Kamis, 23 Maret 2017

MAKALAH KESEHATAN LINGKUNGAN “Konsep Dasar Kesehatan Lingkungan”



MAKALAH KESEHATAN LINGKUNGAN
“Konsep Dasar Kesehatan Lingkungan”
Ditulis untuk memenuhi tugas mata kuliah kesehatan lingkungan
Dosen : Nor Wijayanti, S.KM, M.Kes


Disusun oleh :


KONSENTRASI MANAJEMEN RUMAH SAKIT
PROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKAT
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
SURYA GLOBAL YOGYAKARTA
2016

KATA PENGANTAR


Puji syukur atas kehadirat Allah SWT karena atas segala rahmat dan karunia-Nya, kami dapat menyelesaikan penulisan makalah yang berjudul  “Konsep Dasar Kesehatan Lingkungan”.
Kami  menyadari penulisan makalah ini mungkin jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun guna perbaikan dimasa mendatang.
Selama proses penulisan makalah ini, kami mengalami banyak hal terutama kekurangsiapan dalam proses pembuatan serta kelengkapan isi maupun sumber dari makalah ini.
Dengan selesainya penulisan makalah ini, kami berharap kepada pembaca atau khalayak umum agar mengetahui pengertian kesehatan, konsep sehat sakit, pengertian kesehatan lingkungan, komponen lingkungan, masalah-masalah kesehtan lingkungan di indonesia dan lain-lain.
            Semoga karya kecil ini dapat memberikan kontribusi secara bermakna dalam pengenalan konsep dasar kesehatan lingkungan.

Yogyakarta, 05 September 2016


DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ....................................................................................... ii
DAFTAR ISI ...................................................................................................  iii
BAB I PENDAHULUAN ................................................................................ 1
A.      Latar Belakang ............................................................................................ 1
B.       Rumusan Masalah........................................................................................ 1
C.       Tujuan ......................................................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN................................................................................... 3
A.      Pengertian Kesehatan .................................................................................. 3
B.       Konsep Sehat Sakit ..................................................................................... 3
C.       Pengertian Kesehatan Lingkungan .............................................................. 5
D.      Komponen Lingkungan ............................................................................... 8
E.       Masalah-Masalah Lingkungan di Indonesia ................................................ 9
F.        Penyakit yang ditimbulkan oleh Lingkungan yang Tidak Sehat ............... 13
G.      Upaya Penanggulangan Kesehatan Lingkungan........................................ 14
BAB III PENUTUP ........................................................................................ 15
A.      Kesimpulan ................................................................................................ 15
B.       Saran   ........................................................................................................ 16
DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................... 17
Job Discription........................................................................................18


 


BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Kesehatan lingkungan merupakan faktor penting dalam kehidupan sosial kemasyarakatan, bahkan merupakan salah satu unsur penentu atau determinan dalam kesejahteraan penduduk. Di mana lingkungan yang sehat sangat dibutuhkan bukan hanya untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, tetapi juga untuk kenyamanan hidup dan meningkatkan efisiensi kerja dan belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingginya angka kematian bayi pada suatu daerah disebabkan karena faktor perilaku (perilaku perawatan pada saat hamil dan perawatan bayi, serta perilaku kesehatan lingkungan ) dan faktor kesehatan lingkungan. 
Pada masa yang datang pemerintah lebih fokus pada pelaksanaan pembangunan yang berkelanjutan dan pengembangan wilayah yang berkesadaran lingkungan, sementara pihak pengguna infrastruktur dalam hal ini masyarakat secara keseluruhan harus disiapkan dengan kesadaran lingkungan yang lebih baik (tahu sesuatu atau tahu bersikap yang semestinya)  Masa datang kita dihadapkan dengan penggunaan IPTEK yang lebih maju dan lebih kompleks yang memerlukan profesionalisme yang lebih baik dengan jenjang pendidikan yang memadai. 
Di samping itu dalam proses pembangunan masa datang, diperlukan adanya teknologi kesehatan lingkungan yang menitik beratkan upayanya pada metodologi mengukur dampak kesehatan dari pencemaran yang ditimbulkan oleh adanya pembangunan, Indikator ini harus mudah, murah untuk diukur juga sensitif menunjukkan adanya perubahan kualitas lingkungan.

B.     Rumusan Masalah
1.      Pengertian kesehatan
2.      Konsep sehat sakit
3.      Pengertian kesehatan lingkungan
4.      Komponen lingkungan
5.      Masalah-masalah kesehtan lingkungan di indonesia

C.    Tujuan
Mahasiswa dapat mengetahui pengertian kesehatan, konsep sehat sakit, pengertian kesehatan lingkungan, komponen lingkungan.



BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian Kesehatan
a.       Menurut WHO
“Keadaan yg meliputi kesehatan fisik, mental, dan sosial yg tidak hanya berarti suatu keadaan yg bebas dari penyakit dan kecacatan.”
b.      Menurut UU No 23 / 1992 ttg Kesehatan
“Keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis.”
Pengertian Kesehatan, bila dilihat dari sumber Wikipedia mempunyai makna keadaan yang sejahtera badan, sosial dan jiwa yang mendorong orang untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Sedangkan menurut World Health Organization (WHO) kesehatan adalah suatu keadaan fisik, sosial dan mental yang telah mencapai titik kesejahteraan. Bukan hanya karena ketiadaan penyakit atau kelemahan. Pada tahun 1968 WHO juga mengumumkan Piagam Ottawa yang menjelaskan tentang Pengertian kesehatan. Di dalam piagam itu tertulis “kesehatan adalah sumber daya kehidupan sehari-hari, bukan hanya sebagai tujuan hidup. Kesehatan juga merupakan konsep positif yang menekankan pada kemampuan fisik, serta sumber daya sosial dan pribadi”.
B.     Konsep Sehat Sakit
Menurut WHO (1947) Sehat itu sendiri dapat diartikan bahwa suatu keadaan yang sempurna baik secara fisik, mental dan sosial serta tidak hanya bebas dari penyakit atau kelemahan (WHO, 1947).

Definisi WHO tentang sehat mempunyai karakteristik berikut yang dapat meningkatkan konsep sehat yang positif (Edelman dan Mandle. 1994) :

1.      Memperhatikan individu sebagai sebuah sistem yang menyeluruh.

2.      Memandang sehat dengan mengidentifikasi lingkungan internal dan eksternal.

3.      Penghargaan terhadap pentingnya peran individu dalam hidup.

Sehat Menurut Depkes RI

UU No.23,1992 tentang Kesehatan menyatakan bahwa :

      Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan hidup produktif secara sosial dan ekonomi. Dalam pengertian ini maka kesehatan harus dilihat sebagai satu kesatuan yang utuh terdiri dari unsur –unsur fisik, mental dan sosial dan di dalamnya kesehatan jiwa merupakan bagian integral kesehatan

      Dalam pengertian yang paling luas sehat merupakan suatu keadaan yang dinamis dimana individu menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan lingkungan internal (psikologis, intelektua, spiritual dan penyakit) dan eksternal  (lingkungan fisik, social, dan ekonomi) dalam mempertahankan kesehatannya.

      Definisi sakit : seseorang dikatakan sakit apabila ia menderita penyakit menahun (kronis), atau gangguan kesehatan lain yang menyebabkan aktivitas kerja/kegiatannya terganggu. Walaupun seseorang sakit (istilah sehari -hari) seperti masuk angin, pilek, tetapi bila ia tidak terganggu untuk melaksanakan kegiatannya, maka ia di anggap tidak sakit.

Pengertian sakit menurut etiologi naturalistik dapat dijelaskan dari segi impersonal dan sistematik, yaitu bahwa sakit merupakan satu keadaan atau satu hal yang disebabkan oleh gangguan terhadap sistem tubuh manusia

Sakit adalah keadaan dimana fisik, emosional, intelektual, sosial, perkembangan, atau seseorang berkurang atau terganggu, bukan hanya keadaan terjadinya proses penyakit.

Oleh karena itu sakit tidak sama dengan penyakit. Sebagai contoh klien dengan Leukemia yang sedang menjalani pengobatan mungkin akan mampu berfungsi seperti biasanya, sedangkan klien lain dengan kanker payudara yang sedang mempersiapkan diri untuk menjalanaio operasi mungkin akan merasakan akibatnya pada dimensi lain, selain dimensi fisik.

Perilaku sakit merupakan perilaku orang sakit yang meliputi: cara seseorang memantau tubuhnya; mendefinisikan dan menginterpretasikan gejala yang dialami; melakukan upaya penyembuhan; dan penggunaan sistem pelayanan kesehatan.

Seorang individu yang merasa dirinya sedang sakit perilaku sakit bisa berfungsi sebagai mekanisme koping Bauman (1965)


C.    Pengertian Kesehatan Lingkungan
Kesehatan lingkungan merupakan suatu kondisi lingkungan yang mampu menopang keseimbangan ekologi yang dinamis antara manusia dengan lingkungannya untuk mendukung tercapainya kualitas hidup manusia yang sehat dan bahagia. (HAKLI).
Menurut (WHO, 2005) Kesehatan lingkungan merupakan suatu keseimbangan ekologi yang harus ada antara manusia dengan lingkungan agar dapat menjamin keadaan sehat dari manusia.
Kesehatan lingkungan adalah upaya untuk melindungi kesehatan manusia melalui pengelolaan, pengawasan dan pencegahan faktor-faktor lingkungan yang dapat mengganggu kesehatan manusia. (Sumengen Sutomo, 1991) Kesehatan lingkungan adalah ilmu & seni dalam mencapai keseimbangan, keselarasan dan keserasian lingkungan hidup melalui upaya pengembangan budaya perilaku sehat dan pengelolaan lingkungan sehingga dicapai kondisi yang bersih, aman, nyaman, sehat dan sejahtera terhindar dari gangguan penyakit, pencemaran dan kecelakaan, sesuai dengan harkat dan martabat manusia. (Sudjono Soenhadji, 1994).
Kesehatan lingkungan adalah ilmu dan seni untuk mencegah pengganggu, menanggulangi kerusakan dan meningkatkan/memulihkan fungsi lingkungan melalui pengelolaan unsur-unsur atau faktor-faktor lingkungan yang berisiko terhadap kesehatan manusia dengan cara identifikasi, analisis, intervensi/rekayasa lingkungan, sehingga tersedianya lingkungan yang menjamin bagi derajat kesehatan manusia secara optimal. (Tri Cahyono, 2000).
1.      Ruang lingkup kesehatan lingkungan ada 17 (WHO) adalah:
a.       Penyediaan Air Minum
b.      Pengelolaan air Buangan dan pengendalian pencemaran
c.       Pembuangan Sampah Padat
d.      Pengendalian Vektor
e.       Pencegahan/pengendalian pencemaran tanah oleh ekskreta manusia
f.       Higiene makanan, termasuk higiene susu
g.      Pengendalian pencemaran udara
h.      Pengendalian radiasi
i.        Kesehatan kerja
j.        Pengendalian kebisingan
k.      Perumahan dan pemukiman
l.        Aspek kesling dan transportasi udara
m.    Perencanaan daerah dan perkotaan
n.      Pencegahan kecelakaan
o.      Rekreasi umum dan pariwisata
p.      Tindakan-tindakan sanitasi yang berhubungan dengan keadaan epidemi/wabah, bencana alam dan perpindahan penduduk.
q.      Tindakan pencegahan yang diperlukan untuk menjamin lingkungan.
Di Indonesia, ruang lingkup kesehatan lingkungan diterangkan dalam Pasal 22 ayat (3) UU No 23 tahun 1992 ruang lingkup kesling ada 8, yaitu :
1.      Penyehatan Air dan Udara
2.      Pengamanan Limbah padat/sampah
3.      Pengamanan Limbah cair
4.      Pengamanan limbah gas
5.      Pengamanan radiasi
6.      Pengamanan kebisingan
7.      Pengamanan vektor penyakit
8.      Penyehatan dan pengamanan lainnya, sepeti keadaan pasca bencana
2.      Karakteristik Lingkungan
a.       Lingkungan fisik               : air, udara, tanah, iklim, geografis, perumahan, pangan, panas, radiasi.
b.      Lingkungan kimia             : zat-zat kimia
c.       Lingkungan sosial             : Status sosial, agama, adat istiadat, organisasi sosial politik.
d.      Lingkungan Biologis         : mikroorganisme, serangga, binatang, dan tumbuh-tumbuhan.
3.      Sasaran kesehatan lingkungan
a.       Tempat umum : hotel, terminal, pasar, pertokoan, dan usaha-usaha sejenis.
b.      Lingkungan pemukiman : rumah tinggal, asrama, dan pemukiman yg sejenis.
c.       Lingkungan kerja : perkantoran, kawasan industri, dan kawasan sejenis.
d.      Angkutan umum : kederaan darat, laut, dan udara yang digunakan untuk umum.
e.       Lingkungan keadaan darurat, bencana dll.
D.    Komponen Lingkungan
Secara umum, unsur lingkungan dibedakan menjadi dua, yaitu lingkungan biotik dan lingkungan abiotik.
1.      Lingkungan Biotik
Lingkungan biotik (lingkungan organik) merupakan komponen makhluk hidup yang menghuni planet bumi, terdiri atas mikroorganisme, seperti bakteri dan virus, tumbuhan, hewan, dan manusia. Secara khusus, lingkungan biotik diklasifikasikan menjadi:
a.       Produsen, dalam hal ini tumbuhan yang memproduksi sumber bahan makanan bagi makhluk hidup lainnya;
    1. Konsumen, yaitu hewan serta manusia; dan
    2. Pengurai, yang merupakan mikroorganisme yang merombak dan menghancurkan sisa-sisa organisme yang telah mati. Termasuk ke dalam kelompok pengurai adalah jamur, bakteri, dan cacing tanah.
2.      Lingkungan Abiotik
Lingkungan abiotik merupakan kondisi yang terdapat di sekeliling makhluk hidup berupa benda mati (unsur anorganik), seperti batuan, tanah, mineral, dan udara. Lingkungan abiotik dinamakan juga lingkungan anorganik.
Dalam sudut pandang ekologi manusia, yaitu ilmu yang mempelajari dan menganalisis hubungan timbal balik (interaksi dan interelasi) antara manusia dan lingkungannya, unsur lingkungan hidup itu dibedakan atas tiga kelompok utama, yaitu lingkungan alam (lingkungan fisik), sosial, dan budaya.
    1. Lingkungan alam merupakan kondisi alamiah suatu wilayah yang meliputi kondisi iklim, tanah, fisiografi, dan batuan.
    2. Lingkungan sosial adalah manusia dengan semua aktivitas dan karakternya, baik sebagai individu atau pribadi maupun makhluk sosial.
    3. Lingkungan budaya adalah benda-benda hasil daya cipta manusia, seperti bangunan, karya seni, sistem kepercayaan, dan tatanan kelembagaan sosial.
E.     Masalah-Masalah Kesehtan Lingkungan Di Indonesia
Masalah Kesehatan lingkungan merupakan masalah kompleks yang untuk mengatasinya dibutuhkan integrasi dari berbagai sector terkait. Di Indonesia permasalah dalam kesehatan lingkungan antara lain :
1)      Air Bersih
Air bersih adalah air yang digunakan untuk keperluan sehari-hari yang kualitasnya memenuhi syarat kesehatan dan dapat diminum apabila telah dimasak. Air minum adalah air yang kualitasnya memenuhi syarat kesehatan dan dapat langsung diminum.
Syarat-syarat Kualitas Air Bersih diantaranya adalah sebagai berikut :
a.       Syarat Fisik : Tidak berbau, tidak berasa, dan tidak berwarna
b.      Syarat Kimia : Kadar Besi : maksimum yang diperbolehkan 0,3 mg/l, Kesadahan ( maks 500mg/l ).
c.       Syarat Mikrobiologis : Koliform tinja/total koliform (maks 0 per 100 ml air).

2)      Pembuangan Kotoran/Tinja
Metode pembuangan tinja yang baik yaitu dengan jamban dengan syarat sebagai berikut :
                                                                         a.      Tanah permukaan tidak boleh terjadi kontaminasi
                                                                        b.      Tidak boleh terjadi kontaminasi pada air tanah yang mungkin memasuki mata air atau sumur
                                                                         c.      Tidak boleh terkontaminasi air permukaan
                                                                        d.      Tinja tidak boleh terjangkau oleh lalat dan hewan lain
                                                                         e.      Tidak boleh terjadi penanganan tinja segar ; atau, bila memang benar-benar diperlukan, harus dibatasi seminimal mungkin
                                                                         f.      Jamban harus babas dari bau atau kondisi yang tidak sedap dipandang
                                                                        g.      Metode pembuatan dan pengoperasian harus sederhana dan tidak mahal.

3)      Kesehatan Pemukiman
Secara umum rumah dapat dikatakan sehat apabila memenuhi kriteria sebagai berikut :
a.       Memenuhi kebutuhan fisiologis, yaitu : pencahayaan, penghawaan dan ruang gerak yang cukup, terhindar dari kebisingan yang mengganggu.
b.      Memenuhi kebutuhan psikologis, yaitu : privacy yang cukup, komunikasi yang sehat antar anggota keluarga dan penghuni rumah.
c.       Memenuhi persyaratan pencegahan penularan penyakit antarpenghuni rumah dengan penyediaan air bersih, pengelolaan tinja dan limbah rumah tangga, bebas vektor penyakit dan tikus, kepadatan hunian yang tidak berlebihan, cukup sinar matahari pagi, terlindungnya makanan dan minuman dari pencemaran, disamping pencahayaan dan penghawaan yang cukup.
d.      Memenuhi persyaratan pencegahan terjadinya kecelakaan baik yang timbul karena keadaan luar maupun dalam rumah antara lain persyaratan garis sempadan jalan, konstruksi yang tidak mudah roboh, tidak mudah terbakar, dan tidak cenderung membuat penghuninya jatuh tergelincir.



4)      Pembuangan Sampah
Teknik pengelolaan sampah yang baik dan benar harus memperhatikan faktor-faktor /unsur, berikut:
a.       Penimbulan sampah. Faktor-faktor yang mempengaruhi produksi sampah adalah jumlah penduduk dan kepadatanya, tingkat aktivitas, pola kehidupan/tk sosial ekonomi, letak geografis, iklim, musim, dan kemajuan teknologi.
b.      Penyimpanan sampah.
c.       Pengumpulan, pengolahan dan pemanfaatan kembali
d.      Pengangkutan
e.       Pembuangan
Dengan mengetahui unsur-unsur pengelolaan sampah, kita dapat mengetahui hubungan dan urgensinya masing-masing unsur tersebut agar kita dapat memecahkan masalah-masalah ini secara efisien.

5)      Serangga dan Binatang Pengganggu
Serangga sebagai reservoir (habitat dan suvival) bibit penyakit yang kemudian disebut sebagai vektor misalnya : pinjal tikus untuk penyakit pes/sampar, Nyamuk Anopheles sp untuk penyakit Malaria, Nyamuk Aedes sp untuk Demam Berdarah Dengue (DBD), Nyamuk Culex sp untuk Penyakit Kaki Gajah/Filariasis. Penanggulangan/pencegahan dari penyakit tersebut diantaranya dengan merancang rumah/tempat pengelolaan makanan dengan rat proff (rapat tikus), Kelambu yang dicelupkan dengan pestisida untuk mencegah gigitan Nyamuk Anopheles sp, Gerakan 3 M (menguras mengubur dan menutup) tempat penampungan air untuk mencegah penyakit DBD, Penggunaan kasa pada lubang angin di rumah atau dengan pestisida untuk mencegah penyakit kaki gajah dan usaha-usaha sanitasi.
Binatang pengganggu yang dapat menularkan penyakit misalnya anjing dapat menularkan penyakit rabies/anjing gila. Kecoa dan lalat dapat menjadi perantara perpindahan bibit penyakit ke makanan sehingga menimbulakan diare. Tikus dapat menyebabkan Leptospirosis dari kencing yang dikeluarkannya yang telah terinfeksi bakteri penyebab.
6)      Makanan dan Minuman
Sasaran higene sanitasi makanan dan minuman adalah restoran, rumah makan, jasa boga dan makanan jajanan (diolah oleh pengrajin makanan di tempat penjualan dan atau disajikan sebagai makanan siap santap untuk dijual bagi umum selain yang disajikan jasa boga, rumah makan/restoran, dan hotel).
Persyaratan hygiene sanitasi makanan dan minuman tempat pengelolaan makanan meliputi :
a.       Persyaratan lokasi dan bangunan
b.      Persyaratan fasilitas sanitasi
c.       Persyaratan dapur, ruang makan dan gudang makanan
d.      Persyaratan bahan makanan dan makanan jadi
e.        Persyaratan pengolahan makanan
f.       Persyaratan penyimpanan bahan makanan dan makanan jadi
g.      Persyaratan peralatan yang digunakan
h.      Pencemaran Lingkungan
Pencemaran lingkungan diantaranya pencemaran air, pencemaran tanah, pencemaran udara. Pencemaran udara dapat dibagi lagi menjadi indoor air pollution dan out door air pollution. Indoor air pollution merupakan problem perumahan/pemukiman serta gedung umum, bis kereta api, dll.
Masalah ini lebih berpotensi menjadi masalah kesehatan yang sesungguhnya, mengingat manusia cenderung berada di dalam ruangan ketimbang berada di jalanan. Diduga akibat pembakaran kayu bakar, bahan bakar rumah tangga lainnya merupakan salah satu faktor resiko timbulnya infeksi saluran pernafasan bagi anak balita.
Mengenai masalah out door pollution atau pencemaran udara di luar rumah, berbagai analisis data menunjukkan bahwa ada kecenderungan peningkatan. Beberapa penelitian menunjukkan adanya perbedaan resiko dampak pencemaran pada beberapa kelompok resiko tinggi penduduk kota dibanding pedesaan. Besar resiko relatif tersebut adalah 12,5 kali lebih besar.
Keadaan ini, bagi jenis pencemar yang akumulatif, tentu akan lebih buruk di masa mendatang. Pembakaran hutan untuk dibuat lahan pertanian atau sekedar diambil kayunya ternyata membawa dampak serius, misalnya infeksi saluran pernafasan akut, iritasi pada mata, terganggunya jadual penerbangan, terganggunya ekologi hutan.

F.     Penyakit Yang Ditimbulkan Oleh Lingkungan Yang Tidak Sehat
1.      Kolera
Penyakit saluran cerna yang disalurkan lewat penggunaan air dalam kehidupan sehari-hari.
2.      Tifus perut
Penyakit saluran cerna yang ditularkan lewat penggunaan air dalam kehidupan sehari-hari. penggunaan air yang tidak memenuhi syarat kesehatan untuk kepentingan rumah tangga menyebabkan banyaknya penderita penyakit perut menular.
3.      Diare
Penyakit saluran cerna yang ditandai bercak-cak encer dengan atau tanpa darah dan muntah-muntah.penyakit ini disebabkan oleh kerusakan organik /fungsional saluran cerna.
4.      Leptospitosis
Penyakit yang disebabkan lewat tampungan air hujan  yang telah tercemar kemih tikus.



5.      Malaria dan DBD
Penyakit yang disebabkan oleh nyamuk yang berkembang di wadah penyimpanan air, sedangkan penderita disalurkan melalui gigitan nyamuk tersebut.
6.      TBC
Penyakit yang berkembang pada pemukiman yang padat dengan pertukaran udara yang buruk.
7.      Cacar
Penyakit yang disebabkan oleh virus yang terdapat di udara. Infeksi  cacar timbul apabila ada kontak langsung dengan penderita/pakaian penderita.
8.      Influenza
Penyakit yang penularannya disebabkan oleh udara masyarakat.
G.    Upaya Penanggulangan Kesehatan Lingkungan
1.      Upaya pengelolaan lingkungan hidup
Yang meliputi ekosistem daratan, kawasan pesisir dan ekosistem laut.
2.      Upaya pengelolaan lingkungan buatan
Yang meliputi pengendalian pencemaran yang berkaitan dengan perlindungan air, tanah, udara dan pengelolaan limbah.
3.      Upaya pengelolaan lingkungan sosial
Meliputi pembangunan kualitas hidup penduduk, pembangunan kualitas lingkungan sosial.
4.      Upaya pengembangan modal sosial
Meliputi kearifan lingkungan, etika lingkungan dan pembangunan jiwa sosial yang tinggi.





BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Pengertian Kesehatan
Menurut WHO “Keadaan yg meliputi kesehatan fisik, mental, dan sosial yg tidak hanya berarti suatu keadaan yg bebas dari penyakit dan kecacatan.”
Menurut UU No 23 / 1992 ttg kesehatan  “Keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis.”
Menurut WHO (1947) Sehat itu sendiri dapat diartikan bahwa suatu keadaan yang sempurna baik secara fisik, mental dan sosial serta tidak hanya bebas dari penyakit atau kelemahan (WHO, 1947).
Definisi sakit : seseorang dikatakan sakit apabila ia menderita penyakit menahun (kronis), atau gangguan kesehatan lain yang menyebabkan aktivitas kerja/kegiatannya terganggu.
Kesehatan lingkungan adalah upaya untuk melindungi kesehatan manusia melalui pengelolaan, pengawasan dan pencegahan faktor-faktor lingkungan yang dapat mengganggu kesehatan manusia. (Sumengen Sutomo, 1991)
Penyakit yang dapat ditimbulkan oleh lingkungan yang tidak sehat antara lain: Kolera, Tifus perut, Diare, Leptospitosis, Malaria dan DBD, TBC, Cacar, Influenza.
Upaya penanggulangan kesehatan lingkungan yang dapat dilakukan antara lain : Upaya pengelolaan lingkungan hidup, upaya pengelolaan lingkungan buatan, upaya pengelolaan lingkungan social, upaya pengembangan modal social.

B.     Saran
Untuk lebih memperhatikan lagi dalam masalah kesehatan lingkungan sekitar kita, dikarenakan dapat menyebabkan berbagai macam banyak penyakit yang dapat diderita oleh masyarakat.


























DAFTAR PUSTAKA
http://www.scribd.com/doc/19374542/Definisi-Kesehatan-Lingkungan


Job Discription



Tidak ada komentar:

Posting Komentar