Definisi sakit
: seseorang dikatakan sakit
apabila ia menderita penyakit menahun (kronis), atau gangguan kesehatan lain
yang menyebabkan aktivitas kerja/kegiatannya terganggu.
Kesehatan lingkungan adalah
upaya untuk melindungi kesehatan manusia melalui pengelolaan, pengawasan dan
pencegahan faktor-faktor lingkungan yang dapat mengganggu kesehatan manusia.
(Sumengen Sutomo, 1991)
Penyakit
yang dapat
ditimbulkan oleh lingkungan yang tidak sehat antara
lain: Kolera, Tifus perut, Diare, Leptospitosis, Malaria dan
DBD, TBC, Cacar, Influenza.
Upaya
penanggulangan
kesehatan
lingkungan yang dapat dilakukan antara lain : Upaya pengelolaan lingkungan hidup, upaya pengelolaan lingkungan buatan, upaya pengelolaan lingkungan social, upaya pengembangan modal social.
B. Saran
Untuk lebih memperhatikan lagi dalam
masalah kesehatan lingkungan sekitar kita, dikarenakan dapat menyebabkan
berbagai macam banyak penyakit yang dapat diderita oleh masyarakat.
DAFTAR
PUSTAKA
http://www.scribd.com/doc/19374542/Definisi-Kesehatan-Lingkungan
Job
Discription
Tidak ada komentar:
Posting Komentar