Pesonanya yg menggiurkan mampu menggelincirkan jiwa pada ketidakberdayaan.
Terombang-ambing dalam pusaran zaman,tenggelam dalam lautan yang memabukkan. Menghabiskan waktu pada perburuan tidak jelas yang selalu gagal menjawab kata tanya, sebab ia hanyalah jebakan fatamorgana belaka!
Lalu.. sampai kapan kita paham nikmat hidup bukanlah sekedar makan enak, tempat tinggal megah, kendaraan mewah, dan segala macam atribut dunia?
Sampai kapan kita menyadari bahwa nikmat-nikmat tersebut bukan berarti tanpa konsekuensi? Sedang argo umur kian bertambah seiring berjalnnya waktu.
Lantas apakah kita rela tergilas oleh waktu secara sia-sia?
Seperti kata pepatah....
apa yg kita tanam berbanding lurus dgn apa yg kita tuai.
Durian tak akan tumbuh dr benih bayam.. rizky berlimpah tk akan jatuh ke pangkuan org yg malas-malasan- atas kehendakNya. .
setiap detail kehidupan adalah benang merah, tersorot jelas oleh Sang Maha Teliti di atas langit sana..
Sebab kita tahu hidup hakikatnya adalah sebuah kompetisi, bersaing demi mengharap ridho Illahi, yang kalah akan binasa dilemparkan ke dalam sebuah ruang hampa dengan intensitas derita nya tanpa jeda dan tanpa koma, sedangkan sang juara yg memeluk tiket akan mendapat tepukan tangan dan akan diantarkan dalam alam damai nan permai yang tak bisa diterjemahkan kenikmatannya. Sedangkan tiket untuk memasuki Jannah-Nya tersebut bukanlah sembarang tiket.
dibutuhkan seni untuk meraihnya sebab air putih yg keruh tak akan menjadi putih lg dgn sendiriya. Karenanya ..sisa bercak hitam dari masa lalu harus segera kita putihkan ulang, sebelum lonceng kematian itu bersuara.
melakukan hal terpuji dan mulai menebar benih kebaikan, senada dengan jalan terhormat yang seharusnya kita tempuh dari dahulu!
Terus berjalan lurus ke depan untuk mendekati Sang Rahman.
Pintu Rahmat itu akan terbuka dengan sendirinya bersamaan dgn seberkas cahaya
by : DM
Tidak ada komentar:
Posting Komentar